Bappeda Sumenep Susun Roadmap Pertumbuhan Ekonomi, Fokus Hilirisasi hingga Investasi

- Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

FOKUS: Bappeda Sumenep saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Roadmap Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumenep di Ruang Rapat Potre Koneng (Dok. Seputar Jatim)

FOKUS: Bappeda Sumenep saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Roadmap Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumenep di Ruang Rapat Potre Koneng (Dok. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Roadmap Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumenep di Ruang Rapat Potre Koneng.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan roadmap tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen perencanaan, melainkan harus menjadi peta jalan bersama dalam mengarahkan transformasi ekonomi daerah.

Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak semata-mata diukur dari besaran pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, pertumbuhan harus mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan, memperkuat daya saing daerah, serta memberikan manfaat secara lebih merata.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tidak ingin lagi hanya berbicara mengenai potensi. Kita harus bergerak dari potential-based planning menjadi action-oriented planning,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Ia menyebut Kabupaten Sumenep memiliki modal ekonomi yang besar, mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, garam, perkebunan, pariwisata bahari dan budaya, industri kreatif, UMKM, perdagangan dan jasa, hingga sektor minyak dan gas bumi.

Baca Juga :  Al-Quran Diduga Jadi Materi Promosi Alkohol, Wamenag: Harus Ada Konsekuensi Tegas

Namun, karakteristik Sumenep sebagai wilayah kepulauan juga menghadirkan tantangan tersendiri. Karena itu, roadmap harus mampu menentukan sektor yang benar-benar dapat menjadi economic driver atau penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Penentuan sektor prioritas tersebut, kata Arif, harus berdasarkan data dan analisis, bukan sekadar asumsi.

Sejumlah sektor yang perlu dianalisis meliputi pertanian beserta hilirisasinya, perikanan dan industri pengolahan, garam, pariwisata, UMKM dan industri kreatif, perdagangan dan jasa, serta investasi dan industri.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi dapat didorong melalui kombinasi beberapa sektor yang saling terhubung dalam satu rantai nilai.

Lanjut Arif menyampaikan sedikitnya lima hal penting yang harus menjadi perhatian dalam penyusunan roadmap.

Pertama, menentukan sektor prioritas dan economic driver Kabupaten Sumenep. Pemerintah daerah harus berani memilih sektor yang benar-benar menjadi prioritas agar kebijakan dan sumber daya tidak tersebar tanpa fokus.

Kedua, mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah. Komoditas daerah diharapkan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Semakin besar nilai tambah yang dapat dipertahankan di Sumenep, semakin besar pula peluang meningkatkan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketiga, mendorong investasi secara lebih konkret. Roadmap harus mampu menjawab jenis investasi yang dibutuhkan, sektor dan lokasi potensial, kesiapan pemerintah, berbagai hambatan, hingga peran perangkat daerah dan lembaga keuangan dalam membuka akses pembiayaan.

Keempat, memperkuat UMKM dan pelaku ekonomi lokal. Pengembangan UMKM tidak cukup melalui pembinaan dan pelatihan, tetapi harus diarahkan pada peningkatan kelas usaha melalui akses pembiayaan, teknologi, digitalisasi, peningkatan kualitas produk, sertifikasi, kemasan, pemasaran, hingga masuk ke rantai pasok yang lebih besar.

Baca Juga :  Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, Pemkab dan DPRD Sumenep Dituntut Pastikan Anggaran Tepat Sasaran

Kelima, memastikan roadmap memiliki target dan pembagian peran yang jelas. Setiap program harus memiliki kejelasan mengenai pelaksana, waktu pelaksanaan, target, kebutuhan pendanaan, serta indikator keberhasilan.

Selain agenda jangka menengah dan panjang, Bappeda juga menekankan pentingnya program quick wins yang dapat memberikan dampak nyata dalam waktu relatif cepat.

Arif mengatakan masyarakat membutuhkan hasil yang dapat dirasakan, terutama dalam peningkatan aktivitas ekonomi, investasi, kesempatan kerja dan pendapatan. Karena itu, program jangka pendek harus berjalan beriringan dengan agenda transformasi ekonomi jangka menengah dan panjang.

