Sumenep Butuh Sosok H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma

- Redaksi

Kamis, 5 November 2026 - 15:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma, keduanya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep (Foto Istimewa)

ILUSTRASI: H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma, keduanya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep (Foto Istimewa)

OPINI PUBLIK, Seputar Jatim – Jika ada satu pertanyaan besar yang terus menggelayuti benak masyarakat Sumenep hari ini, pertanyaannya adalah: mau dibawa ke mana Sumenep 10 tahun ke depan?

Kabupaten di ujung timur Pulau Madura ini bukanlah kabupaten biasa. Sumenep adalah kabupaten dengan sejarah kerajaan, kekayaan laut yang melimpah, 126 pulau, tradisi pesantren yang kuat, dan potensi wisata kelas dunia dari Gili Labak hingga Keraton.

Namun di balik semua keagungan itu, Sumenep masih menyimpan pekerjaan rumah yang tidak ringan: angka kemiskinan yang masih tinggi, kualitas pendidikan yang belum merata hingga kepulauan, infrastruktur antarpulau yang belum optimal, dan ekonomi kreatif berbasis pesantren dan maritim yang belum digarap serius.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah kompleksitas itu, Sumenep tidak butuh pemimpin coba-coba. Sumenep butuh sosok yang lengkap.

Dan sosok lengkap itu tercermin pada dua nama: H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma.

Mengapa harus mereka?

1. Perpaduan Ideal: Religiusitas dan Profesionalitas politisi

Sumenep adalah Kota Santri. Pemimpinnya harus paham bahasa pesantren, mengerti kultur kiai dan santri, serta memiliki kedekatan spiritual dengan masyarakat. Sosok H. Hamid Ali Munir merepresentasikan itu. Ia adalah figur yang matang secara sosial-keagamaan, diterima di kalangan ulama dan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  MH Said Abdullah Kembali Sumbangkan Ribuan APD Untuk Tenaga Medis

Sementara itu, untuk mengelola pemerintahan modern yang rumit dengan 27 kecamatan daratan dan kepulauan, dibutuhkan manajer birokrasi yang andal. H. Herman Dali Kusuma dikenal sebagai sosok pklitisi yang memahami detil tata kelola pemerintahan, perencanaan anggaran, dan pelayanan publik.

Sumenep butuh kombinasi keduanya: hati seorang santri dan otak seorang manajer. Jika religiusitas tanpa manajemen yang baik akan menjadi jargon, maka manajemen tanpa jiwa religius akan kehilangan ruhnya. Duet keduanya adalah keseimbangan.

2. Pemahaman Mendalam Tentang Daratan dan Kepulauan

Masalah terbesar Sumenep adalah disparitas. Yang di Kota Sumenep berbeda kebutuhannya dengan yang di Masalembu, Sapeken, atau Arjasa.

Sosok seperti H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma bukanlah sosok karbitan yang baru mengenal Sumenep dari baliho. Mereka adalah figur yang tumbuh, berinteraksi, dan memahami denyut nadi masyarakat Sumenep secara utuh, dari ujung keraton hingga ujung perahu nelayan di pulau-pulau terluar. Mereka paham bahwa membangun Sumenep tidak bisa hanya dengan membangun kota, tapi membangun konektivitas keadilan.

3. Kepemimpinan yang Menyejukkan, Bukan Memecah Belah

Baca Juga :  Polemik Pengelolaan Wisata Pelra

Sumenep hari ini butuh persatuan. Politik identitas yang tajam dan konflik kepentingan hanya akan membuat Sumenep jalan di tempat. Yang dibutuhkan adalah sosok penyejuk, pengayom, yang bisa merangkul semua golongan: tua-muda, daratan-kepulauan, NU-Muhammadiyah, nelayan-petani, birokrat-pengusaha.

Figur H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma adalah tipikal pemimpin yang tidak gaduh, tidak suka pencitraan berlebihan, tapi bekerja dengan pendekatan kekeluargaan dan silaturahmi. Gaya kepemimpinan seperti inilah yang dibutuhkan Sumenep untuk menjaga kondusivitas sekaligus mendorong percepatan pembangunan.

Pada akhirnya, membangun Sumenep bukan soal siapa yang paling populer di media sosial, tapi siapa yang paling paham peta jalan Sumenep. Bukan soal siapa yang paling banyak berjanji, tapi siapa yang paling mampu menunaikan janji dengan rekam jejak yang teruji.

Sumenep memiliki semua modal untuk menjadi kabupaten terdepan di Jawa Timur. Modal alamnya ada, modal budayanya ada, modal manusianya ada. Yang kini dibutuhkan adalah nahkoda yang tepat.

Dan bagi banyak masyarakat, nahkoda itu ada pada keteladanan dan pengalaman sosok H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma.

Penulis: Ketua IWO Sumenep Imam Mustain R

Penulis : Imam M R

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengunjung Mr. Ball Positif Narkoba, PCNU dan Kiai Desak Pemkab Sumenep Tutup THM
Disbudporapar Sumenep Buka Pintu Kreativitas Masyarakat untuk Kalender Event 2027
Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:58 WIB

Sumenep Butuh Sosok H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma

Kamis, 5 November 2026 - 10:31 WIB

Pengunjung Mr. Ball Positif Narkoba, PCNU dan Kiai Desak Pemkab Sumenep Tutup THM

Senin, 2 November 2026 - 13:01 WIB

Disbudporapar Sumenep Buka Pintu Kreativitas Masyarakat untuk Kalender Event 2027

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Berita Terbaru