SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 18:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

FOKUS: Pengurus SMSI Sumenep saat memberikan materi dalam kegiaran Sekolah Melek Media (Dok. Seputar Jatim)

FOKUS: Pengurus SMSI Sumenep saat memberikan materi dalam kegiaran Sekolah Melek Media (Dok. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Derasnya arus informasi di ruang digital menuntut masyarakat, termasuk lingkungan sekolah, semakin cakap memilah dan memverifikasi informasi. Menjawab tantangan tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Sekolah Melek Media bagi para guru SDN se-Gugus 02 Kalianget.

Kegiatan yang berlangsung di SDN Kalimook II, Kecamatan Kalianget, itu diikuti dua perwakilan dari masing-masing sekolah dasar yang tergabung dalam Gugus 02 Kalianget.

Mengusung tema “Menggali Lokalitas dan Pemanfaatan AI bagi Guru se-Kecamatan Kalianget”, pelatihan tersebut menghadirkan dua jurnalis sekaligus pemimpin redaksi media siber sebagai pemateri.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keduanya yakni Moh. Sumardono, Pemimpin Redaksi Dimadura.id, dan Prengki Wirananda, Pemimpin Redaksi Klikmadura.com.

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya sekolah memiliki kemampuan menghadapi derasnya informasi yang beredar melalui berbagai platform digital.

Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam membangun budaya literasi informasi karena berinteraksi langsung dengan generasi yang setiap hari tidak lepas dari media sosial.

“Sekolah harus bisa melek informasi. Kita harus bisa membedakan informasi yang berasal dari media mainstream atau media arus utama dengan informasi yang beredar di media sosial,” katanya, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga :  PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Ia menjelaskan, informasi di media sosial dapat menyebar dalam waktu singkat. Namun, cepatnya sebuah informasi beredar tidak serta-merta menunjukkan bahwa informasi tersebut benar.

Karena itu, kemampuan memeriksa sumber, memahami konteks, serta membedakan produk jurnalistik dengan unggahan di media sosial menjadi bagian penting dalam membangun kecakapan literasi media.

Sementara itu, Pengawas Sekolah Wilayah Kerja Kalianget, H. Abd. Aziz, mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan tersebut secara serius.

Ia mendorong para guru tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan tulisan dan informasi yang berkualitas.

“ikuti kegiatan ini dengan baik. Guru bisa belajar menulis dan membuat informasi dari para jurnalis,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan menulis dan mengolah informasi dapat menjadi bekal bagi guru untuk menyampaikan berbagai aktivitas maupun prestasi sekolah secara lebih baik. Selain itu, kemampuan tersebut diharapkan turut memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan.

Ketua Gugus 02 Kalianget, A. Yudhi, juga hadir dalam kegiatan tersebut bersama para peserta dari sejumlah SDN di wilayah Gugus 02 Kalianget.

Berlangsung di ruang kelas SDN Kalimook II, kegiatan tersebut diisi dengan materi seputar jurnalistik, literasi media, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Para peserta diajak memahami cara menyikapi derasnya arus pemberitaan di era digital, termasuk pentingnya memeriksa informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Melalui program Sekolah Melek Media, SMSI Kabupaten Sumenep mendorong lingkungan sekolah menjadi salah satu benteng dalam membangun budaya literasi informasi.

Di tengah banjir informasi dan perkembangan teknologi AI, kemampuan memeriksa sebelum percaya dan berpikir sebelum menyebarkan menjadi keterampilan penting, tidak hanya bagi guru, tetapi juga bagi siswa. (EM)

*

Penulis : EM

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project
Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat
Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi
Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan
Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep
APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Sabtu, 26 September 2026 - 18:21 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI

Jumat, 25 September 2026 - 08:48 WIB

PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Selasa, 22 September 2026 - 14:25 WIB

Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat

Kamis, 10 September 2026 - 19:34 WIB

Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi

Berita Terbaru