Dinkes P2KB Sumenep Turun Tangan, Layanan Puskesmas Pandian Didorong Lebih Optimal

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TURLAP: Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Puskesmas Pandian (SandiGT - Seputar Jatim)

TURLAP: Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Puskesmas Pandian (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Puskesmas Pandian guna memperkuat kualitas layanan kesehatan dasar.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memastikan pelayanan kesehatan tidak hanya berjalan, tetapi juga memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.

Dalam kegiatan tersebut, tim monev melakukan “bedah layanan” secara menyeluruh, mencakup aspek administrasi, kinerja tenaga kesehatan, hingga kesiapan fasilitas dan sistem pendukung.

Proses evaluasi berlangsung terbuka dan konstruktif. Tenaga kesehatan Puskesmas Pandian aktif berdialog dengan tim Dinkes, menyampaikan berbagai tantangan di lapangan sekaligus merumuskan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menegaskan bahwa monev merupakan instrumen penting dalam menjaga kualitas layanan kesehatan masyarakat.

“Monitoring dan evaluasi ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan setiap layanan di puskesmas berjalan optimal dan terus meningkat dari waktu ke waktu,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga :  Temuan Misterius di Sumenep, Warga Evakuasi Benda Mirip Torpedo

Menurutnya, fokus utama dalam monev kali ini adalah program imunisasi sebagai garda terdepan dalam pencegahan penyakit. Evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian, mengidentifikasi hambatan, serta merumuskan langkah percepatan guna menekan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

“Kami tidak hanya melihat angka capaian, tetapi juga menggali persoalan di baliknya. Dari situ, kami susun solusi agar program imunisasi semakin efektif,” jelasnya.

Tim juga melakukan pemeriksaan teknis secara detail dan sistematis, mulai dari memastikan ketersediaan vaksin dan alat suntik, memantau stabilitas suhu penyimpanan melalui sistem rantai dingin (cold chain), hingga menilai kesiapan tenaga kesehatan dalam menjalankan jadwal imunisasi secara konsisten.

“Seluruh rantai pelayanan kami pastikan berjalan baik, mulai dari logistik hingga pelaksana di lapangan. Ini penting untuk menjaga kualitas dan keamanan layanan,” tambahnya.

Di tengah berbagai keterbatasan, tenaga kesehatan Puskesmas Pandian dinilai tetap menunjukkan kinerja yang solid dan responsif. Dinkes P2KB pun memberikan apresiasi atas dedikasi yang ditunjukkan dalam melayani masyarakat.

“Ada komitmen yang kuat dari tim di sini. Tinggal diperkuat dari sisi manajemen dan peningkatan kapasitas agar layanan semakin optimal,” ungkap Syamsuri.

Lebih dari sekadar evaluasi, kegiatan monev ini juga menjadi momentum konsolidasi antara Dinkes dan puskesmas dalam merancang langkah strategis ke depan. Penguatan SDM, optimalisasi manajemen layanan, serta pemanfaatan teknologi menjadi fokus yang akan terus didorong.

“Kami berharap kualitas layanan kesehatan semakin merata di seluruh wilayah. Penguatan imunisasi sebagai program prioritas diharapkan mampu menjadi benteng efektif dalam menekan angka PD3I, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Moh Anwar Sumenep Luncurkan Teknologi RFA, Tangani Tumor Tanpa Operasi
Selama Ramadhan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Tetap Maksimal Layani Pasien 24 Jam
RSUD Moh Anwar Sumenep Perkuat Layanan Inklusif, Edukasi Kesehatan Gratis untuk Anak Difabel di SLB Saronggi
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Akreditasi Paripurna Bintang Lima
Tak Henti Berbenah, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Mantapkan Diri sebagai Rumah Sakit Rujukan Humanis
RS BHC Sumenep Resmi Layani BPJS Kesehatan, Hadirkan Pojok Mobile JKN untuk Permudah Administrasi Pasien
Modernisasi Layanan dan SDM, RSUD Moh Anwar Sumenep Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan Andal
RSUD Moh. Anwar Sumenep Dipercaya Jadi Pusat Medical Check Up Pejabat Daerah

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 11:44 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Turun Tangan, Layanan Puskesmas Pandian Didorong Lebih Optimal

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:28 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Luncurkan Teknologi RFA, Tangani Tumor Tanpa Operasi

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:16 WIB

Selama Ramadhan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Tetap Maksimal Layani Pasien 24 Jam

Senin, 9 Februari 2026 - 16:28 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Perkuat Layanan Inklusif, Edukasi Kesehatan Gratis untuk Anak Difabel di SLB Saronggi

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:54 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Akreditasi Paripurna Bintang Lima

Berita Terbaru

MENGECEK: Warga bersama kepolisian saat mengvakuasi benda mirip torpedo (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

Temuan Misterius di Sumenep, Warga Evakuasi Benda Mirip Torpedo

Selasa, 21 Apr 2026 - 10:43 WIB

GAGAH: Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, saat diwawancarai di ruangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

Peristiwa

Sumenep Hadapi Fase Pancaroba, Ancaman Kekeringan Mulai Muncul

Senin, 20 Apr 2026 - 17:48 WIB