SUMENEP, Seputar Jatim – Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, menerima kunjungan silaturahmi Tenaga Ahli (TA) Bupati Sumenep Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) serta Kebudayaan, Ibnu Hajar, di Mapolresta Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Ibnu Hajar yang juga dikenal sebagai budayawan dan sastrawan menyerahkan buku karya Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, berjudul “Jalan Panjang Menuju Keris Terpanjang”.
Penyerahan buku tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian melalui pendekatan budaya.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Ibnu Hajar mengatakan, kunjungan itu bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, pendekatan berbasis budaya dan kearifan lokal menjadi fondasi penting dalam menciptakan stabilitas daerah.
“Kenyamanan dan keamanan wilayah hukum Kabupaten Sumenep akan semakin kokoh jika ditopang oleh pendekatan kultural. Sebagai penegak hukum dan pelindung masyarakat, kepolisian diharapkan mampu menjalin hubungan yang dibingkai oleh nilai-nilai kearifan lokal, mengingat masyarakat Sumenep adalah masyarakat yang sangat menjunjung tinggi budaya,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Ia juga mengapresiasi langkah Kapolresta Sumenep, yang dinilai aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat sejak awal bertugas, mulai dari tokoh masyarakat, insan pers, hingga berbagai lapisan masyarakat.
Sementara itu, Kapolresta Sumenep, Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas penyerahan buku karya Bupati Sumenep.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Pendekatan berbasis kearifan lokal akan selalu kami kedepankan dalam pelaksanaan tugas kepolisian agar tercipta situasi kamtibmas yang aman, kondusif, serta hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat di Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan tokoh budaya, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang humanis dan semakin dekat dengan masyarakat. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com










