Pelihara Burung Hantu? Kenapa Tidak…

- Redaksi

Minggu, 10 November 2019 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, seputarjatim.com- Puluhan pemuda penggemar burung hantu yang tergabung dalam Komunitas Owl Sumenep (KOS) mengajak masyarakat luas untuk peduli keberadaan burung yang dinilai memiliki sisi mistis tersebut. Gathering anggota dilakukan setiap pekannya.

Para penggemar burung hantu ini mengajak serta burung kesayangan mereka ke taman Tajamara, Kecamatan Kota, Sumenep. Varian burung hantu yang dibawa beragam, mulai dari strix seloputo, buffy owl, obay, dan tyto alba.

Selain berbagi pengalaman dalam memelihara burung hantu, komunitas pecinta burung ini juga memamerkan keunikan burung hantu kepada masyarakat. Mereka juga mempersilahkan warga yang menonton untuk berswafoto dengan burung malam itu.

Baca Juga :  Terkait Vaksinasi, Achmad Iskandar Minta Pemerintah Lakukan Pendekatan Humanis

”Respon masyarakat ternyata cukup positif, bahkan banyak yang ingin foto dengan burung-burung hantu untuk diunggah ke media sosial mereka,” terang Rahmat Fauzi, Penasehat KOS, Minggu, 10/11/2019.

Menurut Fausi pertemuan rutin yang digelar ini juga untuk meluruskan pandangan masyarakat akan burung hantu.

Burung hantu menurut Fauzi juga memiliki keunikan seperti dapat berjoget dan memutar kepada hingga 180 derajat. Selain itu, burung hantu juga bisa dilatih free fly atau diterbangkan dan bisa kembali lagi ke pemiliknya.

”Pandangan banyak orang di Madura khususnya bahwa kalau ada burung hantu akan ada bahaya dan hal buruk lainnya, bahkan horor. Padahal itu sama sekali tidak benar, sebab burug Owl ini memiliki banyak keunikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah: Pariwisata di Jawa Timur Bangkit

Pihaknya ingin mengajak masyarakat juga mencintai burung owl dan tidak memandang burung hantu tersebut sebelah mata. Apalagi, burung hantu banyak bermanfaat bagi petani dalam membasmi hama tikus pada tanamannya.

”Melalui komunitas ini kami juga ingin memberitahukan kepada masyarakat khususnya petani bahwa burung hantu cukup efektif membasmi hama tikus di musim tanam. Dan ini tidak banyak orang yang tahu,” pungkas Fauzi. (rin/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia
Disbudporapar Sumenep Minta Pemdes Segera Bentuk Pokdarwis Pantai Galung 
Dibangun dari Teknologi Ramah Lingkungan, Pantai Galung Jadi Destinasi Wisata Baru di Sumenep
Disbudporapar Sumenep Targetkan 1,7 Juta Kunjungan Wisatawan di 2025
Demi Jaga Estetika, DLH Sumenep Bakal Percantik Taman Tajamara
Disbudporapar Sumenep Tergetkan 800 Kunjungan Wisatawan pada Liburan Idul Fitri 2025
Disbudporapar Sumenep Terus Kembangkan Pariwisata Demi Tingkatkan PAD 2025
4 Wisata Pantai di Sumenep Dapat Bantuan Motor ATV, Disbudporapar Larang Pengelola Minta Tarif Tambahan kepada Pengunjung

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:13 WIB

Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia

Kamis, 18 September 2025 - 11:42 WIB

Disbudporapar Sumenep Minta Pemdes Segera Bentuk Pokdarwis Pantai Galung 

Kamis, 18 September 2025 - 11:12 WIB

Dibangun dari Teknologi Ramah Lingkungan, Pantai Galung Jadi Destinasi Wisata Baru di Sumenep

Minggu, 29 Juni 2025 - 15:24 WIB

Disbudporapar Sumenep Targetkan 1,7 Juta Kunjungan Wisatawan di 2025

Jumat, 16 Mei 2025 - 20:52 WIB

Demi Jaga Estetika, DLH Sumenep Bakal Percantik Taman Tajamara

Berita Terbaru