SUMENEP, Seputar Jatim – Upaya memperkuat budaya literasi sejak usia dini di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor.
Salah satunya ditunjukkan oleh Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar yang menyalurkan bantuan buku dan fasilitas perpustakaan senilai Rp5 juta kepada SDN Pajagalan II Sumenep.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari pengembangan Perpustakaan Ramah Anak Nasional sekaligus mendukung program “Taman Maca Asre Pajadu”, sebuah ruang literasi yang dirancang untuk menumbuhkan kebiasaan membaca secara berkelanjutan di kalangan siswa sekolah dasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan fisik, melainkan juga harus menyasar pembentukan budaya literasi.
“Literasi adalah investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak. Membiasakan membaca buku fisik sejak dini mampu memperkuat daya ingat, mengasah imajinasi, serta membentuk pola pikir yang lebih matang dibanding ketergantungan berlebihan pada perangkat digital,” katanya, Kamis (7/5/2026)
Ia juga menekankan bahwa buku fisik tetap memiliki peran strategis dalam proses pembelajaran karena memberikan pengalaman membaca yang lebih mendalam dan efektif dalam membangun karakter anak.
Sementara itu, Kepala SDN Pajagalan II Sumenep, Hudi Susila, menyampaikan bahwa pengembangan perpustakaan ramah anak di sekolahnya merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari lembaga keuangan, tenaga pendidik, komite sekolah, hingga wali murid.
“Dukungan dari BPRS Bhakti Sumekar bersama seluruh elemen sekolah menjadi kekuatan besar bagi kami. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi wujud nyata kepedulian bersama untuk menciptakan generasi yang gemar membaca dan berkarakter,” katanya.
Menurutnya, perpustakaan ramah anak diharapkan menjadi pusat aktivitas literasi yang tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk kepribadian dan kreativitas mereka.
Program “Taman Maca Asre Pajadu” turut diperkuat melalui keterlibatan siswa dalam gerakan Duta Baca, yakni kelompok pelajar yang aktif mengampanyekan budaya membaca, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Peluncuran perpustakaan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan edukatif siswa, mulai dari dongeng, lagu anak-anak, hingga seni hadrah. Kegiatan ini menjadi simbol tumbuhnya budaya literasi yang kreatif dan menyenangkan.
Guru SDN Pajagalan II, Ali Harsojo, menambahkan bahwa ke depan pengembangan perpustakaan akan disinergikan dengan pemanfaatan teknologi digital untuk menjawab kebutuhan pendidikan modern.
“Kami ingin perpustakaan ini berkembang menjadi pusat literasi terpadu, yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi ruang pengembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan adaptasi siswa menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









