Pertamax Naik, Pertalite Langka di Sumenep, Warga Antre Berjam-jam Demi BBM Subsidi

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PANJANG: Pengendara roda dua antre berjam-jam demi dapat BBM Pertalite bersubsidi di salah satu SPBU Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

PANJANG: Pengendara roda dua antre berjam-jam demi dapat BBM Pertalite bersubsidi di salah satu SPBU Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter yang berlaku efektif di seluruh SPBU sejak 10 Juni 2026, kini diiringi keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh BBM bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sejumlah pengendara mengaku harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lainnya karena stok Pertalite kosong. Kondisi tersebut memicu antrean panjang di SPBU yang masih memiliki persediaan Pertalite dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Salah satu pengendara roda dua, Misbah, mengaku telah mencari Pertalite sejak pagi namun hingga sore baru berhasil mendapatkannya di SPBU depan Universitas PGRI Sumenep setelah mendatangi beberapa SPBU lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak pagi saya keliling mencari Pertalite, tetapi di beberapa SPBU stoknya kosong. Baru di SPBU depan kampus Universitas PGRI Sumenep ini saya bisa mendapatkan Pertalite. Yang membuat kami bingung, yang naik itu harga Pertamax, tetapi kenapa Pertalite justru sulit dicari,” ujar Misbah saat ditemui media di lokasi antrean, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga :  Lewat Jelajah Literasi Keuangan, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Generasi Muda Melek Finansial

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena akan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi.

Ia juga mengingatkan pemerintah dan pihak terkait untuk segera memberikan penjelasan kepada publik mengenai penyebab kelangkaan tersebut agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

“Pemerintah harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Sampai kapan masyarakat harus kesulitan mendapatkan Pertalite? Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan muncul oknum yang memanfaatkan situasi dengan menjual BBM eceran dengan harga jauh lebih mahal karena barangnya sulit didapat,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh seorang mahasiswi, Anisah. Ia mengaku kesulitan memperoleh Pertalite dalam beberapa hari terakhir sehingga harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengantre sebelum berangkat ke kampus.

“Saya setiap hari harus ke kampus. Kalau Pertalite sulit didapat dan harus antre panjang, tentu ini menjadi hambatan bagi aktivitas kami. Waktu yang seharusnya digunakan untuk kuliah justru habis di jalan atau di antrean SPBU,” bebernya.

Anisah berharap pemerintah daerah, Pertamina, dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan normal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Jangan sampai masyarakat terus dibiarkan bingung. Pemerintah harus turun tangan dan memberikan solusi nyata agar kondisi ini tidak semakin menyulitkan warga,” imbuhnya.

Fenomena sulitnya memperoleh Pertalite di sejumlah SPBU Sumenep dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian masyarakat.

Baca Juga :  Lewat Jelajah Literasi Keuangan, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Generasi Muda Melek Finansial

Selain menyebabkan antrean kendaraan yang mengular, kondisi tersebut juga memunculkan kekhawatiran akan potensi permainan harga di tingkat pengecer apabila pasokan BBM bersubsidi tidak segera kembali normal. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ASN, Santri, dan Masyarakat se-Madura Bersatu Ramaikan Lomba Pidato Gaya Bung Karno 2026
IWO Sumenep Hidupkan Semangat Bung Karno, Ratusan Peserta Unjuk Bakat Puisi dan Pidato
Dugaan Penyimpangan DD Meddelan, GMNI Nilai Pengawasan DPMD Sumenep Lemah
Penuh Penghayatan, Refleksi Bung Karno ala Ibnu Hajar Tuai Tepuk Tangan Hadirin
SPPG Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Disuspend BGN, Padahal Sempat Klaim Beroperasi Sesuai SOP
Yabhysa dan LKNU Perkuat Peran Kader Kesehatan Menuju Pamekasan Bebas TBC
SKK Migas dan KKKS Jabanusa Tebar Kepedulian Idul Adha 1447 H, Salurkan Kurban hingga Mudik Gratis Kepulauan
Puluhan SPPG di Sumenep Disetop BGN, Tersandung Masalah IPAL

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:57 WIB

Pertamax Naik, Pertalite Langka di Sumenep, Warga Antre Berjam-jam Demi BBM Subsidi

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:32 WIB

ASN, Santri, dan Masyarakat se-Madura Bersatu Ramaikan Lomba Pidato Gaya Bung Karno 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:29 WIB

Dugaan Penyimpangan DD Meddelan, GMNI Nilai Pengawasan DPMD Sumenep Lemah

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:47 WIB

Penuh Penghayatan, Refleksi Bung Karno ala Ibnu Hajar Tuai Tepuk Tangan Hadirin

Senin, 1 Juni 2026 - 21:14 WIB

SPPG Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Disuspend BGN, Padahal Sempat Klaim Beroperasi Sesuai SOP

Berita Terbaru