oleh

Ika Prihatiningsih, Dokter Muda Yang Bertugas Di Pelosok Desa

Sumenep,Seputarjatim.com,-Menjadi dokter adalah jawaban sebagian anak kecil terutama anak perempuan saat ditanya apa cita-cita mereka kelak ketika dewasa. Salah satu anak perempuan yang bermimpi menjadi dokter dan berhasil mewujudkan mimpinya adalah Ika Prihatiningsih atau akrab disapa dr.Ika.

Perjalanannya untuk menjadi seorang dokter tidak seindah mimpinya, begitu banyak rintangan dan perjuangan yang dr. Ika lewati untuk meraih gelar dokter.

Pekerjaan menjadi dokter pada awalnya mungkin tidak seperti yang ia bayangkan ketika duduk di bangku sekolah, tetapi nasehat dan semangat dari kedua orang tua yang selalu diingat dan dijadikannya sebagai pedoman dalam perjalanan hidupnya.

“Terus semangat dan selalu mengucap syukur untuk perjalanan hidup menuju perubahan hidup yang semakin amanah, yang lebih baik lagi untuk kemanusiaan, untuk negara, untuk semesta. Karena sekali lagi, sebaik2nya manusia adalah yang paling dapat bermanfaat bagi orang lain,” ucap dr satu anak ini. Senin (6-9-2021)

Ditanya alasan apa yang memantapkan dirinya menempuh jalur kedokteran, yakni ketertarikan dirinya didunia kesehatan, kepedulian untuk membantu orang lain, populasi dan lingkungan agar dapat hidup lebih sehat serta keinginan untuk mengabdikan diri untuk masyarakat.

“Alasan inilah yang kemudian membuat saya mantap memilih dunia medis, agar jalan untuk menolong sesama semakin terbuka lebar,” Paparnya.

Lanjut dokter muda yang bertugas di Puskesmas Muncek Tengah Kecamatan Lenteng ini menambahkan, bahwa menjadi seorang dokter, dibutuhkan dedikasi dari hati nurani, dan harus memiliki keinginan untuk membantu orang. Dedikasi itulah yang akan membuat seseorang sukses menjadi seorang dokter.

“Pekerjaan seorang dokter adalah menolong orang dan harus datang dari hati, itulah nomor satu. Dalam sisi fisik, seorang dokter selalu harus dalam keadaan prima, dimanapun dan kapanpun harus siap membantu. Seorang dokter telah bersumpah untuk membantu orang kapanpun, sehingga kita istiqomah, terimalah dengan jadinya itu.”terangnya.

Fokus dan serius belajar menjadi seorang dokter dengan penuh dedikasi, tentu ada momen-momen yang tidak akan terlupakan dalam pengalamannya di sekolah kedokteran. “Sebuah avoture, terkait kegiatan sekolah, yang akan selalu menjadi catatan dalam hidup saya.”pungkasnya.(Bambang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *