SUMENEP, Seputar Jatim – Realisasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Lebeng Timur di bawah naungan Yayasan Matlhabul Ulum menuai sorotan tajam dan kritik keras dari sejumlah wali murid, pada 12 Februari 2026
Program yang seharusnya menunjang kebutuhan gizi siswa justru dipersoalkan karena makanan yang dibagikan diduga sudah berbau dan tidak layak konsumsi saat diterima anak-anak di sekolah.
Keluhan datang langsung dari wali murid yang diunggah dalam akun TikTok. Ia menyebut anak-anak enggan memakan makanan tersebut karena aromanya tidak wajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai pembagian menu yang diduga bermasalah ini mencerminkan lemahnya kontrol kualitas sebelum makanan didistribusikan.
“Ta’ ekakan ebeddei asli bau. Mon ta’ layak je’ begi, begi pessena bai yeee. Mon se tak tarema entar ka engkok (Tidak dimakan ditaruh wadah, memang sudah bau. Kalau tidak layak jangan diberikan, berikan uangnya saja itu. Kalau ada yang tidak terima, silakan datang ke saya, red),” ungkap wali murid dalam cuplikan video yang berdurasi 12 detik, Kamis (13/2/2026).
Pernyataan tersebut menjadi gambaran kekecewaan wali murid yang menilai keselamatan siswa seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas menjalankan program.
Ia pu mempertanyakan bagaimana makanan yang diduga sudah tidak layak masih bisa lolos hingga dibagikan kepada anak-anak.
Keluhan tidak hanya terjadi di satu lokasi. Wali murid lain yang mengaku bernama @yunaaaa menyebut kondisi serupa juga dialami siswa di MI Nurul Huda.
“Padeh make MI Nurul Huda, (kondisinya sama di MI Nurul Huda),” ujarnya.
Jika dugaan ini benar, maka persoalan bukan lagi kasus tunggal, melainkan indikasi sistem distribusi yang bermasalah.
Wali murid menilai perlu ada evaluasi serius terhadap proses produksi, penyimpanan, hingga pendistribusian menu MBG yang direalisasikan pada 12 Februari 2026 tersebut.
Sorotan juga mengarah pada transparansi pengelolaan anggaran serta pengawasan dari pihak penyelenggara.
Bahkan, ia mendesak adanya audit terbuka dan pemeriksaan langsung oleh dinas terkait untuk memastikan standar keamanan pangan benar-benar diterapkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPPG Lebeng Timur dari Yayasan Matlhabul Ulum terkait keluhan yang viral tersebut. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









