Bukti Konkret PAN, Faisal Muhlis Daftarkan Diri sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Sumenep ke PDI-P

Politik32 Dilihat

SUMENEP, SEPUTARJATIM – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wakil Bupati Sumenep ke DPC PDI P.

“Bagi saya, ke enam orang itu yang kemarin sudah mendaftar bahkan nanti mungkin ada yang mendaftar lagi ke PDIP dalam rangka membursakan diri sebagai calon bupati Kabupaten Sumenep mendatang sebenarnya bukan persoalan rival bagi saya sendiri, jadi kita berlomba-lomba untuk memberikan manfaat dan kebaikan untuk Kabupaten Sumenep,” kata Ketua DPD PAN Sumenep, Faisal Mukhlis. Rabu (15/5/24)

Faisal mengaku, bahwa pihaknya telah menyerahkan formulir pendaftaran ke PDI-P, sebagai bukti keseriusan untuk mendampingi Bupati mendatang, dalam rangka melanjutkan kesuksesan membangun Kabupaten Sumenep.

Karena itu, kata dia, selama kepemimpinan Ahmad Fauzi, dalam 3 tahun ini dinggap sangat berhasil, sehingga tidak menjadi aneh lagi ketika ada beberapa orang ingin menjadi bagian dari kesuksesan itu.

“Justru kita itu tidak ada yang khawatir terhadap enam orang itu, siapapun yang nantinya akan dipilih oleh PDI-P itu bukan suatu hal yang memberatkan bagi saya. Akan tetapi, saya punya keyakinan luar biasa, karena selama ini PAN sudah terbiasa bekerja sama dengan PDI-P. Bahkan saya secara pribadi dengan teman-teman PDI-P juga termasuk Bupati, sudah merasa nyaman dan sudah terbangun chemistry dalam hal apapun demi kebaikan Kabupaten Sumenep,” tegasnya.

Baca Juga :  Dinilai Ruwet, Program IKD di Sumenep Belum Capai Target

“Tentu elektabilitas dan popularitas sudah memang dipersiapkan, dan beberapa bulan ini sudah banyak perkembangan signifikan terkait dengan hal itu,” jelasnya.

Lanjut ia menegaskan, bahwa dalam situasi saat ini, berada di kepemimpinan Bupati dan dapat cukup memberika bukti nyata, maka dari itu terbukti pula banyaknya pendaftar calon-calon Wakil Bupati.

“Maka untuk peta politik Nasional ini bentuk dari proses, cuma untuk di tingkat lokal Sumenep saya pikir tidak ada hubungannya dengan hal itu. Bahkan, beberapa hari yang lalu ketika diadakan rapat Zoom dengan DPP yang dipimpin langsung oleh ketua Zulhas, beliau menyarankan memang di daerah itu kita harus membangun komunikasi dengan partai lainnya. Bahkan beliau juga menyarankan untuk Jawa Timur termasuk di Sumenep sendiri, beliau menyebutkan pertama kali itu dengan PDI-P. Karena hal itu, pak ketua sudah paham betul di Jawa Timur khususnya Kabupaten Sumenep PDI-P itu sangat kuat, maka dari itu beliau menyarankan bekerjasama bahkan berkoalisi dengan PDI-P,” bebernya.

Tetapi nanti, kata Faisal, kalau misal PDI-P berkoalisi dengan PKB itu kembali lagi terserah pengurus PDI-P yang jelas PAN sudah memulai koalisi itu sejak 2019 lalu, sehingga untuk pilkada 2024 mendatang tinggal melanjutkan koalisi itu.

“Terkait lobi-lobi, kebetulan saya sebagai ketua DPDnya sehingga di internal pengurus sudah adakan pembicaraan dan responya positif. Termasuk dengan tokoh-tokoh simpatisan PAN di luar struktural juga sudah kita komunikasikan dan responya luar biasa. Termasuk teman-teman di Jawa Timur bahkan pada Ketua Jawa Timur kita sudah berpamitan dan responya cukup memberikan ruang kepada kader di tingkat daerah, jadi tinggal menunggu secara formal atau resmi rekomendasinya itu,” tuturnya.

Tak hanya itu, ia menambahkan, bahwa untuk acara yang 1 Juni mendatang. Relawan yang mengadakan, jadi pihakny hanya mensuport serta mendukung saja. Hal itu sudah disampaikan kepada bapak bupati sehingga dapat dipastikan Achmad Fauzi, hadir.

Baca Juga :  PAUD El-Fath Sumenep Gelar Parenting Education dengan Hadirkan Pemateri dari Surabaya

“Di pemilu kemarin PAN masih dapat lima kursi dengan total suara sekitar 75.000. Dan itu basis yang nyata dari PAN. Ditambah lagi dengan beberapa tokoh yang sudah saya datangi beberapa waktu lalu sehingga responya cukup bagus dan siap memenangkan pertarungan di PILKADA akan datang,” tambahnya.

“Untuk soal mengusung wabub sendiri, ya itu haknya PDI-P. Jadi kita tidak bisa masuk kesana yang penting formulir sudah kita setor kemudian hasil nantinya seperti apa kita manut saja pada teman-teman PDIP, dan itu semuanya bergantung pada komunikasi yang dibangun sampai nanti rekomendasi benar-benar turun pada siapa,” imbuhnya.

“Tentu soal informasi menganai bahwa Suharinomo (DPRD PAN inkumben) juga mau mewakili kepulauan dan Malik Efendi juga menyatroni keputusan DPW agar memperoleh rekomendasi pusat, hal itu tidak ada, jadi saya kan ketua DPD, kalaupun ada kader PAN yang lain untuk mengambil bagian di PILKADA mendatang itu pasti datang ke saya juga, kalau kemudian mereka tidak melalui saya dan datang keDPW atau DPP kita tidak berurusan itu, itu urusan mereka sendiri. Tapi untuk Sumenep saya pikir tidak ada,” tandasnya.

“Bukti konkret bahkan saya benar-benar serius yang datang dan mendaftar ke PDI, setelah mendaftar tinggal memperkuat komunikasi agar nantinya itu rekomendasi benar-benar turun kepada saya dan PDI-P juga memilih saya untuk menjadi pendamping Bupati,” pungkasnya. (SAND/EM)

*

Komentar