Disdik Sumenep Adakan Bimtek Pengembangan PAUD Holistik Integratif, Hadirkan 4 Pemateri Salah Satunya dari PAUD El-Fath

Pendidikan29 Dilihat

SUMENEP, SEPUTAR JATIM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengadakan bimbingan teknis (bimtek) pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) holistik integratif.

Diketahui, sosialisasi dan advokasi kebijakan bidang Pendidikan PAUD pengembangan PAUD holistik integratif digelar mulai tanggal 29 – 30 Mei 2024 di Aula Kementerian Agama Kabupaten Sumenep.

Dalam sosialisasi dan bimtek ini dengan melibatkan peserta dari guru PAUD/TK di Kabupaten Sumenep baik daratan dan kepulauan.

Kegiatan ini, dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Fatimah Umar, dan dihadiri Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Lisa Bertha Soetedjo dan Kasi Kelembagaan, Sarpras PAUD, Kasi Peserta Didik PAUD.

Sekdis Sumenep Fatimah Umar mengatakan, bimtek pengembangan PAUD holistik integratif yang diselenggarakan melibatkan dari Dinas Kesehatan P2KB dengan materi Kesehatan, Gizi, Pencegahan, Penanganan dan Pengasuhan Stunting, dan Dispendukcapil Kabupaten Sumenep dengan materi Perlindungan dan Kesejahteraan anak sebagai narasumber.

Baca Juga :  ASN di Sumenep Resmi Dilaporkan Suaminya Atas Dugaan Kasus Perzinahan

Di samping itu, ia juga melibatkan beberapa narasumber lain di antaranya Nurul Hayati, dan Hariyanto dengan materi implementasi PAUD HI Pada Dinas Pendidikan dan Satuan PAUD.

“Lalu Maimunah dengan materi Pra Literasi, Pra Numerasi dan Pendidikan Karakter mempersiapkan Pelajar Pancasila, dan Drs. Mulyadi dengan materi Transisi PAUD ke SD dan penyusunan rencana tindak lanjut,” katanya, Kamis (30/5/2024).

“Sosialisasi dan bimtek ini bertujuan untuk terselenggaranya layanan PAUD holistik integratif menuju terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia,” jelasnya.

Kemudian, saat ditemui usai acara sekeligus pemateri dalam kegiatan tersebut, Nurul Hayati mengatakan, bahwa kegiaran ini mengahdirkan 4 pemateri, yaitu dari Dinas Kesehatan, Dinas Dukcapil dan 2 pemateri dari Dinas Pendidikan.

“Saya salah satu Fasilitator yang menyiapkan materi tentang ‘implementasi pengambangan PAUD HI’, untuk berbagai pengalaman bagaimana pendidikan sekolah pengembangan PAUD HI,” bebernya.

“Istilahnya berbagai saja, temen-temen guru paud yang kebanyakan peserta itu 80 persen dari kepulauan dan 20 persen dari daratan,” jelas Direktur Paud HO El-Fath itu.

Baca Juga :  Kasus DBD di Puskesmas Dasuk Sudah Ditangani Secara Serius

Dengan begitu, i berharap dari pemaparan materi ini memberikan pengetahuan, wawasan untuk menerapkan pengembangan paud HI di satuan masing-masing sekolah.

“Juga kami berharap ada peningkatan para pendidik paud dan pengelola paud yayasan untuk memulai memperhatikan lima dasar kebutuhan paud HI. Lima dasar itu bisa di internalisasikan kedalam pendidikan penyelenggaraan paud, baik dari sisi manajemennya, pembelajaran, dari sisi bagaimana mengembangkan dunia pendidikannnya, dan dari sisi sarana prasarananya,” harapnya.

“Jika sekolah itu sudah menerapkan lima dasar tersebut, berarti sekolah itu sudah mengembangkan tidak hanya pendidikannya saja, tetapi juga dengan kebutuhan yang lain. Lain dari itu, ini sebagai bentuk pengembangan dari pendidikan sekolah ramah anak,” pungkasnya. (EM)

*

Komentar