Dinkes Sumenep Gelar Workshop Penerapan Puskesmas BLUD

- Redaksi

Senin, 9 September 2019 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta workshop penerapan Puskesmas BLUD ikuti foto bersama. (Farin/ SJ foto)

Peserta workshop penerapan Puskesmas BLUD ikuti foto bersama. (Farin/ SJ foto)

SUMENEP, seputarjatim.com Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur adakan persiapan penerapan puskesmas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Aula Hotel Utami Kabupaten Sumenep, Senin, 09/09/2019.

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) merupakan salah suatu bentuk pelayanan masyarakat yang akan  diterapkan kepada seluruh puskesmas di Kabupaten Sumenep baik daratan maupun kepulauan. BLUD sendiri merupakan penyediaan barang dan jasa yang dibuat tanpa adanya tujuan profit atau keuntungan.

“Puskesmas merupakan pelayanan yang paling dekat dengan masyarakat, maka kita terus mencari terobosan dan inovasi salah satunya yaitu penerapan BLUD,” terang Sekda Edy Rasyadi, dalam sambutannya.

Agus Mulyono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep dan Sekda Kabupaten Sumenep Edy Rasiyadi saat membuka Workshop penerapan BLUD, Senin, 09/09/2019. (Farin/ SJ foto)

Implementasi BLUD juga dilaksanakan berdasarkan atas dasar hukum penyelenggaraan BLUD.

“BLUD khusus puskesmas menjadi keniscayaan dan telah diatur dalam regulasi yang ada yaitu Peraturan Pemerintah No 23 Tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan negara sebagaimana telah diubah dengan peraturan pemerintah No 74 Tahun 2012,” terang Agus Mulyono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep.

Agus juga mengatakan, bahwa penerapan BLUD diharapkan dapat meningkatkan pelayanan masyarakat, dan pelaksanaannya harus sesuai dengan regulasi yang berkaitan dengan kaidah-kaidah BLUD.

Baca Juga :  Wartawan Dikeroyok, Kapolres: Kami Telah Membentuk Tim
Workshop diikuti perwakilan dari 30 Puskesmas se-Kabupaten Sumenep. (Farin/ SJ foto)

Dalam pelaksanaannya, Workshop ini diikuti 30 puskesmas di seluruh Kabupaten Sumenep, dengan jumlah peserta 140 orang perwakilan  puskesmas, yang meliputi Kepala Puskesmas, KTU, Bendahara, dan pejabat penanggung jawab BLUD. Workshop akan digelar hingga 3 hari kedpean, dan dibimbing oleh tim syncore.

“Pelaksanaan workshop dilaksanakan 3 hari, pagi hingga sore dengan dipandu oleh narasumber sehingga perlu kesiapan secara baik, kegiatan tidak berakhir di workshop tetapi akan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan berupa tatap muka dan pendampingan jarak jauh melalui media online,” pungkas Agus Mulyono. (far/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Moh Anwar Sumenep Pastikan IGD Tetap Siaga 24 Jam selama Libur Idul Adha 1447 H
RSUD Moh Anwar Sumenep Sebut Bidan Jadi Penopang Utama Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi
Cegah Praktik Titipan, RSUD Moh Anwar Sumenep Libatkan APH dan Penyuluh KPK Awasi Rekrutmen BLUD 2026
Harkitnas ke-118, RSUD Moh Anwar Sumenep Dorong Pelayanan Kesehatan Lebih Berkualitas
Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan
ACCESS Siap Teliti Dampak MBG terhadap Gizi Anak di Pamekasan, DPRD dan Dinkes Beri Dukungan Penuh
Perkuat Kepercayaan Publik, RSUD Moh Anwar Sumenep Terapkan Kebijakan Kompensasi Pasien
Keselamatan Pasien Jadi Prioritas, RSUD Moh Anwar Sumenep Perkuat Sistem Validasi Data

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:44 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Pastikan IGD Tetap Siaga 24 Jam selama Libur Idul Adha 1447 H

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:01 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Sebut Bidan Jadi Penopang Utama Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:40 WIB

Cegah Praktik Titipan, RSUD Moh Anwar Sumenep Libatkan APH dan Penyuluh KPK Awasi Rekrutmen BLUD 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:06 WIB

Harkitnas ke-118, RSUD Moh Anwar Sumenep Dorong Pelayanan Kesehatan Lebih Berkualitas

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:50 WIB

Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan

Berita Terbaru