Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata

Rabu, 19 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Flayer Festival Kucing Busok Raas 2025 (Foto Istimewa)

Flayer Festival Kucing Busok Raas 2025 (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim Festival Kucing Busok Raas resmi dijadwalkan berlangsung pada 5-7 Desember 2025 di Balai Kecamatan Ra’as, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pemerintah daerah bersama komunitas pecinta satwa menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini membawa misi besar untuk melestarikan kekayaan genetik Kucing Busok, salah satu ras kucing lokal paling langka di Indonesia.

Kucing Busok dikenal dengan bulu abu-abu kebiruan, mata hijau tajam, serta karakter tenang yang telah lama menjadi ikon Pulau Ra’as.

Populasinya yang terbatas mendorong perlunya edukasi publik untuk menjaga kemurnian ras tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumenep, Mohammad Iksan menyampaikan, bahwa festival tahun ini dikemas lebih edukatif dan partisipatif.

“Kami ingin Festival Busok bukan hanya ajang hiburan, tetapi ruang belajar tentang pentingnya konservasi genetik,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga :  Rektor Cup I UPI Sumenep Jadi Tonggak Baru Pembinaan Atlet Muda Madura

Lanjut ia menjelaskan, bahwa panitia menghadirkan sejumlah agenda baru, seperti Zona Edukasi Genetik dan Konservasi, pameran arsip sejarah Busok, dialog bersama peneliti dan dokter hewan, serta workshop perawatan standar bagi pemilik Busok.

“Selain itu, tersedia ruang kolaborasi bagi komunitas hewan, kreator digital, dan pelaku UMKM,” bebernya.

Salah satu acara yang diprediksi menjadi pusat perhatian adalah kontes Busok berhadiah, dengan peserta dari berbagai penjuru Ra’as.

“Penilaian mencakup warna bulu, postur, ciri fisik khas, hingga perilaku. Nuansa tradisional Ra’as akan mendominasi area kompetisi sehingga menjadi magnet bagi wisatawan, fotografer, dan pembuat konten,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, bahwa UMKM lokal turut mempersiapkan berbagai produk tematik Busok, mulai dari suvenir, kerajinan, hingga kuliner khas untuk menyambut lonjakan pengunjung.

“Festival Kucing Busok Raas 2025 diharapkan mampu memperkuat citra Ra’as sebagai pusat konservasi satwa lokal Nusantara sekaligus mengangkat perekonomian masyarakat pulau,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Berita Terkait

Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar
Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026
Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep
Festival Musik Tong-Tong Masuk KEN 2025, Disbudporapar Sumenep Siap Tampilkan Budaya Sumenep Tingkat Nasional

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:44

Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar

Senin, 11 Mei 2026 - 09:47

Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Rabu, 19 November 2025 - 14:25

Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata

Berita Terbaru