Ekonomi

Bupati Sumenep Beri Kesempatan Jualan di Tajamara, Pendatapan PKL Semakin Meningkat

55
×

Bupati Sumenep Beri Kesempatan Jualan di Tajamara, Pendatapan PKL Semakin Meningkat

Sebarkan artikel ini
20240612 135513
Susana taman Tajamara di malam hari yang dipenuhi dengan para PKL

SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus mendongkrak perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Dalam hal itu, bupati terus memberikan kesempatan bagi masysarakat untuk berjualan di Taman Tajamara di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Dengan menyulap taman itu sebagai pusat perekonomian baru, seingga pihaknya merelokasi sejumlah pedagang kaki lima (PKL) ke taman tersebut.

Melalui pemindahan para pedagang ke taman tersebut sehingga berdampak pada banyak hal. Salah satunya, jalan umum di sekitar Tajamara lebih bersih dan arus lalu lintas berjalan lancar.

Baca Juga :  Meriahkan Bulan Juni, IWO Sumenep Bakal Gelar Lomba Baca Puisi Karya Bung Karno dan Pidato pada 29 Juni 2024

Di samping itu, para PKL juga sudah memiliki tempat yang aman dan tepat untuk berjualan produknya.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojud mengatakan, pihaknya sengaja merelokasi PKL ke Tajamara. Keputusan tersebut tentu melalui banyak pertimbangan demi kesejahteraan para pedagang.

Selama ini, kata dia, para PKL yang berjualan di pinggir jalan seakan tidak memiliki tempat layak untuk mencari rezeki.

”Saya terus berpikir bagaimana PKL ini mendapatkan tempat yang layak untuk berjualan,” katanya, Rabu (12/6/2024).

“Saat ini mereka sudah memiliki tempat yang nyaman untuk berjualan,” ujarnya.

Sebab, kata dia, pengunjung Tajamara bisa sekalian membeli jajanan PKL sembari nongkrong. Dengan demikian, pendapatan pedagang akan lebih meningkat.

”Harapan saya bagaimana omzet para PKL ini bisa membaik. Termasuk agar mereka bisa berjualan lebih nyaman,” imbuhnya.

Baca Juga :  Disbudporapar Sumenep Tunggu Tema dari Bupati untuk Sayembara Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep Ke-756

Sementara itu, salah seorang PKL Tajamara, Rendi, mengaku senang sejak di relokasi ke Tajamara, pendapatan  lebih meningkat. Sehingga sangat berterimakasih kepada Bupati Fauzi.

“Alhamdulillah, disini lebih ramai pengunjung juga pembeli. Bahkan untuk pendapatan pun jauh lebih besar, terimakasih pak Bupati,” ucapnya.

Dengan begitu, iamerinci, sebelum direlokasi pendapatan setiap hari hanya sekitar Rp200 ribu.

“Saat ini pendapatan kami mencapai Rp 400 ribu perhari, terkadang lebih,” bebernya.

Selain itu, lanjut dia, bahwa inovasi buparti mampu menekan beban yang harus dikeluarkan oleh PKL setiap bulan, seperti biaya sambungan listrik setiap bulan.

“Sebelum direlokasi kami harus bayar listrik Rp250 ribu setiap bulan, pasca direlokasi kami hanya bayar Rp120 per bulan,” pungkasnya. (EM)

*

Tinggalkan Balasan