Warisan Budaya Islam Tetap Hidup, Bupati Jadikan Pawai Muharram Agenda Tahunan Sumenep

- Redaksi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BERDIRI: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memberikan sambutan sekaligus melepas peserta Pawai Muharram 1448 Hijriah di depan Labang Mesem, Keraton Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

BERDIRI: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memberikan sambutan sekaligus melepas peserta Pawai Muharram 1448 Hijriah di depan Labang Mesem, Keraton Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memastikan Pawai Muharram akan menjadi agenda tahunan sebagai bentuk komitmen melestarikan tradisi keagamaan, memperkuat syiar Islam, sekaligus menjaga warisan budaya yang telah hidup di tengah masyarakat selama puluhan tahun.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat melepas ribuan peserta Pawai Muharram 1448 Hijriah dari kawasan bersejarah Labang Mesem, Keraton Sumenep, Senin (29/6) malam.

Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan penampilan sekitar 750 pelajar dari 30 lembaga pendidikan yang mengenakan beragam busana dan atribut Islami.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan berlangsung tertib dan menjadi salah satu rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kabupaten Sumenep.

Dalam sambutannya, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan penyelenggaraan Pawai Muharram.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, para guru, peserta didik, orang tua, tokoh agama, aparat keamanan, serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan Pawai Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap syiar Islam masih terpelihara dengan sangat baik di Kabupaten Sumenep,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru

Menurutnya, Pawai Muharram tidak sekadar menjadi seremoni menyambut Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi media edukasi dan pelestarian budaya Islam yang telah menjadi identitas masyarakat Sumenep.

“Tradisi ini telah diwariskan oleh para ulama dan tokoh masyarakat sejak puluhan tahun silam. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya agar tidak hilang ditelan zaman. Pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan sehingga Pawai Muharram tetap menjadi ruang syiar, pendidikan karakter, dan pelestarian budaya bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan catatan sejarah yang berkembang di masyarakat, tradisi Pawai Muharram telah berlangsung sejak sekitar tahun 1940 dan terus dipertahankan hingga kini.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat setiap tahun, Pemkab Sumenep berkomitmen menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin tahunan yang akan terus dikembangkan.

“Insya Allah, selama kami diberi amanah memimpin Kabupaten Sumenep, Pawai Muharram akan terus dilaksanakan dan dikembangkan dengan lebih baik setiap tahunnya. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi mampu melahirkan kecintaan generasi muda terhadap ajaran Islam, budaya daerah, serta nilai-nilai persatuan yang menjadi kekuatan Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengajak para pelajar menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai awal untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan.

“Hijrah bukan sekadar berpindah waktu dalam kalender Islam, tetapi berpindah menuju pribadi yang lebih baik. Saya berharap anak-anak Sumenep tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, menghormati orang tua dan guru, mencintai daerahnya, serta memiliki semangat untuk membawa Kabupaten Sumenep semakin maju di masa depan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Sumenep, Kamiludin, mengatakan Pawai Muharram merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Muharram 1448 Hijriah yang diselenggarakan berdasarkan disposisi Bupati Sumenep tertanggal 20 Juni 2026.

“Seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan melalui koordinasi lintas perangkat daerah, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak terkait. Tujuannya agar pelaksanaan Pawai Muharram berjalan tertib, aman, nyaman, serta mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, Pawai Muharram tahun ini diikuti sekitar 750 siswa dari 30 lembaga pendidikan yang menampilkan berbagai kreasi Islami sebagai sarana syiar sekaligus pendidikan karakter.

“Melalui keterlibatan peserta didik, kami ingin menanamkan sejak dini kecintaan terhadap tradisi keislaman, membangun rasa percaya diri, mempererat ukhuwah, serta mengajarkan bahwa nilai-nilai agama dapat diwujudkan melalui kegiatan yang positif, kreatif, dan membangun,” tandasnya.

Baca Juga :  HAURA HT ke 57 Resmi Dibuka, Ketua Yayasan Minta Lulusan Jadikan Jejak Alumni Berprestasi sebagai Inspirasi

Ia berharap semangat Tahun Baru Islam tidak berhenti pada pelaksanaan pawai semata, tetapi mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.

“Muharram adalah momentum muhasabah dan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Kami berharap masyarakat menjadikan peringatan ini sebagai penguat keimanan, mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta bersama-sama membangun Kabupaten Sumenep yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Grup Hadrah Yonif TP 931/Kostrad Satria Jokotole Curi Perhatian di Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Rubaru
Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Perkuat Sinergi Pesantren dan TNI Cetak Generasi Religius, Disiplin, dan Cinta Tanah Air
Sinergi TNI dan Damkar Padamkan Kebakaran Hebat di Guluk-Guluk
Asta Tinggi Terancam, GP Ansor Jatim dan TACB Kompak Desak Tambang Galian C Dihentikan Permanen
Kolaborasi TNI dan Ponpes Al-Islamiyah, Kemah HIMMAH ke-51 Cetak Santri Berkarakter dan Berjiwa Pemimpin
Diduga Jadi Tempat Dugem, Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Minta Mr Ball Ditutup Permanen
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Cabut Izin 5 Tempat Usaha yang Diduga Jadi THM 
Lewat Pekan Seni Madura X, Sanggar Lentera Ajak Generasi Muda Hidupkan Kembali Dunia Seni

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:32 WIB

Grup Hadrah Yonif TP 931/Kostrad Satria Jokotole Curi Perhatian di Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Rubaru

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:18 WIB

Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Perkuat Sinergi Pesantren dan TNI Cetak Generasi Religius, Disiplin, dan Cinta Tanah Air

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:53 WIB

Sinergi TNI dan Damkar Padamkan Kebakaran Hebat di Guluk-Guluk

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:10 WIB

Asta Tinggi Terancam, GP Ansor Jatim dan TACB Kompak Desak Tambang Galian C Dihentikan Permanen

Senin, 6 Juli 2026 - 15:16 WIB

Diduga Jadi Tempat Dugem, Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Minta Mr Ball Ditutup Permanen

Berita Terbaru

HANGUS: Personel Yonif TP 931/Kostrad (Satria Jokotole) bersama tim Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten Sumenep, mengendalikan kebakaran yang melanda Dusun Gunung, Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

Sinergi TNI dan Damkar Padamkan Kebakaran Hebat di Guluk-Guluk

Sabtu, 11 Jul 2026 - 23:53 WIB