SUMENEP, Seputar Jatim – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik merupakan tolok ukur utama keberhasilan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan amanah pemerintahan.
Di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja birokrasi, seluruh ASN diminta terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta budaya melayani guna menjaga kepercayaan publik.
Pesan tersebut disampaikan Bupati, usai melantik dan merotasi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, seorang ASN tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif. Aparatur pemerintah juga harus mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak lahir begitu saja. Kepercayaan dibangun melalui pelayanan yang berkualitas, sikap yang profesional, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai pelayan publik,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Ia menegaskan, setiap jabatan yang dipercayakan kepada ASN merupakan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan integritas.
Karena itu, aparatur dituntut bekerja berdasarkan kompetensi, etika, dan loyalitas terhadap kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
Bupati Fauzi menjelaskan, Pemkab Sumenep terus memperkuat reformasi birokrasi melalui penataan organisasi dan pengembangan sumber daya manusia.
Langkah tersebut dilakukan untuk mewujudkan pemerintahan yang adaptif, efektif, serta mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis.
Menurutnya, rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier ASN yang dilaksanakan secara profesional sesuai kebutuhan organisasi dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Karena itu, ia meminta seluruh ASN siap mengemban amanah di mana pun ditempatkan.
“Setiap penugasan adalah bentuk kepercayaan organisasi. ASN harus mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru, membangun komunikasi yang baik, memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, serta segera bekerja memberikan hasil terbaik,” katanya.
Suami Nia Kurnia Fauzi itu menilai, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga bergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan aparatur kepada masyarakat setiap hari.
Oleh sebab itu, ia mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga disiplin, meningkatkan etos kerja, serta terus berinovasi menghadirkan pelayanan publik yang mudah diakses, cepat, dan akuntabel.
Di era digital dan keterbukaan informasi, lanjut politikus PDI Perjuangan tersebut, masyarakat memiliki akses yang semakin luas untuk mengawasi jalannya pemerintahan.
Kondisi itu menuntut setiap aparatur bekerja secara transparan dan mampu mempertanggungjawabkan setiap kebijakan maupun tindakan yang diambil.
“Hari ini setiap gerakan kita, setiap apa yang kita lakukan selalu dilihat oleh masyarakat. Masyarakat sekarang semakin cerdas, semakin kritis, dan benar-benar memperhatikan bagaimana para pejabat menjalankan tugas serta kinerjanya,” tegasnya.
Menurutnya, pengawasan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih, terbuka, dan akuntabel.
Karena itu, ASN tidak boleh takut berbuat benar selama setiap kebijakan dan keputusan diambil sesuai aturan serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Selama kita yakin bahwa itu benar, sesuai aturan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, maka lakukanlah. Jangan ragu mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan publik,” ucapnya.
Bupati Fauzi juga mengajak seluruh ASN terus meningkatkan kapasitas diri melalui pengembangan kompetensi, memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah, serta membangun budaya kerja yang inovatif agar kualitas pelayanan publik semakin baik.
Ia meyakini birokrasi yang profesional dan berintegritas akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan daya saing Kabupaten Sumenep, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata. Tunjukkan pengabdian dengan memberikan pelayanan terbaik, karena keberhasilan pemerintah pada akhirnya diukur dari tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang mereka terima,” pungkasnya. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com










