Lewat Pekan Seni Madura X, Sanggar Lentera Ajak Generasi Muda Hidupkan Kembali Dunia Seni

- Redaksi

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

BERSEMANGAT: Foto bersama usai menggelar Pekan Seni Madura (PSM) X di UPI Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

BERSEMANGAT: Foto bersama usai menggelar Pekan Seni Madura (PSM) X di UPI Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Di tengah semakin menurunnya minat generasi muda terhadap dunia kesenian, UKM Sanggar Lentera Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menyalakan semangat berkarya melalui Pekan Seni Madura (PSM) X.

Mengusung tema “Caring of Human Art”, kegiatan yang berlangsung pada 1–4 Juli 2026 ini menjadi momentum membangkitkan kembali denyut seni dan budaya Madura, diawali dengan peluncuran buku antologi puisi “Tuhan Aku Masih Berjuang” karya anggota Sanggar Lentera.

Kegiatan tersebut menghadirkan ruang ekspresi, edukasi, dan kolaborasi bagi seniman, pelajar, mahasiswa, komunitas seni, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga eksistensi kesenian di Madura.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum UKM Sanggar Lentera Universitas PGRI Sumenep, Fathur Rahman, mengatakan tema yang diangkat lahir dari kegelisahan panitia terhadap semakin memudarnya perhatian masyarakat terhadap dunia seni.

Karena itu, kata dia, Pekan Seni Madura X diharapkan menjadi titik awal kebangkitan semangat berkarya.

“Tema ini lahir dari kegelisahan kami terhadap kondisi peminat kesenian hari ini yang mulai redup. Satu-satunya cara untuk menyalakannya kembali adalah harus dimulai dari para pelaku seni itu sendiri,” katanya, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga :  Inovasi Sumenep Makin Dilirik, Pemprov NTB Datang Menimba Pengalaman

Menurutnya, peluncuran buku antologi puisi “Tuhan Aku Masih Berjuang” bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap sastra dan budaya.

“Kami ingin terus konsisten menghidupkan semangat berkesenian melalui kegiatan yang terbuka bagi siapa saja. Pekan Seni Madura menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk berkarya, berdialog, dan saling menginspirasi,” ujarnya.

Selain peluncuran buku yang dilanjutkan dengan sesi bincang buku, panitia juga menggelar berbagai agenda, mulai dari workshop teater, pertunjukan seni, diskusi kebudayaan, hingga apresiasi karya.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mendorong lahirnya karya-karya kreatif sekaligus memperkuat jejaring komunitas seni di Madura.

Fathur menilai, penyelenggaraan Pekan Seni Madura yang telah memasuki tahun ke-10 menjadi bukti konsistensi UKM Sanggar Lentera dalam menjaga keberlangsungan ekosistem kesenian di Pulau Madura.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang menjadi gerakan bersama dalam merawat seni dan budaya.

“Harapan kami, semangat berkesenian tidak hanya tumbuh dari kelompok kecil seperti Sanggar Lentera, tetapi juga menjalar ke komunitas-komunitas seni lainnya di Madura. Kami percaya para pelaku seni memiliki potensi besar untuk saling menghidupkan karya, saling menguatkan, dan bersama-sama menjaga nyala kesenian,” harapnya.

Melalui Pekan Seni Madura X, UKM Sanggar Lentera Universitas PGRI Sumenep berharap lahir semakin banyak ruang kreatif yang mampu menjembatani seniman dengan masyarakat.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara ke-80, Momentum Perkuat Sinergi Demi Sumenep Kondusif

Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap keberlangsungan seni, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesenian Madura sekaligus melahirkan karya-karya yang memberi makna bagi kehidupan sosial dan budaya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project
Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Sabtu, 26 September 2026 - 18:21 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI

Berita Terbaru