Dalam penyusunan roadmap tersebut, Bappeda melibatkan Universitas 45 Surabaya sebagai penyedia jasa konsultansi. Ia berharap perspektif akademis yang diberikan tetap objektif, berbasis data sekaligus implementatif.

“Kami tidak membutuhkan roadmap yang terlalu teoritis dan sulit diterapkan. Yang kami butuhkan adalah roadmap yang tajam, realistis, terukur, memiliki prioritas, memiliki target, jelas perangkat daerah penanggung jawabnya, jelas kebutuhan pendanaannya, dan dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah,” tegasnya.

Arif menekankan percepatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep tidak mungkin dilakukan hanya oleh satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan memiliki peran dalam pengembangan UMKM, industri dan perdagangan. Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan berperan dalam pengembangan sektor unggulan, sementara DPMPTSP berkaitan dengan investasi dan kemudahan berusaha.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja berkaitan dengan penciptaan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja, Disbudporapar dengan pariwisata dan ekonomi kreatif, perangkat daerah bidang infrastruktur dengan konektivitas dan kawasan ekonomi, Diskominfo dengan transformasi digital, perbankan dengan pembiayaan, serta BPS dengan penyediaan data dan informasi statistik.

Bappeda, kata dia, berperan memastikan seluruh unsur tersebut terintegrasi dalam satu arah pembangunan ekonomi daerah.

Ia pun mendorong FGD tidak sekadar menjadi forum mendengarkan paparan, tetapi menjadi ruang untuk saling memberikan data, mengoreksi program, menyampaikan kendala, mengidentifikasi regulasi yang menjadi hambatan, memasukkan potensi yang belum tergarap, menyinkronkan program yang tumpang tindih, sekaligus merumuskan peluang investasi konkret ke dalam roadmap.

Arif berharap dokumen Roadmap Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumenep nantinya tidak hanya menjadi dokumen Bappeda, tetapi menjadi dokumen Pemerintah Kabupaten Sumenep sekaligus komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pembangunan ekonomi.

“Keberhasilan percepatan ekonomi Kabupaten Sumenep tidak ditentukan oleh satu OPD, tetapi oleh sinergi seluruh kekuatan yang kita miliki, yakni pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.

Roadmap tersebut diharapkan mampu menghasilkan arah pembangunan ekonomi yang mendorong Kabupaten Sumenep menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkualitas, inklusif dan berdaya saing, sekaligus memberikan kesejahteraan yang lebih besar bagi masyarakat. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, Pemkab dan DPRD Sumenep Dituntut Pastikan Anggaran Tepat Sasaran
Sambut HUT ke 81 RI, Bupati Sumenep Ajak ASN Jadi Pelopor Pengibaran Bendera Merah Putih
DKPP Sumenep Kawal Ketat Pembibitan Prancak 95 demi Jaga Mutu Tembakau Premium
Tinggalkan Coblos Manual, Pilkades Serentak 2027 di Sumenep Siap Beralih ke e-Voting
DPRD Sumenep Desak Pemkab Segera Isi Jabatan Kosong, Plt Dinilai Tak Efektif
Bupati Sumenep Ingatkan ASN: Jabatan Adalah Amanah, Layani Masyarakat dengan Integritas
Mangkir Dua Kali di Rapat KUA-PPAS, Sekda Sumenep Diguyur Mosi Tak Percaya Banggar DPRD
Bupati Sumenep Mulai Rotasi ASN Bertahap, Pejabat Baru Diuji Kinerja selama 6 Bulan

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Bappeda Sumenep Susun Roadmap Pertumbuhan Ekonomi, Fokus Hilirisasi hingga Investasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, Pemkab dan DPRD Sumenep Dituntut Pastikan Anggaran Tepat Sasaran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Sambut HUT ke 81 RI, Bupati Sumenep Ajak ASN Jadi Pelopor Pengibaran Bendera Merah Putih

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:35 WIB

DKPP Sumenep Kawal Ketat Pembibitan Prancak 95 demi Jaga Mutu Tembakau Premium

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:29 WIB

Tinggalkan Coblos Manual, Pilkades Serentak 2027 di Sumenep Siap Beralih ke e-Voting

Berita Terbaru