Dugaan Penyimpangan DD Meddelan, GMNI Nilai Pengawasan DPMD Sumenep Lemah

- Redaksi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BERDEBAT: GMNI Cabang Sumenep menggelar audiensi dengan DPMD Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

BERDEBAT: GMNI Cabang Sumenep menggelar audiensi dengan DPMD Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Isu dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, kian memanas dan meluas hingga ke tingkat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Polemik tersebut memicu Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumenep menggelar audiensi dan mempertanyakan fungsi pengawasan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep.

Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih lesu, pemerintah telah mengatur melalui Perpres No. 104/2021 serta Permendesa dan Kepmendesa PDT No. 3/2025, yang mewajibkan desa mengalokasikan minimal 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan dan hewani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua GMNI Sumenep, Roni Ardianto, menegaskan bahwa program ketahanan pangan bertujuan membuka lapangan kerja di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, sekaligus memperkuat kemandirian pangan desa.

“Yang patut kami sayangkan, kenapa kejanggalan dalam realisasi pengadaan kambing di Desa Meddelan luput dari pengawasan DPMD Sumenep. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan APBDes dan pengelolaan aset desa,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga :  DPRD Sumenep Dorong Transaksi Elektronik untuk Tingkatkan PAD

Ia juga menegaskan bahwa penyertaan modal minimal 20 persen Dana Desa ke BUMDes harus dipertanggungjawabkan secara transparan oleh kepala desa kepada pengurus BUMDes sesuai mekanisme UU No. 6/2014 dan PP No. 11/2021.

“Pengurus BUMDes wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban tertulis kepada kepala desa dan BPD paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir,” tambahnya.

Roni juga mengungkapkan adanya dugaan penyimpangan dalam pengadaan kambing di Desa Meddelan senilai sekitar Rp170 juta. Namun, realisasi di lapangan diduga tidak sesuai, karena jumlah kambing yang dibeli hanya belasan ekor dengan harga estimasi Rp1–2 juta per ekor.

“Ini sangat disayangkan, seharusnya kepala desa bertanggung jawab penuh,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi dan Kerja Sama Desa (PUEKD) DPMD Sumenep, Fadholi, dalam audiensi menyampaikan bahwa pihak dinas hanya memiliki fungsi pembinaan dan koordinasi, bukan pengawasan langsung.

Namun ketika ditanya terkait lemahnya pembinaan yang berdampak pada dugaan penyimpangan, pihaknya menyebut hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh pergantian atau rolling pengurus BUMDes. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penuh Penghayatan, Refleksi Bung Karno ala Ibnu Hajar Tuai Tepuk Tangan Hadirin
SPPG Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Disuspend BGN, Padahal Sempat Klaim Beroperasi Sesuai SOP
Yabhysa dan LKNU Perkuat Peran Kader Kesehatan Menuju Pamekasan Bebas TBC
SKK Migas dan KKKS Jabanusa Tebar Kepedulian Idul Adha 1447 H, Salurkan Kurban hingga Mudik Gratis Kepulauan
Puluhan SPPG di Sumenep Disetop BGN, Tersandung Masalah IPAL
Jelang Idul Adha, PDIP Distribusikan 298 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah di Madura
LBH Madani Dorong Pembentukan Pos Bantuan Hukum di Tingkat Desa
LKNU Pamekasan Ajak Warga Waspadai Hipertensi Lewat Skrining Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:29 WIB

Dugaan Penyimpangan DD Meddelan, GMNI Nilai Pengawasan DPMD Sumenep Lemah

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:47 WIB

Penuh Penghayatan, Refleksi Bung Karno ala Ibnu Hajar Tuai Tepuk Tangan Hadirin

Senin, 1 Juni 2026 - 21:14 WIB

SPPG Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Disuspend BGN, Padahal Sempat Klaim Beroperasi Sesuai SOP

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:48 WIB

Yabhysa dan LKNU Perkuat Peran Kader Kesehatan Menuju Pamekasan Bebas TBC

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:11 WIB

SKK Migas dan KKKS Jabanusa Tebar Kepedulian Idul Adha 1447 H, Salurkan Kurban hingga Mudik Gratis Kepulauan

Berita Terbaru

MENULIS: Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Faisal Muhlis, sedang rapat dengan anggota dewan (Foto Istimewa)

Pemerintahan

DPRD Sumenep Dorong Transaksi Elektronik untuk Tingkatkan PAD

Jumat, 5 Jun 2026 - 23:35 WIB