Batik Tulis ‘A-Batik’ Berkat Dorongan Pemkab Sumenep hingga Bisa Berkembang

Senin, 27 Mei 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PENGRAJIN BATIK: Owner dan Karyawan A-Batik saat melukis batik pada kain kosong

PENGRAJIN BATIK: Owner dan Karyawan A-Batik saat melukis batik pada kain kosong

SUMENEP, SEPUTARJATIM – Awal berdirinya batik tulis ‘A-Batik’ di Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga berkembang pesat sampai saat ini.

Alasan untuk memilih label A-Batik, tidak terlepas dari filosofi dari awal berdirinya sentra batik tulis.

“A-Batik sendiri kami adopsi dari bahasa Madura ‘A-Bhatek’, artinya melakukan sebuah pekerjaan atau proses pembatikan. Dari hal tersebut, kemudian bisa terus berkembang dan bisa membuka lapangan pekerjaan,” kata Owner A-Batik, Sufriyadi, Senin (27/5/24).

Baca Juga :  Festival Tan-Pangantanan Tonjolkan Budaya Lokal Sumenep

Lanjut ia mengatakan, bahwa pihaknya belajar dari rumah ke rumah, sampai akhirnya mendapat informasi program dari Bupati Sumenep, yanga  pada saat itu masih dipimpin Busyro Karim dan wakilnya Achmad Fauzi.

Diketahui, program tersebut adalah Wirausaha Muda, yang didalamnya ada pelatihan batik tulis pada tahun 2020.

“Setelah pelatihan tersebut kami bekerja di salah satu tempat produksi batik hampir satu tahun. Kemudian pada tahun 2021 kami mendapat informasi bahwa ada program dari bupati pada saat itu Bupatinya Achmad Fauzi, program tersebut adalah Santri Enterpreneur yang di dalamnya ada pelatihan membatik, kemudian setelah pelatihan tersebut kami mentekad untuk melakukan produksi sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Dugaan Perselingkuhan Oknum Panwascam Masalembu dengan Janda Bikin Resah Warga

“Alhamdulillah pada tahun 2022 Kami sudah bisa menerbitkan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan sampai sekarang Sentra batik tulis kami terus berkembang,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, intuk pemasaran tentunya A-Batik memanfaatkan media sosial seperti FB, IG, TikTok, serta membuka toko online seperti di shopee.

Selain memanfaatkan media sosial, ia juga melakukan beberapa kerjasama dengan beberapa instansi yang ada di Kabupaten Sumenep.

“kerjasama tersebut bisa berupa pengadaan seragam atau yang lainnya, seperti mengikuti pameran-pameran yang difasilitasi oleh instansi tersebut. Pada tangg 08-12 Mei 2024 kemarin, kami mengikuti kegiatan pameran “Batik Bordir & Aksesoris Fair” yang di adakan di Gramd City Surabaya yang difasiltasi oleh Disperindag,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Berita Terkait

Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar
Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026
Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:44

Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar

Senin, 11 Mei 2026 - 09:47

Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Rabu, 19 November 2025 - 14:25

Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata

Berita Terbaru