Sekolah Rakyat Jadi Model Pendidikan Masa Depan, Disdik Sumenep Siapkan 30 Calon Guru Lintas Keahlian

- Redaksi

Senin, 14 Juli 2025 - 14:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

RAPI: Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, saat ditemui di kantornya (Doc. Seputar Jatim)

RAPI: Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, saat ditemui di kantornya (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tengah mempersiapkan langkah besar dalam transformasi pendidikan daerah melalui pembentukan Sekolah Rakyat (SR), yang akan menjadi embrio pendidikan alternatif di tengah keterbatasan akses pendidikan formal di wilayah pinggiran dan kepulauan.

Sebagai langkah awal, Disdik telah menyiapkan 30 calon guru dari berbagai latar belakang keahlian. Mereka disiapkan untuk mendukung operasional SR yang melayani siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan pendekatan kurikulum adaptif dan kontekstual.

“Kita tidak hanya membentuk sekolah, tapi sedang membangun fondasi ekosistem pendidikan baru di Sumenep. Sekolah Rakyat dirancang untuk menjawab kesenjangan pendidikan, terutama bagi masyarakat marjinal,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra. Senin (14/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Tumbuhkan Semangat Era Kejayaan Baru, Disbudporapar Luncurkan Logo Hari Jadi Sumenep Ke 757

Untuk jenjang SD, lanjut dia, telah mengusulkan 10 calon guru, meski kebutuhan awal diperkirakan hanya 5–6 orang. Sedangkan untuk jenjang SMP, disiapkan 20 calon guru guna mengimbangi kebutuhan pengajaran berbagai mata pelajaran seperti IPA, IPS, Bahasa, serta keterampilan praktis. Guru-guru ini akan mengemban peran ganda, tak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing karakter dan fasilitator komunitas.

Yang menarik, kata dia, meskipun proses rekrutmen masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat, proses identifikasi dan pemetaan kompetensi guru telah lebih dulu dilakukan.

“Kami ingin saat regulasi turun, Sumenep sudah siap mengeksekusi. Kita tidak ingin Sekolah Rakyat hanya jadi konsep, tapi benar-benar berjalan,” ujarnya.

Saat ini, proses belajar mengajar SR berlangsung secara terbatas di Gedung Sarana Pelatihan Diklat (SKD) Kecamatan Batuan. Namun, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menetapkan lahan seluas 10 hektare di Desa Patean, Kecamatan Batuan, sebagai kawasan pembangunan sekolah permanen.

“Sekolah Rakyat bukanlah solusi tambal sulam. Ini adalah bentuk keberanian pemerintah daerah menjawab kebutuhan pendidikan masa depan dengan pendekatan gotong royong, lokalitas, dan keberlanjutan,” tegasnya.

“Jika berhasil, model ini berpotensi direplikasi ke wilayah kepulauan lain di Sumenep, bahkan menjadi referensi nasional untuk penguatan pendidikan berbasis komunitas dan wilayah tertinggal,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru di Sumenep Dilarang Bikin Konten TikTok Negatif, Disdik Siapkan Sanksi
Mahasiswa KKN Kolaboratif Kenalkan Azolla sebagai Alternatif Pakan Ternak Bagi Warga Gapurana
PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional
MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan
Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah
Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru
Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan
Data Gizi Anak Terkumpul, ACCESS Segera Teliti Dampak Program MBG di Pamekasan

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru di Sumenep Dilarang Bikin Konten TikTok Negatif, Disdik Siapkan Sanksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Mahasiswa KKN Kolaboratif Kenalkan Azolla sebagai Alternatif Pakan Ternak Bagi Warga Gapurana

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:18 WIB

PT Jago Statistik Center Dukung Mahasiswa UNT Sampang ke Forum Internasional

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:12 WIB

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:53 WIB

Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

Ekonomi

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:03 WIB