Launching Kalender Wisata 2023, Addul Asnan Ingin Jadi Tour Guide

Cerpen oleh: Didik Setia Budi, Ayahnya Kiswa dan Syauqi

- Redaksi

Selasa, 20 Desember 2022 - 23:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Ilustrasi.

Ilustrasi.

SUMENEP, seputarjatim.com- “My name Addul, and beside me Asnan. Let’s go to Giliyang Island,” Addul tampak membaca tulisan pada sobekan kertas. Tumben belajar Bahasa Inggris. Asnan melongo, di sebelahnya.

“Dul, ngapain kamu belajar Bahasa Inggris?” Tanya Asnan heran.

“Gak dengar ya? Sumenep baru aja merilis kalender wisata. Ada puluhan even wisata, bro. Di tahun 2023 pasti banyak turis datang. Kalau bisa Bahasa Inggris, pasti laku bisa jadi guide tour,” ujar Addul bersemangat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“My name Addul, and beside me Asnan. Let’s go to Giliyang Island,” Addul kembali mengulang ejaannya. Kini mulai lancar.

“Apa kamu yakin nanti banyak turis yang datang ke Sumenep, Dul?” Tanya Asnan.

“My name Addul…..,” ejaan Addul terhenti seketika. Matanya menatap sobekan kertas yang dipegang. Hening sejenak.

“Kan sudah ada kalender wisata. Seperti Kerapan Kambing, fun bike Pulau Oksigen, maraton beach, pasti nanti banyak turis datang,” ujar Addul yakin.

Baca Juga :  48 Pasang Sapi Siap Adu Cepat di Karapan Sapi Rebut Piala Bupati Sumenep

“Launching kalender wisata juga lebih awal dibanding Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Timur. Yakin saya, ada ribuan turis yang akan datang nanti,” Addul menambahkan.

Pak Apel tiba-tiba muncul naik motor bravo. Sedikit gaul, rambutnya dipirang kini. Cat warna kuning khas turis.

“Hallo brother, yes or no?” Sapa Pak Apel. Addul Asnan ketawa terbahak-bahak. Mata mereka saling memandang. Ketawa lagi.

“Pak Apel, rambut sampean kenapa kok kayak turis gini?” Addul bertanya.

“Visit Sumenep, brother, masa belum dengar. Kita harus menyesuaikan. Biar tampilan kita menyesuaikan dan bisa berbaur dengan turis-turis,” kata Pak Apel sambil menyedot rokok kretek kesukaannya, oepet.

“Apa sampean yakin banyak turis yang datang Pak Apel?” Asnan mengulang pertanyaannya.

Knalpot bravo masih menderu. Pak Apel masih duduk gagah diatasnya. Asap oepet campur dengan asap motornya. Pak Apel tampak berpikir.

“Sebenarnya ya gak yakin, Nan. Karena turis yang datang tiap tahunnya sedikit. Cuma judul acaranya aja yang di Inggris-Inggriskan: Calender Event Sumenep Visit 2023! Isinya ya tetap orang lokal,” Kata Pak Apel.

Baca Juga :  Bupati Bawa Pesan Persatuan di Puncak Perayaan Hari Jadi ke-757 Sumenep

Kunci Bravo dimatikan. Pak Apel turun dari motornya. Melihat alat pengeras suara masjid. Mendadak Pak Apel sampaikan ide brilian.

“Dul, Nan, coba umumkan di masjid. Seluruh warga dusun dianjurkan untuk mengecat rambutnya berwarna pirang. Untuk antisipasi, kalau nanti turis yang datang ke Sumenep sedikit,” kata Pak Apel.

“Betul Pak Apel!” Sahut Addul Asnan kompak.

“Minimal kalau kena foto atau syuting wartawan, even-even di Sumenep nanti terlihat ramai, meriah, dihadiri ribuan turis,” pungkas Pak Apel.

Addul Asnan setuju. Keduanya lari ke arah masjid. Pak Apel ngaca di spion bravo, tersenyum dengan rambut pirangnya.

“My name Pak Apel, beside me Addul and Asnan,” Pak Apel mengeja kertas yang ditinggal Addul.

“Yes or No, Let’s Go….!” Kata pak Apel sambil memacu bravonya ke arah Masjid. (*)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Kali Tembus KEN, Bupati Andalkan Musik Tong-Tong untuk Promosikan Budaya Madura
Bupati Bawa Pesan Persatuan di Puncak Perayaan Hari Jadi ke-757 Sumenep
Musik Tongtong Sumenep Siap Menggema di MotoGP Mandalika 2026, Bawa Budaya Madura ke Panggung Dunia
Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman
Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar
Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026
Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Dua Kali Tembus KEN, Bupati Andalkan Musik Tong-Tong untuk Promosikan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Bupati Bawa Pesan Persatuan di Puncak Perayaan Hari Jadi ke-757 Sumenep

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Musik Tongtong Sumenep Siap Menggema di MotoGP Mandalika 2026, Bawa Budaya Madura ke Panggung Dunia

Senin, 7 September 2026 - 06:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:44 WIB

Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar

Berita Terbaru

ILUSTRASI: H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma, keduanya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep (Foto Istimewa)

Opini Publik

Sumenep Butuh Sosok H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:58 WIB