Dua Dapur MBG Diduga Langgar Juknis, Koordinator SPPI Sumenep Tak Boleh Diam

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 13:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MAKANAN: Proses penyajian program MBG (Foto Istimewa)

MAKANAN: Proses penyajian program MBG (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuai kecaman keras dari para wali murid.

Sejumlah laporan menyebutkan menu MBG yang disajikan tidak layak konsumsi, miskin gizi, bahkan diduga melanggar petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan MBG 2025.

Kemarahan wali murid menyorot langsung lemahnya pengawasan food handler serta buruknya kepemimpinan Kepala SPPG Saronggi dan Kepala SPPG Jambu yang dinilai abai terhadap standar keamanan dan kelayakan pangan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini dianggap mencerminkan ketidakseriusan pengelola dapur dalam menjalankan mandat pemenuhan gizi anak sekolah.

Kekecewaan publik tumpah ruah di kolom komentar media sosial. Menu yang terdiri dari nasi, telur ceplok, sayur seadanya, serta buah pisang dinilai jauh dari standar gizi yang semestinya diterima siswa.

Salah satu wali murid di Sumenep, menulis dengan nada sinis di salah satu media sosial TikTok.

Iya pantessan tak ekakan onggu, mana ghun telor ceplok ben kacang panjang 2 kerra’ (Iya pantas tidak dimakan beneran, kalau cuma telur ceplok dan kacang panjang dua potong, red),” ujarnya, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga :  Solar Subsidi di Sumenep Diduga Disedot Mafia, Jatah Petani dan Nelayan Raib

Keluhan tidak berhenti pada minimnya gizi. Tuduhan serius juga muncul terkait kualitas dan keamanan makanan. Seorang wali murid mengaku pada hari pertama pelaksanaan MBG, menu burger yang diterima anaknya bermasalah.

“Pas MBG hari pertama menu burger, tomatnya ada yang busuk dan nugget-nya basi,” ucapnya.

Masalah serupa juga terjadi di SPPG Jambu. Di lokasi ini, menu dinilai melanggar juknis MBG 2025, karena merealisasikan buah apel dalam kondisi keriput dan busuk, serta roti berjamur yang akhirnya dibuang oleh siswa.

Ironisnya, persoalan ini disebut bukan kejadian tunggal. Seorang wali murid mengungkapkan, sejak MBG berjalan di wilayah Kecamatan Saronggi dan Kecamatan Lenteng, anaknya berulang kali menerima buah busuk, bahkan pernah ditemukan ulat.

Lebih memprihatinkan, buah tidak layak konsumsi tersebut hanya diganti uang oleh pihak dapur tanpa permintaan maaf resmi atau jaminan perbaikan.

Cara penanganan ini dinilai tidak transparan dan menimbulkan rasa takut serta ketidaknyamanan bagi wali murid.

Para wali murid menilai, menu MBG bermasalah tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga berpotensi menggagalkan tujuan utama program.

Baca Juga :  Menu Berjamur dan Buah Busuk Lolos ke Siswa, SLHS SPPG Jambu Dipertanyakan

Porsi minim, variasi menu tidak seimbang, serta kualitas bahan pangan yang diragukan dinilai bertolak belakang dengan misi peningkatan gizi dan kesehatan anak sekolah.

Padahal, dalam juknis MBG secara tegas, khususnya pada poin lima dan delapan : dilarang merealisasikan makanan yang tidak layak konsumsi.

Aturan tersebut juga memuat ketentuan sanksi bagi penyelenggara yang melanggar standar keamanan dan kelayakan pangan.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep, M. Kholilurrahman Hidayatullah, menyampaikan permohonan maaf atas keluhan wali murid di Saronggi dan Lenteng.

“Kami mohon maaf atas kejadian tersebut. Ke depan kami akan terus melakukan evaluasi,” ujarnya.

Ia mengaku telah memberikan teguran kepada SPPG setelah menerima laporan. Namun, terkait sanksi, pihaknya menyatakan tidak memiliki kewenangan dan telah melaporkannya kepada pimpinan.

Sikap ini justru memantik kritik lanjutan kepada Kepala SPPI Koordinator Wilayah Kabupaten Sumenep, sehingga dinilai lamban dan tidak menunjukkan kepedulian serius terhadap pemenuhan gizi anak.

Bahkan, saat dikonfirmasi, masih mempertanyakan waktu kejadian dan lokasi dapur, yang dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan dan indikasi minimnya pengawasan lapangan.

“Patut diduga kepala koordinator wilayah bekerja di atas meja dan tidak turun langsung melihat kondisi di bawah,” tegas salah satu wali murid.

Atas rentetan persoalan tersebut, para wali murid mendesak Kepala SPPI Koordinator Wilayah Kabupaten Sumenep untuk bertindak tegas, tidak berhenti pada teguran administratif semata.

Mereka menilai tanpa sanksi konkret, masalah serupa akan terus berulang dan anak-anak kembali menjadi korban.

Bahkan, jika penanganan dinilai tidak serius, wali murid meminta Badan Gizi Nasional (BGN) turun langsung melakukan evaluasi menyeluruh serta menjatuhkan tindakan tegas kepada SPPG bermasalah.

Langkah ini dianggap krusial demi memastikan hak anak atas makanan yang sehat, aman, dan benar-benar bergizi. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi
Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan
Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep
APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual
Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen
Warga Kepulauan Sumringah, Jalan Jathe Lanjheng Kangean Kini Mulus
Semarak HUT ke-81 RI, DWP RSUDMA Sumenep Sabet Gold Lomba Lagu Daerah Nusantara
Santri PP Mathla’ul Anwar Gelar Refleksi Kemerdekaan RI ke 81, Ibnu Hajar: Belajar adalah Perjuangan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:34 WIB

Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:58 WIB

APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:06 WIB

Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB