Home / Tak Berkategori

SASTRA: Gontor, Menulis dan Tulisan*

- Redaksi

Jumat, 5 Juli 2019 - 01:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto: istimewa)

(foto: istimewa)

Seputarjatim.com- Menulis adalah mengajar. Tulisan mampu mengajari. Demikian jargon yang diajarkan Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, kepada para santrinya. Maka jangan heran jika pemandangan yang ada di seluruh lingkungan Pondok Modern Gontor penuh tulisan. Bermacam-macam. Mulai dari kosakata harian Arab-Inggris lengkap dengan artinya. Penulisan aturan-aturan harian santri, penulisan nama kamar dan rayon. Ya, seluruh lingkungan Pondok Modern Gontor penuh tulisan. Tulisan dibuat untuk mengajari santri.

Para santri Gontor juga penulis. Aktifitas menulis sudah dimulai sejak pagi hari, tepatnya usai shalat Subuh berjamaah. Para santri diwajibkan menulis 5 hingga 10 kosakata Arab dan Inggris setiap harinya. Kosakata ini wajib ditulis di buku saku masing-masing santri. Namanya buku saku, harus ada di saku. Dibawa kemanapun.

Waktu sarapan pagi tiba. Para santri berangkat ke dapur. Di dapur, tetap dipenuhi tulisan. Santri antri berbaris menatap tulisan. Tulisan itu digantung di loket pengambilan nasi dan lauk pauk. Jenis lauk pauk berbahasa Arab-Inggris, Hadist-hadist etika soal makan minum, aturan santri tidak boleh mengambil lauk pauk dua kali. Semua itu ditulis, di dinding dapur dan papan khusus.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Serahkan SK Kenaikan Pangkat Fungsional Guru Priode April 2021

Usai sarapan, para santri masuk ke kelas untuk belajar. Di kelas para santri diwajibkan menulis. Rangkuman pelajaran yang diterangkan ustadz akan diperiksa secara berkala setiap minggunya. Santri yang tidak menulis akan menerima teguran wali kelas. Aktifitas belajar santri Gontor dimulai sejak pukul 7 pagi, berakhir pukul 1 siang.

Keluar kelas para santri berangkat ke Masjid Jamik untuk menunaikan shalat dhuhur berjamaah. Di masjid juga sama, dipenuhi tulisan. Mulai dari tempat wudu’, tangga masjid, tempat sandal dan sepatu, penuh tulisan.

Dan sore hari, tepatnya setelah shalat ashar, para santri kembali diwajibkan menulis. Lagi-lagi sejumlah kosakata Arab-Inggris harus dicatat dan dihafalkan. Santri juga diminta untuk merangkai kata-kata tersebut dalam susunan kalimat. Dimana? Di buku saku. Yang dibawa kemanapun.

Baca Juga :  Abdul Hamid Ali Munir: Ayo Kerja Untuk Sumenep, Tanggalkan Semua Kepentingan

Malam tiba aktifitas menulis terus berlanjut. Didepan kamar dan rayon, santri diwajibkan belajar. Membaca, menulis, menghafal. Hingga pukul 9 malam, para santri dibolehkan untuk beristirahat. Tidak langsung tidur. Setelah masuk kamar, mereka duduk dan diabsen satu persatu. Selanjutnya, santri diminta meneriakkan kosakata yang ditulis didalam buku saku.

Gontor dan menulis sangat identik. Pondok Modern Gontor sangat menghargai tulisan. Karena memang tulisan dapat mengajari. Tulisan seperti guru. Pesan KH Hasan Abdullah Sahal, salah seorang Pimpinan Pondok Modern Gontor: Teruslah membaca, belajar menulis untuk menciptakan tulisan. Tulislah yang baik-baik. Karena Tulisanmu, akan mengajari. (* Didik Setia Budi, alumni Gontor, hobi menulis)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bimtek Dispusip Sumenep Jadi Wadah Kreatif Eksplorasi Budaya Lokal
Dinkes P2KB Sumenep Percepat Evaluasi PTM, Dorong Skrining Proaktif hingga ke Masyarakat
Dinkes P2KB Sumenep Turun Tangan, Layanan Puskesmas Pandian Didorong Lebih Optimal
Temuan Misterius di Sumenep, Warga Evakuasi Benda Mirip Torpedo
Sumenep Hadapi Fase Pancaroba, Ancaman Kekeringan Mulai Muncul
Siswa SMP Binar Sumenep Raih Juara I Coding Speed Challenge FOSFAT 2026
Mulai 2026, Bayar Pajak STNK Kendaraan Bekas Tak Wajib KTP Pemilik Lama
Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 15:53 WIB

Bimtek Dispusip Sumenep Jadi Wadah Kreatif Eksplorasi Budaya Lokal

Rabu, 22 April 2026 - 15:47 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Percepat Evaluasi PTM, Dorong Skrining Proaktif hingga ke Masyarakat

Selasa, 21 April 2026 - 11:44 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Turun Tangan, Layanan Puskesmas Pandian Didorong Lebih Optimal

Selasa, 21 April 2026 - 10:43 WIB

Temuan Misterius di Sumenep, Warga Evakuasi Benda Mirip Torpedo

Senin, 20 April 2026 - 17:48 WIB

Sumenep Hadapi Fase Pancaroba, Ancaman Kekeringan Mulai Muncul

Berita Terbaru

FOKUS: Kepala Dispusip Kabupaten Sumenep, Rudi Yuyianto, saat memberikan sambutan dalam kegiatan bimtek (SandiGT - Seputar Jatim)

Pemerintahan

Bimtek Dispusip Sumenep Jadi Wadah Kreatif Eksplorasi Budaya Lokal

Rabu, 22 Apr 2026 - 15:53 WIB

MENGECEK: Warga bersama kepolisian saat mengvakuasi benda mirip torpedo (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

Temuan Misterius di Sumenep, Warga Evakuasi Benda Mirip Torpedo

Selasa, 21 Apr 2026 - 10:43 WIB

GAGAH: Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, saat diwawancarai di ruangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

Peristiwa

Sumenep Hadapi Fase Pancaroba, Ancaman Kekeringan Mulai Muncul

Senin, 20 Apr 2026 - 17:48 WIB