SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Pendataan tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran sekaligus memperkuat arah pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen itu disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menghadiri kegiatan Sinergi Membangun Ekonomi Sumenep Melalui Sensus Ekonomi 2026 di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (29/6) kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada ketersediaan data yang valid dan akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum strategis untuk memotret kondisi perekonomian Kabupaten Sumenep secara menyeluruh, mulai dari perkembangan dunia usaha, potensi ekonomi daerah, hingga berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha di berbagai sektor.
“Data yang akurat merupakan fondasi utama dalam setiap proses perencanaan pembangunan. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan investasi pembangunan yang hasilnya akan menjadi pijakan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif, terukur, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, hasil sensus akan menjadi referensi penting dalam menyusun berbagai program strategis, seperti penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi lokal, hingga pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa kualitas data sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha maupun warga untuk memberikan informasi secara benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus.
“Keberhasilan Sensus Ekonomi bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Pusat Statistik maupun pemerintah daerah. Keberhasilannya ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Semakin baik kualitas data yang dihimpun, semakin tepat pula kebijakan pembangunan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia turut mengimbau masyarakat agar menerima kehadiran petugas sensus dengan baik serta memberikan keterangan sesuai kondisi sebenarnya agar data yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.
“Apabila petugas sensus datang, sambutlah dengan baik dan berikan informasi yang sebenarnya. Data yang Bapak dan Ibu sampaikan hari ini akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Sumenep pada masa mendatang,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemkab Sumenep berharap tersusun basis data ekonomi yang komprehensif dan berkualitas.
Data tersebut diharapkan menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih adaptif, meningkatkan daya saing daerah, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









