RSUD Sumenep Fokus Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

- Redaksi

Sabtu, 5 Oktober 2019 - 15:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Wajib cuci tangan bagi karyawan, menjadi salah satu cara RSUD Mohammad Anwar Sumenep mencegah dan mengendalikan potensi penularan infeksi di lingkungan rumah sakit. (Farin/SJ Foto)

Wajib cuci tangan bagi karyawan, menjadi salah satu cara RSUD Mohammad Anwar Sumenep mencegah dan mengendalikan potensi penularan infeksi di lingkungan rumah sakit. (Farin/SJ Foto)

SUMENEP, seputarjatim.com– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh.  Anwar Kabupaten Sumenep terus melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi melalui metode 5 momen dan 6 langkah cuci tangan.

Rumah sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan, sangat rentan menjadi lokasi penularan bakteri atau virus. Untuk mencegahnya, RSUD Moh. Anwar Kabupaten Sumenep mengadakan training pencegahan dan pengendalian infeksi yang lebih dikenal dengan (PPI).

Setiap  tahun kegiatan ini dilakukan untuk seluruh karyawan. Tujuannya untuk menciptakan Zero Accident terjadinya kasus penularan virus di lingkungan rumah sakit.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rumah sakit itu pelayanan yang penuh resiko, ada dua jenis resiko yaitu resiko yang tampak dan resiko yang tidak tampak. Seperti bakteri di lingkungan rumah sakit ini, tidak terlihat dan bisa masuk ke siapa saja. Jadi setiap karyawan harus paham betul tentang pencegahannya,” kata dr. Erliyati M.Kes, Direktur RSUD Mohammad Anwar Sumenep, saat diwawancara melalui telepon, Sabtu, 05/10/2019.

Baca Juga :  Di Daulat Jadi Tuan Rumah, Kejurda Billiard 2023 Diprediksi Paling Glamour
dr. Suhartina, Kepala Bidang Evaluasi dan Informasi RSUD Mohammad Anwar Sumenep. (Farin/SJ Foto)

Terpisah, dr. Suhartina, Kepala Bidang Informasi dan Evaluasi RSUD Mohammad Anwar Sumenep menambahkan pentingnya menjaga kebersihan tangan dengan menerapkan metode 5 momen  dan 6 langkah mencuci tangan di lingkungan rumah sakit.

“Kunci yang paling penting adalah mencuci tangan. Petugas pelayanan, perawat, dan petugas lainnya wajib melakukan 5 momen. Pertama, sebelum menyentuh pasien. Kedua, sesudah melakukan tindakan kepada pasien. Ketiga, sebelum memeriksa pasien. Keempat, Sesudah  memeriksa pasien. Kelima, setelah menyentuh peralatan rumah sakit,” terangnya.

Langkah pencegahan penularan virus di rumah sakit menurut Suhartinah juga terus disosialisasikan kepada pengunjung rumah sakit utamanya keluarga pasien.

Training Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RSUD Mohammad Anwar Sumenep dilakukan setiap tahun. (Farin/ SJ Foto)

“Saya upayakan di semua ruangan akan diberi fasilitas cairan pencuci tangan atau hand sanitizer. Jadi tidak perlu ada kran air. Pengunjung bisa gunakan cairan tersebut. Karena pernah ada kejadian seorang pengunjung menderita sakit setelah menjenguk pasien yang terkena diare. Sepulangnya ke rumah ikut tertular diare. Maka dari itu, kami akan meminimalisir kejadian seperti itu,” imbuh Suhartinah.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Usulkan Ruang Khusus Lansia di Rumah Sakit

Saat ini RSUD Mohammad Anwar Sumenep juga memberikan atensi khusus pada ruangan yang sangat rentan menjadi lokasi penularan infeksi dan virus. Diantaranya adalah ruang isolasi ruah sakit. Menurut Suhartina, para petugas termasuk keluarga pasien yang beraktifitas di ruang isolasi wajib dibekali safety protect.

”Jadi untuk ruangan yang berisiko tinggi misalkan pasien TBC kami jaga ketat. Tidak mungkin perawat menangani pasien dengan tangan kosong, tentu kita harus memakai alat pelindung diri. Seperti masker, pakaian pelindung, sepatu, dan lainnya,” pungkas dr. Suhartinah.(far/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dorong ASN Lebih Bugar, Dinkes P2KB Sumenep Terapkan Gerakan GEMAR
Pastikan Anggaran Tepat Sasaran, Dinkes P2KB Sumenep Sisir Pengelolaan Keuangan Puskesmas
PTC Bersama JSC Sukses Tuntaskan Pelatihan BTCLS, Cetak Perawat Unggul dan Kompeten di Pamekasan
Trainer PTC Gelar Pelatihan BTCLS di Pamekasan, Cetak Perawat Profesional, Unggul dan Kompeten
Perkuat Kompetensi Perawat Madura, PTC dan JSC akan Gelar Pelatihan BTCLS di Pamekasan
Peringati Hari Jantung Sedunia 2026, SMF Kardiologi RSUD Smart Gandeng Klinik Utama Vitria Medika Ajak Warga Jaga Kesehatan Jantung
Kendala BPJS Tak Hambat Pelayanan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Pastikan Pasien Tetap Terlayani
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Resmi Buka Poli Urologi, Peserta BPJS Kini Bisa Berobat

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:42 WIB

Dorong ASN Lebih Bugar, Dinkes P2KB Sumenep Terapkan Gerakan GEMAR

Senin, 2 November 2026 - 16:22 WIB

PTC Bersama JSC Sukses Tuntaskan Pelatihan BTCLS, Cetak Perawat Unggul dan Kompeten di Pamekasan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Trainer PTC Gelar Pelatihan BTCLS di Pamekasan, Cetak Perawat Profesional, Unggul dan Kompeten

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Perkuat Kompetensi Perawat Madura, PTC dan JSC akan Gelar Pelatihan BTCLS di Pamekasan

Minggu, 27 September 2026 - 20:30 WIB

Peringati Hari Jantung Sedunia 2026, SMF Kardiologi RSUD Smart Gandeng Klinik Utama Vitria Medika Ajak Warga Jaga Kesehatan Jantung

Berita Terbaru

ILUSTRASI: H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma, keduanya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep (Foto Istimewa)

Opini Publik

Sumenep Butuh Sosok H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:58 WIB