Gubernur Khofifah: Tujuan Bernegara Kita Sama, Jangan Mau Diadu Domba

- Redaksi

Selasa, 1 Oktober 2019 - 14:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Gubernur Khofifah menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, 01/10/2019. (Fahri/SJ Foto)

Gubernur Khofifah menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, 01/10/2019. (Fahri/SJ Foto)

SURABAYA, seputarjatim.com– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan dasar dan tujuan negara yang telah dicanangkan pendiri bangsa bersifat mutlak untuk dipertahankan.

“Dasar negara Pancasila harus tetap terjaga dan setiap warga negara punya kewajiban yang sama untuk menjaga dan mempertahankannya. Begitu pula dengan tujuan bernegara yakni mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ungkap Khofifah setelah menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, 01/10/2019.

Khofifah mengatakan, karena tujuan bernegara kita semua sama, maka jangan mau diadu domba oleh pihak-pihak yang sengaja ingin mengganggu stabilitas dan kohesifitas serta persatuan bangsa ini. Saat yang sama, kata dia, ada yang dengan sengaja menggoreng isu-isu yang berkaitan erat dengan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dengan berbagai bumbu dan sengaja dikemas dengan narasi yang sarat provokasi.

Provokasi itu, lanjut Khofifah, diproduksi dan disebar massif melalui berbagai kanal komunikasi seperti portal berita, media sosial, whatsapp group, sms, direct message, dan lain sebagainya. Mereka yang tidak paham akan situasi ini akan sangat mudah termakan hoax dan terprovokasi.

“Ini sangat berbahaya karena sengaja menggiring rakyat kepada konflik individu, golongan, bahkan sosial., vertikal dan horisontal . Kondisi ini jika tidak kita lawan bersama dapat berakibat fatal yakni terjadinya disintegrasi bangsa,” imbuhnya.

Foto 7 Pahlawan Revolusi dipasang di Gedung Negara Grahadi untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Selasa, 01/10/2019. (Fahri/SJ Foto)

Khofifah menuturkan, jangan sampai “sepele dadi gawe”. Artinya, jangan hanya karena masalah yang kecil tetapi berdampak besar dan berkepanjangan akibat disusupi provokasi dan kabar-kabar bohong.

Baca Juga :  Bentuk Alis, Cara Mudah Menebak Karakter Wanita

“Kita harus sadar dan waspada, di era post truth dan digitalisasi informasi seperti sekarang ini banyak kabar bohong (hoax) , fitnah, adu domba, dan ujaran kebencian yang tersebar luas di ruang-ruang publik dan privat,” pesannya.

Untuk meminimalisir dan meredam konflik dan adu domba, lanjut Khofifah, maka sudah selayaknya kita melakukan tabayyun (klarifikasi) jika terima dan akan share informasi. Ruang dialog harus dibuka untuk menciptakan saling pengertian dan keterbukaan guna menghindari perselisihan terus menerus.

“Hari Kesaktian Pancasila harus dimaknai sebagai sebuah kewajiban kolektif semua anak bangsa untuk mengingat kembali tujuan kita bernegara, menjadi bangsa yang mandiri sesuai dengan cita-cita Pancasila. Pancasila adalah dasar penguatan karakter bangsa menuju Indonesia maju dan sejahtera,” paparnya. (fah/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Boyong Tiga Penghargaan Syariah Award Jawa Timur sebagai Juara 1
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project
Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat
35 Perusahaan Ramaikan Sumenep Job Fair 2026, Akses Lowongan Kerja Dibuka Lebar
Dugaan Investasi MBG di Madura Tembus Rp7 Miliar, Istri Anggota DPR RI Jadi Terlapor

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 12:49 WIB

Pemkab Sumenep Boyong Tiga Penghargaan Syariah Award Jawa Timur sebagai Juara 1

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Sabtu, 26 September 2026 - 18:21 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI

Jumat, 25 September 2026 - 08:48 WIB

PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Rabu, 23 September 2026 - 00:20 WIB

Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project

Berita Terbaru