Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MENCIUM: Owner Haswal Group, Gufron, saat memeriksa kualitas tembakau hasil panen petani dalam pembelian perdana di gudang utama Haswal Group, Takong, Kecamatan Lenteng, Sumenep (Dok. Seputar Jatim)

MENCIUM: Owner Haswal Group, Gufron, saat memeriksa kualitas tembakau hasil panen petani dalam pembelian perdana di gudang utama Haswal Group, Takong, Kecamatan Lenteng, Sumenep (Dok. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Kabar baik bagi para petani tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Memasuki momentum panen, Haswal Group resmi membuka pembelian perdana tembakau hasil produksi petani.

Pembukaan pembelian berlangsung di gudang utama Haswal Group, Takong, Jalan Raya Lenteng, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut ditandai dengan mulai masuknya tembakau petani untuk menjalani proses pemeriksaan dan penilaian kualitas sebelum dilakukan transaksi.

Sejumlah hasil panen yang dibawa petani ditata dan diperiksa secara langsung. Proses tersebut menjadi bagian penting untuk menentukan kualitas sekaligus harga pembelian yang diberikan kepada petani.

Bagi petani, dimulainya aktivitas pembelian menjadi momentum yang dinantikan. Sebab, keberadaan pasar saat musim panen tidak hanya berkaitan dengan terserapnya hasil produksi, tetapi juga menjadi salah satu faktor yang menentukan nilai ekonomi yang diterima petani.

Owner Haswal Group, Gufron, mengatakan pembukaan pembelian perdana tersebut menjadi langkah awal pihaknya dalam menyerap hasil panen tembakau petani Sumenep pada musim 2026.

“Dengan mengucapkan Bismillah, hari ini kita membuka pembelian perdana tembakau. Kami berharap musim panen tahun ini berjalan lancar dan kualitas tembakau yang dihasilkan petani sesuai dengan harapan kita bersama,” katanya, di gudang utama Haswal Group, Senin (24/8/2026).

Baca Juga :  H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram

Menurutnya, kualitas tembakau menjadi salah satu dasar utama dalam proses pembelian. Setiap tembakau yang masuk terlebih dahulu diperiksa untuk melihat kondisi dan kualitasnya sebelum harga ditentukan.

“Dalam pembelian ini tentu kami melihat kualitas tembakaunya terlebih dahulu. Setiap hasil panen yang dibawa petani akan kami periksa dan nilai, karena kualitas menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga pembelian,” jelasnya.

Ia menegaskan, harga tembakau yang diterima petani tidak ditentukan secara seragam. Perbedaan kualitas membuat harga pembelian dapat berbeda antara satu hasil panen dengan hasil panen lainnya.

“Untuk harga sementara ini bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp70 ribu, tergantung kualitas tembakau. Jadi, harga nantinya sesuai dengan kualitas yang kami butuhkan, tentu penilaiannya akan berbeda,” ujar Haji Gufron itu.

Gufron menambahkan, pembukaan pembelian perdana diharapkan menjadi awal dari proses penyerapan tembakau yang berlangsung secara berkelanjutan selama musim panen.

“Kami berharap pembelian ini bisa berjalan dengan baik dan terus berlangsung selama musim tembakau. Yang terpenting, petani memiliki tempat untuk memasarkan hasil panennya dan prosesnya dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa keberlanjutan pembelian menjadi bagian penting agar hasil produksi petani dapat terserap sesuai kebutuhan pasar.

“Petani sudah bekerja dan merawat tanaman sejak awal musim. Karena itu, ketika memasuki masa panen, kami berharap hasil produksinya dapat terserap dengan baik. Kami juga berharap kualitas tembakau tahun ini semakin bagus sehingga bisa memberikan hasil yang baik bagi petani,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang petani, Mashura, menyambut baik dimulainya pembelian tembakau oleh Haswal Group. Menurutnya, pembukaan pembelian memberikan tambahan pilihan bagi petani dalam memasarkan hasil panen.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut, Pelabuhan dan Operasional DBS III Jadi Perhatian

“Bagi kami petani, dimulainya pembelian seperti ini tentu menjadi kabar yang baik. Ketika panen sudah mulai berlangsung, yang kami pikirkan bukan hanya bagaimana menghasilkan tembakau yang bagus, tetapi juga bagaimana hasil tersebut bisa dipasarkan dengan harga yang sesuai,” bebernya.

Ia berharap proses penilaian kualitas dan penentuan harga dilakukan secara terbuka sehingga petani memahami dasar dari harga yang diberikan terhadap hasil panennya.

“Kami berharap kualitas tembakau bisa dinilai secara jelas dan harga yang diberikan juga disampaikan secara terbuka kepada petani. Dengan begitu, petani bisa mengetahui standar yang menjadi pertimbangan dalam proses pembelian,” harapnya.

Menurutnya, keberadaan pembeli yang mampu menyerap tembakau secara berkelanjutan akan memberikan dampak positif bagi petani maupun aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar sentra produksi.

“Kalau pembelian bisa terus berjalan selama musim panen, tentu akan sangat membantu petani. Hasil panen tidak terlalu lama tersimpan dan petani memiliki kepastian untuk menyalurkannya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Aset Daerah Jadi Perhatian DPRD Sumenep, Cagar Budaya Diminta Dapat Perlindungan

Mashura juga berharap harga tembakau tetap dapat memberikan nilai ekonomi yang layak bagi petani, mengingat proses produksi membutuhkan biaya, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit.

“Kami berharap harga yang diberikan bisa sebanding dengan kualitas dan biaya yang sudah dikeluarkan petani. Petani tentu ingin mendapatkan hasil yang layak dari kerja keras selama satu musim,” imbuhnya.

Dengan dibukanya pembelian perdana tersebut, Haswal Group menjadi salah satu alternatif pasar bagi petani tembakau di Sumenep.

Keberlanjutan penyerapan serta mekanisme pembelian yang transparan diharapkan dapat turut menjaga keberlangsungan rantai ekonomi tembakau lokal selama musim panen 2026. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram
HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Karyawan Lewat JJS
Ketua PPR Sumenep Ajak Pengusaha Rokok Serap Tembakau Petani Lokal
Tak Perlu Dana Besar, BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Investasi Emas Syariah
BPRS Bhakti Sumekar Dorong Warga Sumenep Lebih Cerdas Kelola Keuangan
Lewat Jelajah Literasi Keuangan, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Generasi Muda Melek Finansial
DKPP Sumenep Dorong Petani Jaga Mutu Tembakau di Tengah Musim Kemarau
Seleksi Komisaris Utama PT BPRS Bhakti Sumekar Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 5 Juni 2026

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:27 WIB

H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Karyawan Lewat JJS

Senin, 27 Juli 2026 - 09:30 WIB

Ketua PPR Sumenep Ajak Pengusaha Rokok Serap Tembakau Petani Lokal

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:02 WIB

Tak Perlu Dana Besar, BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Investasi Emas Syariah

Berita Terbaru