Gempur Rokok Ilegal, Satpol PP Sumenep Gelar Panggung Kreasi Sebagai Sarana Sosialisasi

News, Pemerintahan936 Dilihat

SUMENEP, seputarjatim.com–Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melalui Satpol PP setempat menggelar panggung kreasi sebagai sarana atau sosialisasi pemberantasan rokok ilegal yang ada di ujung timur Pulau Madura. Sabtu (7-120-2023).

Acara yang di tempatkan di tengah alun – alun kota tersebut sukses menyedot animo masyarat, serta acara yang sumber dananya dari anggaran DBHCHT tahun 2023 itu dihadiri dari pihak perwakilan Bea Cukai Madura.

Achmad Laili Maulidy selaku Kepala Satpoll PP Sumenep, dalam sambutannya mengatakan bahwa, panggung kreasi ini sengaja digelar sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat untuk menekan peredaran rokok Ilegal yang ada di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  ATM Tanpa Kartu, Terobosan BPRS Sumenep di Masalembu

IMG 20231011 WA0050

“Pemilihan panggung kreasi sangat tepat dalam melakukan sosialisasi pencegahan dan memberantas rokok ilegal. Sebab, selain kita menghidupkan kesenian, penggung kreasi ini dapat mengedukasi masyarakat tentang rokok ilegal,” ungkapnya.

Laili berharap, melalui pagelaran panggung kreasi ini sosialisasi berantas rokok ilegal dapat tersampaikan kepada masyarakat Sumenep secara luas.

“Kami minta masyarakat Sumenep untuk mendukung program gempur rokok ilegal dengan tidak membeli rokok ilegal tanpa disertai pita cukai, serta memberikan informasi apa bila ditemukan aktivitas rokok ilegal,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bea Cukai Madura yang diwakili Tesar Pratama selaku Humas bea cukai Madura dalam sambutannya memaparkan, bahwa Bea Cukai Madura tak pernah berhenti ajak masyarakat untuk ikut serta memberantas rokok ilegal di Madura.

Baca Juga :  Sambut HUT RI Ke-77, Ribuan Pengunjung Boekit Tawap lengleng Joget Bareng Irwan

“Untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat dalam upaya menekan peredaran rokok ilegal, Bea Cukai Madura bersinergi dengan Pemkab Sumenep dalam hal ini Satpol PP Kabupaten Sumenep,” ucapnya.

Masih kata Tesar, dirinya menyampaikan beberapa hal-hal terkait dengan pengertian cukai, karakteristik barang kena cukai, apa saja yang termasuk barang kena cukai, dan hal-hal yang terkait dengan DBHCHT.

“Pada tahun 2022 yang lalu, Bea Cukai Madura mencatatkan penerimaan cukai sebesar Rp. 622,97 miliar yang sebagian besar merupakan penerimaan dari sektor cukai hasil tembakau,” pungkasnya. (Bam)

Komentar