Desa Penghasil Panci Tradisional

- Redaksi

Rabu, 1 Juli 2020 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tumpukan peralatan dapur karya pengrajin Desa Kalianget Timur. (Foto Istimewa)

Tumpukan peralatan dapur karya pengrajin Desa Kalianget Timur. (Foto Istimewa)

SUMENEP, seputarjatim.com- Desa Kalianget Timur pasti tidak asing lagi bagi para ibu-ibu di Kabupaten Sumenep. Terlebih, bagi mereka yang hobi memasak. Desa Kalianget Timur adalah desa sentra penghasil alat-alat dapur.

Pembuatan kerajinan tradisional ini telah dilakukan warga sejak puluhan tahun. Ada berbagai jenis alat dapur yang dibuat pengrajin. Mulai dari panci, wajan, kotak pemanggang, hingga peralatan masak berukuran kecil lainnya.

“Disini pengrajin bekerja secara berkelompok. Di sejumlah rumah, didirikan gudang produksi alat-alat dapur. Bahan bakunya ya plat aluminium dengan ketebalan yang bervariasi,” terang Sukma, salah seorang pemilik toko alat-alat dapur, Rabu, 01/07/2020.

Baca Juga :  Perkuat Perekonomian Desa Melalui Wisata, Ketua AKD Apresiasi Pemdes Pagarbatu

Yang berbeda dari hasil produksi alat alat dapur adalah metodenya yang masih tradisional.

“Pengrajin tetap memakai cara tradisional. Untuk membuat panci misalnya, setelah lempengan aluminium digunting, langsung dipukul menggunakan palu kayu diatas cetakan kayu,” imbuhnya.

Pemuda lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini tetap optimis, walau dikerjakan secara tradisional, alat-alat dapur yang dihasilkan para pengrain tetap digemari pasar.

Baca Juga :  Bakal Dikunjungi Jokowi, Jalan Becek & Berlubang di Pasar Anom Baru Diperbaiki

Tri Budi, warga kota Sumenep mengaku sering membeli peralatan dapur di Desa Kalianget Timur.

“Ya kayak wisata. Kita bebas memilih model peralatan dapur yang kita inginkan. Soalnya disini kan tempatnya. Ada show room ya juga. Saya tetap memilih panci tradisional karena lebih awet,” katanya.

Selain dipasarkan di wilayah Sumenep, peralatan dapur yang dihasilkan pengrajin juga banyak dikirim ke sejumlah kota besar di Jawa Timur. (Mg2/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ojung Tak Sekadar Tradisi, Kini Jadi Strategi Wisata Sumenep
Darurat Sampah! Pantai Slopeng Sumenep Terancam Ditinggal Wisatawan
Festival Ketupat Sumenep 2026 Kini Jadi Senjata Baru Dongkrak Ekonomi
Festival Ketupat Sumenep 2026 Siap Digelar di Pantai Lombang
Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia
Disbudporapar Sumenep Minta Pemdes Segera Bentuk Pokdarwis Pantai Galung 
Dibangun dari Teknologi Ramah Lingkungan, Pantai Galung Jadi Destinasi Wisata Baru di Sumenep
Disbudporapar Sumenep Targetkan 1,7 Juta Kunjungan Wisatawan di 2025

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 12:17 WIB

Ojung Tak Sekadar Tradisi, Kini Jadi Strategi Wisata Sumenep

Senin, 30 Maret 2026 - 11:25 WIB

Darurat Sampah! Pantai Slopeng Sumenep Terancam Ditinggal Wisatawan

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:58 WIB

Festival Ketupat Sumenep 2026 Kini Jadi Senjata Baru Dongkrak Ekonomi

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:12 WIB

Festival Ketupat Sumenep 2026 Siap Digelar di Pantai Lombang

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:13 WIB

Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia

Berita Terbaru

GAGAH: Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, saat diwawancarai di ruangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

Peristiwa

Sumenep Hadapi Fase Pancaroba, Ancaman Kekeringan Mulai Muncul

Senin, 20 Apr 2026 - 17:48 WIB