Bersama masyarakat Desa Soket Laok, mahasiswa UTM Ini Perkenalkan Pakan Sapi Hasil Fermentasi

- Redaksi

Rabu, 6 Juli 2022 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Eka Bayu Indrawan, mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM)

Foto:Eka Bayu Indrawan, mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM)

Bangkalan, seputarjatim.com–Eka Bayu Indrawan, mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memperkenalkan pakan fermentasi untuk sapi kepada petani dan peternak yang ada di  Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Dipilihnya Desa Soket Laok dikarenakan  mayoritas warga di desa tersebut banyak bekerja sebagai petani dan peternak, sehingga solusi pakan fermentasi sangat membantu agar tidak tergantung dengan rumput yang biasa diberikan setiap hari.

Kepada media ini, mahasiswa asal Sumenep ini mengatakan bahwasanya Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari sebuah inovasi terhadap pakan sapi, Kegiatan yang dilakukan dengan suatu pemikiran terhadap fermentasi pakan sapi menjadi suatu masukan bagi masyarakat desa soket Laok ditengah sulitnya mencari pakan sapi disaat musim-musim tertentu.

Baca Juga :  Bupati Resmikan Gedung Baru DPRD Sumenep

“Saya hadir menawarkan solusi yakni dengan pakan ternak hasil fermentasi, nantinya para peternak sapi tidak perlu mencari pakan setiap hari, hanya cukup dengan pakan hasil fermentasi tersebut,” Jelasnya. Selasa (5-7-2022). 

Masih kata Bayu, Proses pembuatannya juga terbilang mudah, namun diakui dirinya untuk bahan bakunya di desa Soket Laok agak terbatas dan membutuhkan waktu yang agak lama.

” Untuk bahannya sendiri terdiri dari, EM4, molase atau tetes tebu, jerami, air, dan probiotik sedangkan waktu fermentasi membutuhkan waktu sekitar 2 – 3 minggu,” Terangnya

Baca Juga :  Puskesmas Pandian Buka Suara Terkait Tuduhan Tak Beri Surat Rujukan kepada Seorang Pasien asal Pulau Sapeken

Namun pihaknya optimis, pakan ternak hasil fermentasi bisa diterapkan oleh masyarakat Desa Soket Laok, sehingga nantinya manfaat pakan dari hasil fermentasi ini bisa dirasakan betul oleh para peternak.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini peternak sapi di Desa Soket Laok dapat mengatasi sulitnya mencari pakan ternak pada musim kemarau, serta dapat menurunkan biaya untuk pakan ternak dan terpenuhinya gizi hewan ternak,” pungkas mahasiswa KKN dari kelompok KKN T 128 UTM ini. (BS)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPRS Bhakti Sumekar Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Sumenep
Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Sumenep Kucurkan Rp3,2 Miliar ke BPRS Bhakti Sumekar
BPRS Bhakti Sumekar Jadi Pelopor Bike to Work, Dorong Gerakan Hemat BBM di Sumenep
Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan
Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum
THR Jangan Terkuras Usai Lebaran, BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Sumenep Lebih Cermat Atur Keuangan
Aksi Pemilik SPPG di Pamekasan Joget Sambil Hamburkan Uang di Konser Valen Viral
Viral! Pantai Slopeng Diprotes Wisatawan, Tiket Mahal Hanya Disuguhi Sampah

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 18:12 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Sumenep

Selasa, 14 April 2026 - 11:13 WIB

Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Sumenep Kucurkan Rp3,2 Miliar ke BPRS Bhakti Sumekar

Kamis, 9 April 2026 - 18:08 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Jadi Pelopor Bike to Work, Dorong Gerakan Hemat BBM di Sumenep

Rabu, 8 April 2026 - 16:20 WIB

Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan

Selasa, 7 April 2026 - 01:18 WIB

Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum

Berita Terbaru

FOKUS: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid (kiri), bersama Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim (dua kiri), saat rapat koordinasi terkait HDDAP (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

HDDAP Jadi Motor Transformasi Pertanian Lahan Kering di Sumenep

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:39 WIB

BERDIRI: DPRD Sumenep saat membuka rapat paripurna membahas Raperda 2026 (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

DPRD Sumenep Bahas Tiga Raperda 2026 Lewat Pandangan Umum Fraksi

Kamis, 16 Apr 2026 - 10:56 WIB