Meski Telan Ratusan Juta, Wisata Alam Somber Rajeh Bakal Jadi Tonggak Kemajuan Desa Rombiya Timur

Peristiwa126 Dilihat

SUMENEP, SEPUTARJATIM –  Wisata Sumber Rajeh, menjadi salah satu destinasi favorit di Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang banyak diburu para pecinta alam.

Wisata yang berada di Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep ini mengalami perkembangan yang cukup pesat meski baru dibuka.

Uniknya wisata ini, sangat memanfaatkan sumber air yang tidak pernah surut, sehingga pemerintah desa mengambil langkah untuk mengembangkan air menjadi wisata.

Baca Juga :  Dua Kiyai di Sumenep Daftar Bacabup, Siap Bersaing di Pilkada Serentak 2024

Wisata alam ini hadir mengangkat tema nuansa Jepang ini telah menelan Anggaran Dana Desa (ADD) kisaran Rp 450 juta.

“Meski kadang pendapatan selama satu bulan itu tidak cukup untuk gaji karyawan, wisata ini masih tetap dirawat, penegak utamanya yaitu kades,” kata Pengelola Wista Somber Rajeh, Kata Yusji, Rabu (29/5/24)

Karena ini tujuan utamanya untuk membangun desa lebih maju, kata Yusji, maka pengelolanya itu juga diambil dari pemuda desa dan ketua BUMDes.

“Selain itu, juga memanfaatkan UMKM masyarakat yang memang tujuannya untuk menunjang ekonomi masyarakat yang rendah, bahkan temen-temen pemuda yang pengangguran kami ajak untuk juga mengelola disini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Rombiya Timur, Hayati, mengaku bahwa wisata ini sudah menghabiskan ratusan juta, sehingga bisa berkembang pesat.

Baca Juga :  Profil Lengkap Nur Faizin, Dilantik PBNU sebagai Ketua PP GP Ansor Periode 2024-2029

Lanjut dia menyampaikan, dari tiket sepuluh ribu per orang itu ketika dikalkulasi selama satu bulan memang tidak cukup. Namun tetap dikembang demi membangun kemajuan desa.

Dengan demikian, wisata tersebut adalah bagian dari kemajuan desa. Kata dia, bagaimanapun dan menghabiskan dana berapapun tentu masih ada kaitannya dengan program Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Maka dari itu, kami mengharap agar supaya wisata ini juga tersentuh langsung dari pemerintah, lebih utamanya Disparbudpora untuk mensupport wisata ini,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Komentar