Home / Tak Berkategori

Corona: Jangan Mudik, Berharap Jiwa Besar Perantau

- Redaksi

Sabtu, 25 April 2020 - 11:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Warga Pulau Giliraja harus jalan di laut menuju perahu saat akan mudik ke kampung halaman. (Didik/SJ Foto/dok)

Warga Pulau Giliraja harus jalan di laut menuju perahu saat akan mudik ke kampung halaman. (Didik/SJ Foto/dok)

SUMENEP, seputarjatim.com- Sulit memang membendung niat warga Madura untuk mudik tahun ini. Mudik adalah tradisi. Pulang ke kampung halaman adalah sikap hormat, bagi mereka, perantau, pada sesepuh.

“Bukan benci perantau. Mereka juga saudara kami. Kami pun rindu. Tapi biarlah, kami harap tahun ini mereka tak mudik,” ujar Ami berkaca-kaca.

Ami sadar, bertemu dengan sanak saudara yang lama merantau adalah hal menggembirakan. Terlebih di momen Idul Fitri nanti. Tradisi toron telah mengakar di darah warga Madura. Lebaran berarti pulang. Lebaran adalah toron.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun berbeda tahun ini. Corona seperti sekat. Mudik adalah dilema. Perantau Madura mulai menimang-nimang tradisi toron.

“Kakak di Jakarta sempat telepon. Tanya kabar Abah dan Umi di kampung. Di awal Ramadhan kakak sudah memutuskan tak pulang kampung. Abah diam mendengar penjelasan Kakak. Saya ikut terdiam. Telponnya di Loudspeaker. Raut wajah Umi ikut lesu,” imbuh Ami.

Baca Juga :  5 Frekuensi Radio 'Hazard' Penerbangan Ditertibkan

Dua tahun bekerja di Jakarta tanpa pulang kampung memang terbilang lama.
“Tahun lalu kakak mau pulang. Tapi karena perusahaan minta Kakak kerja extra time, akhirnya Kakak batal mudik. Janjinya tahun ini, tapi ya gitu, sulit karena corona,” kata Ami terbata-bata.

Menurut Ami memang beralasan, pemerintah melarang warga muslim Indonesia tidak mudik tahun ini. Mobilitas mudik menurutnya dapat memperluas sebaran virus corona. Belum lagi resiko perjalanan jauh perantau, yang harus melewati zona merah lain corona.

Baca Juga :  Keluarga Korban Kanjuruhan menghormati Putusan Hakim, Tak Ingin Larut Dalam Kesedihan

“Kami juga sayang mereka. Kami khawatir bila mereka pulang kampung. Karena virus ini serius. Biarlah kami aman disini, dan Kakak juga aman di Jakarta,” sambungnya.

Ami berharap kesadaran para perantau lain Madura yang masih nekat mudik tahun ini. Mudik berarti memperbesar resiko sebaran corona. Mudik membahayakan si-pemudik dan keluarga besarnya di rumah.

“Siapa yang tidak sedih jika tidak dapat bertemu keluarga setahun sekali. Saya, Abah, Umi juga merasakan. Bayangkan, Abah dan Umi bahkan sudah membelikan Kakak sarung dan sajadah baru untuk digunakan shalat Ied nanti,” ujar Ami sambil berlalu. (*)

* Penulis Didik Setia Budi, tinggal di zona merah. 

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkada 2029 Mulai Dipersiapkan, Pemkab Sumenep Rancang Dana Cadangan Rp75 Miliar
SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
RAPBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan, Insentif Guru hingga Bantuan Perahu Nelayan Disiapkan
Hadapi Kekeringan, Khofifah Ajak Wabup Sumenep Gelar Shalat Istisqa, OMC Terus Dilakukan
Khofifah Indar Parawansa Bawa Paket Bantuan ke Sumenep, Rp50 Miliar Disiapkan untuk 50 Ribu Pelajar Jatim
Gubernur Jatim ke Sumenep Bawa Bantuan 1,5 Truk Aspal, Cukupkah untuk Jalan Berlubang?
Bahas APBD 2027, DPRD Sumenep Siapkan Arah Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Pilkada 2029 Mulai Dipersiapkan, Pemkab Sumenep Rancang Dana Cadangan Rp75 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51 WIB

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:03 WIB

RAPBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan, Insentif Guru hingga Bantuan Perahu Nelayan Disiapkan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Hadapi Kekeringan, Khofifah Ajak Wabup Sumenep Gelar Shalat Istisqa, OMC Terus Dilakukan

Berita Terbaru