SUMENEP, Seputar Jatim – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan sistem validasi data sebagai fondasi utama keselamatan pasien dan kualitas layanan medis.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Validasi Data yang digelar di Ruang Pertemuan Smiley, lantai 3 RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas validator mutu di setiap unit pelayanan agar seluruh proses layanan berjalan akurat, aman, dan sesuai standar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah tuntutan pelayanan kesehatan modern yang semakin menekankan kecepatan dan ketepatan, validitas data dinilai menjadi elemen krusial yang tidak dapat diabaikan.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Erliyati, menegaskan bahwa data yang akurat merupakan dasar utama dalam menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan pasien secara menyeluruh.
“Validasi data bukan sekadar proses administratif, tetapi merupakan instrumen penting dalam sistem mutu rumah sakit. Data yang benar akan menghasilkan keputusan klinis yang tepat, pelayanan yang aman, serta evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, setiap unit wajib memiliki komitmen yang sama terhadap ketelitian dan konsistensi data,” tegasnya, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, kesalahan validasi data sekecil apa pun dapat berdampak serius terhadap proses pelayanan medis, mulai dari ketidaktepatan tindakan, meningkatnya risiko keselamatan pasien, hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan kesehatan.
“Keselamatan pasien selalu dimulai dari informasi yang benar. Ketika data tidak valid, maka risiko kesalahan akan meningkat. Inilah alasan mengapa budaya validasi harus diperkuat di seluruh lini pelayanan tanpa kompromi,” tambahnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman menyeluruh mengenai sistem validasi mutu pelayanan rumah sakit, mulai dari validasi prosedur medis, penggunaan alat kesehatan, rekam medis, pemberian obat, hingga indikator mutu layanan.
Seluruh proses validasi dilakukan melalui tahapan terstruktur, mulai dari perencanaan, implementasi, pengukuran, evaluasi, analisis hasil, hingga tindak lanjut perbaikan berkelanjutan.
RSUD Sumenep juga menempatkan validasi alat kesehatan sebagai prioritas penting melalui kalibrasi dan pengujian berkala guna memastikan seluruh perangkat medis bekerja optimal dan presisi.
Selain itu, berbagai indikator mutu seperti angka infeksi rumah sakit, waktu tunggu pasien, kepuasan layanan, tingkat keberhasilan tindakan medis, hingga keamanan pemberian obat terus dipantau sebagai bagian dari evaluasi kualitas pelayanan.
Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia, adaptasi sistem digital, dan penguatan budaya kerja berbasis akurasi, RSUD Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
“Mutu pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti pada target administratif semata, tetapi harus menjadi budaya kerja yang hidup dalam setiap proses pelayanan. Validasi yang kuat adalah benteng utama untuk memastikan rumah sakit mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tandasnya.
Melalui penguatan sistem validasi data ini, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pelayanan kesehatan yang terus berbenah demi menghadirkan layanan medis yang profesional, berkualitas, dan berorientasi penuh pada keselamatan pasien.
Bagi RSUD Sumenep, kualitas pelayanan terbaik selalu berawal dari satu prinsip mendasar: data yang akurat, sistem yang tervalidasi, dan komitmen tanpa henti terhadap keselamatan pasien. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









