Kepala SPPG Batu Putih Buka Suara Soal Ulat di MBG, Namun Pengawasan Internal Dipertanyakan

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MAKANAN: Siswa di Batu Putih temukan ulat di sajian sayur MBG (Doc. Seputar Jatim)

MAKANAN: Siswa di Batu Putih temukan ulat di sajian sayur MBG (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Polemik terkait temuan ulat pada menu sayur dan buah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memicu perhatian publik.

Kepala SPPG Batuputih Yayasan Alif Batuputih, Moh. Fawaid, menegaskan bahwa proses pengadaan bahan pangan sepenuhnya berada di bawah kendali pihak yayasan yang juga berperan sebagai mitra dapur sekaligus supplier.

Lanjut ia menyampaikan, bahwa proses penerimaan bahan dilakukan oleh petugas operasional sesuai prosedur.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada hari Selasa tanggal 6, penerimaan bahan dilakukan oleh PLOK penata layanan operasional keuangan SPPG Alif Batu Putih dengan bahan yang tersedia pada saat jam 15.00–20.00, perkiraan bahan datang,” jelasnya, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga :  Tak Layak Konsumsi, Wali Murid di Lebeng Timur Pilih Uang Ketimbang MBG Bau

Setelah proses awal tersebut, kata dia, pengelolaan distribusi bahan sepenuhnya diambil alih oleh Yayasan Alif Batu Putih.

Hal ini menjadi sorotan utama karena yayasan tidak hanya bertindak sebagai pengelola program, tetapi juga sebagai pihak penyedia bahan pangan.

“Selebihnya itu masuknya barang ke SPPG diambil alih yayasan yang sekaligus sebagai supplier di SPPG Alif Batu Putih. Kami memeriksa bahan yang datang sudah sesuai dengan keamanan dan kehigienisan barang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak SPPG sebenarnya telah berulang kali mengingatkan mitra dapur agar tidak menyuplai bahan yang tidak segar.

Menurutnya, risiko terbesar memang berada pada kualitas bahan sejak awal distribusi.

“Kami sering kali mengingatkan mitra agar jangan sampai menyuplai bahan yang tidak segar, karena yang paling kami khawatirkan adalah kejadian seperti ini,” tegasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Fawaid menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan penerima manfaat atas kejadian tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf bila terjadi seperti itu. Saya sudah mengklarifikasi ke pihak sekolah dan kami sudah menggantinya,” imbuhnya.

Meski demikian, ia mengakui masih adanya beberapa bahan yang menjadi perhatian setelah distribusi berlangsung. Hal tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai standar pengawasan internal yayasan, terutama terkait kualitas bahan pangan yang langsung dikonsumsi peserta program MBG.

Lanjut Fawaid menambahkan, bahwa pengadaan barang saat ini sepenuhnya ditangani oleh yayasan.

“Pengadaan barang saat ini di-handle oleh yayasan, kami sudah mengawasi barang yang datang tetapi ada beberapa barang,” tandasnya.

Baca Juga :  Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan selama 2 Jam Lebih

Kondisi ini menempatkan Yayasan Alif Batu Putih pada posisi krusial sebagai pihak yang bertanggung jawab atas rantai pasok bahan makanan.

Peran ganda sebagai pengelola sekaligus supplier dinilai memperbesar tuntutan transparansi, terutama ketika temuan ulat pada menu MBG memicu keresahan penerima manfaat.

Diberitakan sebelumnya, Kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di SPPG Batu Putih, Yayasan Alif Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikeluhkan sejumlah siswa.

Keluhan muncul setelah siswa mengaku menemukan ulat pada sayuran serta buah yang sudah membusuk dalam dua hari berbeda, yakni pada 2 Februari 2026 dan 4 Februari 2026.

“Sudah 2 hari (Senin–Rabu) sayurnya ada ulatnya,” pungkas salah satu murid saat dimintai keterangan media ini. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project
Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Sabtu, 26 September 2026 - 18:21 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI

Jumat, 25 September 2026 - 08:48 WIB

PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Berita Terbaru