Camat Batang-Batang Dinilai Buat Gaduh, Ini Respon Bupati Sumenep

39
×

Camat Batang-Batang Dinilai Buat Gaduh, Ini Respon Bupati Sumenep

Sebarkan artikel ini
Foto: tangkapan layar vidio camat Batang-Batang saat menggelar rapat kordinasi dengan kepala desa, di dampingi Kapolsek Batang-Batang dan Danramil Batang-Batang. (istimewa)
Foto: tangkapan layar vidio camat Batang-Batang saat menggelar rapat kordinasi dengan kepala desa, di dampingi Kapolsek Batang-Batang dan Danramil Batang-Batang. (istimewa)

Sumenep,Seputarjatim.com,-Pasca vidionya viral diberbagai Platform media sosial dan menuai banyak kritikan dari masyarakat Sumenep, Camat Batang-Batang Joko Suwarno akan dipanggil BKPSDM dan Inspektorat Sumenep karena dinilai telah membuat gaduh.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH. MH, dirinya menyampaikan bahwa pada waktu vidcon dengan para camat pihaknya tidak pernah menginstruksikan kepala desa agar mencuri sapi warga yang tidak mau di vaksin.

“Luruskan saja , Pakek logis saja ,kalau kita pastinya tidak akan memerintah yang gak masuk akal ,bisa di cek ke camat-camat yg lain, yang pasti kalau ada perintah pasti camat melakukan seperti itu semua,”Jelasnya saat dihubungi melalui sambungan teleponnya. Senin (16-08-2021)

Lanjut politisi partai PDI Perjuangan ini mengatakan, meskipun yang bersangkutan sudah mengklarifikasi dan meminta maaf melalui vidio tidak lantas permasalahan akan selesai begitu saja.

“Nanti akan dipanggil BKPSDM mas, walau sudah klarifikasi tetap secara birokrasi akan dipanggil, “pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Kecamatan Batang-Batang,Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur dibuat resah dengan beredarnya sebuah vidio yang diduga disampaikan oleh camat Batang-Batang dalam rapat kordinasi kecamatan Batang-Batang.

Vidio yang berdurasi 2.50 menit tersebut kini viral di platform media sosial WhatsApp, dalam cuplikan vidio tersebut orang yang diduga camat Batang-Batang menyampaikan,” kalebunnya takut dengan masyarakat karena takok  tak epele pole (takut tidak dipilih lagi) tahun 2025 atau 2026, itukan masih lama, kalebun (kades) punya kartu AS, kecok sapena mun oreng setak endek e vaksin (curi sapinya bagi orang yang tidak mau di vaksin).

Dalam dalam vidio itu, orang yang diduga camat Batang-Batang tersebut dengan jelas menyebut nama Bupati Sumenep, seolah-olah intruksi tersebut berasal dari Bupati Sumenep yakni Achmad Fauzi.

Baca Juga :  Masalembu, Keindahan Pulau Terjauh

Jadi kemungkinan besar kepala desa dari 16 ini akan dipanggil oleh bapak Bupati, nanti minta penjelasan paling tidak tolong yang mewakili sampaikan kepada bu kalebun dan pak kalebunnya agar sewaktu-waktu nanti bapak bupati memanggil pak kalebun dan bu kalebun sudah siap, alasannya apa kok sampai masyarakatnya rendah vaksin.

Bahkan dalam vidio yang ramai diperbincangkan saat ini menyebutkan bahwa di kecamatan Batang-Batang ada kepala desa yang belum di vaksin sama sekali, “,, ada kalebun (kades) yang sudah di vaksin 1kali, tidak mau divaksin yang kedua, inilah yang membuat dampak masyarakat kita khususnya di kecamatan batang-batang total keseluruhan 9% kabupaten Sumenep baru terserap dibandingkan dengan jawa.

Camat Batang-Batang, Joko Suwarno mengakui orang dalam video tersebut adalah dirinya yang sedang memimpin rapat koordinasi terkait vaksinasi di Batang-Batang pada Jumat (13/8/2021) sekira pukul 13.00 WIB.

Baca Juga :  Asyiknya Mancing di Rumah Ikan

Menurutnya, video yang tersebar itu hanya merekam sebagian dari rangkaian rapat koordinasi yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Batang-Batang.

“Sebenarnya itu hanya guyon. Semua itu saya sampaikan mengingat vaksinasi di Kecamatan Batang-Batang masih rendah,” terang Camat Joko.

“Alasan yang disampaikan beberapa kepala desa kenapa banyak masyarakat yang enggan untuk divaksin, karena sebagian dari mereka termakan hoax tentang vaksin,” imbuhnya.

Terkait ‘Perintah Bupati’, lanjut Camat Joko, yang dimaksud bukan perintah untuk nyuri sapi warga. Akan tetapi perintah Bupati yang dimaksud dalam pernyataan itu adalah memaksimalkan vaksinasi agar pandemi Covi-19 segera berlalu.

“Hanya saja, diksinya nyambung dengan kata ‘keco’ sapena muntak endha’ evaksin, sehingga wajar yang tidak ikut rapat atau hanya berdasar potongan video itu mengira Bapak Bupati menyuruh para Kades nyuri sapi warga yang menolak divaksin,” paparnya.

Camat Joko juga meminta maaf kepada Bupati dan masyarakat Sumenep, apabila guyonannya itu telah membuat resah.

“Saya mohon maaf, sekali lagi tidak ada maksud untuk membuat resah masyarakat,” ujarnya.

Terakhir, Camat Joko meminta pemilik video agar tidak menyebarnya lagi. Sebab, itu merekam kejadian tidak utuh.

“Saya berharap agar video tersebut tidak usah disebar ulang, karena itu tidak menyampaikan secara utuh tentang jalannya rapat koordinasi yang kami ikuti,” pungkasnya. (Bambang)

Tinggalkan Balasan