Lelang dan Bursa Pusaka, Ajang Silaturahmi Penghobi Keris dan Akik

- Redaksi

Selasa, 23 Mei 2023 - 04:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana lelang dan bursa pusaka yang digelar di kawasan Asta Tinggi, Sumenep, Senin malam, 22/5/2023. (Foto Istimewa)

Suasana lelang dan bursa pusaka yang digelar di kawasan Asta Tinggi, Sumenep, Senin malam, 22/5/2023. (Foto Istimewa)

SUMENEP, seputarjatim.com- Malam Selasa adalah waktu yang ditunggu para penghobi keris dan akik di Sumenep, untuk saling bertemu dan bersilaturahmi. Bertempat di sebuah sudut Asta Tinggi, puluhan warga berdatangan ke lokasi sambil membawa koleksi benda pusaka mereka.

Sunarto, Ketua Paguyuban lelang dan bursa pusaka menuturkan jika awalnya acara ini dikemas sederhana. Pertemuan penghobi mulanya digelar di rumahnya. Namun seiring berjalannya waktu, dan makin bertambahnya penghobi pusaka, lokasi kumpul dipindahkan ke kawasan Asta Tinggi.

“Lelang dan Bursa benda pusaka ini digelar pertama kali Bulan Februari lalu. Berawal dari keinginan teman-teman agar memiliki tempat khusus sebagai lokasi diskusi dan jual beli benda pusaka,” terang Sunarto, Selasa dini hari, 23 Mei 2023.

Sunarto, Ketua Paguyuban lelang dan bursa pusaka Sumenep. (Foto Istimewa)

Acara dikemas sederhana. Para penghobi yang datang, bebas melelang barang mereka kepada peserta yang hadir. Harga dipatok mulai dari terendahnya 50 ribu, hingga jutaan rupiah.

“Lelang dan Bursa ini sangat penting. Disini berlangsung perputaran ekonomi. Barang-barang yang dihasilkan para pengrajin keris dapat dijual bebas,” imbuh Sunarto.

Terkait keberadaan lelang dan bursa pusaka ini, Sugiyanto, salah seorang kolektor keris dan akik mengaku senang dan terbantu dari segi penjualan.

Baca Juga :  Upaya Lestarikan Budaya, Pemkab Sumenep Gelar Kerapan Sapi Tingkat Kabupaten

“Selama ini kami penghobi pusaka khususnya keris dan akik belum memiliki stand penjualan khusus. Pasar resmi pemerintah juga belum ada. Jadi solusinya berjualan di acara lelang dan bursa ini,” kata Sugiyanto yang akrab disapa Kang Sugik.

Kedepan, Sugiyanto berharap Kabupaten Sumenep yang telah dikenal sebagai Kota Keris, benar-benar memiliki pasar khusus pusaka. Dengan begitu, masyarakat luar Sumenep yang datang ke Kota Keris dapat mudah mengunjunginya saat sedang berburu keris.

“Semoga semangat teman-teman penghobi pusaka dapat didengar Pak Bupati Fauzi,” pungkas Sugiyanto. (red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026
Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep
Festival Musik Tong-Tong Masuk KEN 2025, Disbudporapar Sumenep Siap Tampilkan Budaya Sumenep Tingkat Nasional

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 09:47 WIB

Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00 WIB

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Rabu, 19 November 2025 - 14:25 WIB

Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 23:53 WIB

Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja

Berita Terbaru