Home / Tak Berkategori

Dorong Swasembada Protein Hewani, Jatim Siap Kirim Inseminator Ke Provinsi Lain

- Redaksi

Jumat, 11 Oktober 2019 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubenur Khofifah memantau ternak sapi dalam Rapat Evaluasi dan Peningkatan Kapasitas SDM bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Surabaya, Kamis, 10/10/2019. (Fahmi/ SJ Foto)

Gubenur Khofifah memantau ternak sapi dalam Rapat Evaluasi dan Peningkatan Kapasitas SDM bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Surabaya, Kamis, 10/10/2019. (Fahmi/ SJ Foto)

SURABAYA, seputarjatim.com Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan diri siap membantu provinsi lain dalam menyukseskan target pemerintah untuk mewujudkan swasembada protein hewani. Salah satu program yang tengah digalakkan pemerintah melalui Kementerian Pertanian yaitu Program Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) yang merupakan program untuk meningkatkan populasi ternak melalui kawin suntik.

“Jumlah inseminator dan pemeriksa kebuntingan di Indonesia masih terbatas. Sementara di Jawa Timur, tenaga kami cukup berlebih. Kami siap memberi dukungan kepada provinsi lain yang membutuhkan,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat Rapat Evaluasi dan Peningkatan Kapasitas SDM bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Surabaya, Kamis, 10/10/2019.

Inseminator adalah petugas yang melaksanakan inseminasi buatan dengan menyuntikkan semen beku atau sperma ternak ke tubuh sapi betina. Inseminator berperan penting karena merupakan aktor utama dalam melakukan aktivitas inseminasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memperoleh penghargaan dari Kementerian Pertanian sebagai Pembina Upsus Siwab Tingkat Provinsi dengan Aseptor Terbanyak se-Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Dengan angka kelahiran sapi mencapai 1.396.116 ekor per tahun melampaui target nasional pada angka 1.300.000 ekor, Mentan Andi Amran menyebut Jawa Timur sebagai Role Model Upsus Siwab bagi wilayah lain di Indonesia.

Baca Juga :  Direktur RSUD Sumenep: Saya Minta Gedung Poli Terpadu Segera Dirampungkan

Khofifah memaparkan, jumlah inseminator di Jawa Timur sendiri mencapai 1.438 orang. Sebanyak 1.295 orang atau sekitar 90 persen diantaranya telah mengantongi sertifikat kompetensi profesi dari lembaga sertifikasi profesi. Sementara jumlah Petugas Pemeriksa Kebuntingan (PKB) dan Asisten Teknik Reproduksi (ATR) masing-masing berjumlah 1.051 orang dan 600 orang.

Jawa Timur, lanjut Khofifah, siap menjadi role model bagi peningkatan jumlah populasi sapi di Indonesia. Hingga quartal IV Tahun 2019, jumlah populasi sapi di Jatim tercatat sebanyak 4.7 juta ekor. Meningkat signifikan dari sebelumnya yang hanya berjumlah 4,6 juta ekor di tahun 2018.

“Prinsipnya kami siap berbagi ilmu, membantu Kementan dan provinsi lain untuk memenuhi target swasembada protein hewani,” imbuhnya.

Khofifah mengatakan, sebagai tulang punggung nasional dalam percepatan peningkatan populasi sapi, Jawa Timur sendiri ditargetkan dapat melakukan Inseminasi Buatan (Kawin Suntik) sebanyak 1.3 juta ekor (43 persen dari target kawin suntik nasional) dan diikuti terjadinya kelahiran 1 juta ekor (52 persen dari target kawin suntik nasional).

Secara substansi, menurut Khofifah program Upsus Siwab selaras dengan inovasi “Intan Selaksa” atau “Inseminasi Buatan Sejuta Lebih Anakan Sapi” yang digagas oleh Pemprov Jatim sebagai wujud implementasi Nawa Bhakti Satya khususnya Jatim Agro. Melalui program tersebut, sapi tidak hanya dipacu untuk bereproduksi, namun juga dari sisi pemenuhan pakan dan pengendalian terhadap penyakit.

Baca Juga :  Polemik Asta Tinggi Terus Berlanjut

“Kami ingin Jawa Timur bisa terus menjadi wilayah penghasil sapi-sapi berkualitas. Karenanya, Pemprov Jatim secara konsisten memperhatikan dan mendorong usaha peternakan rakyat,” tuturnya.

Siapkan Juru Penyembelihan Halal

Sementara itu, Khofifah juga menyampaikan jika saat ini Pemprov Jawa Timur tengah menyiapkan program Juleha atau Juru Penyembelihan Halal. Program inisiasi dari Pemprov Jatim ini merupakan salah saktu bukti kesiapan Jawa Timur dalam menyambut potensi ekspor daging sapi asal Indonesia.

“Jika nantinya Kementan sudah menyatakan bahwa kita siap ekspor, maka Jawa Timur telah siap untuk dijadikan wilayah pengolahan daging sapi beserta turunannya di manapun di Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan Khofifah, Juleha ini bertujuan untuk membangun Rumah Potong Hewan (RPH) modern yang ber Standart Nasional Indonesia (SNI). Harapannya, program ini dapat diaplikasikan di seluruh RPH-RPH yang ada di Jawa Timur bahkan hingga ke wilayah Madura yang memiliki jumlah populasi sapi tinggi.

Dengan demikian, seluruh produk yang keluar dari RPH memiliki kepastian akan status halalnya dan siap dikonsumsi seluruh masyarakat. (fah/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura
ACCESS Siap Teliti Dampak MBG terhadap Gizi Anak di Pamekasan, DPRD dan Dinkes Beri Dukungan Penuh
KNPI Sumenep Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Siap Satukan Energi Pemuda untuk Kemajuan Daerah
Pencairan PKH dan BPNT Tahap II 2026 Mulai Bergulir, Dinsos Sumenep Tegaskan Tak Ada Potongan Apa Pun
Jelang Idul Adha, Dinsos Sumenep Pastikan Daging Kurban Menjangkau Pelosok dan Kepulauan
Kejari Sumenep Perpanjang Penahanan Kades Pragaan Daya, Dugaan Kasus Korupsi Rp585 Juta Siap Masuk Meja Hijau
Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026
Perkuat Kepercayaan Publik, RSUD Moh Anwar Sumenep Terapkan Kebijakan Kompensasi Pasien

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:21 WIB

Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:10 WIB

ACCESS Siap Teliti Dampak MBG terhadap Gizi Anak di Pamekasan, DPRD dan Dinkes Beri Dukungan Penuh

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:31 WIB

KNPI Sumenep Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Siap Satukan Energi Pemuda untuk Kemajuan Daerah

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:38 WIB

Pencairan PKH dan BPNT Tahap II 2026 Mulai Bergulir, Dinsos Sumenep Tegaskan Tak Ada Potongan Apa Pun

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:31 WIB

Jelang Idul Adha, Dinsos Sumenep Pastikan Daging Kurban Menjangkau Pelosok dan Kepulauan

Berita Terbaru