SUMENEP, Seputar Jatim – Festival Musik Tong-tong se-Madura 2026 kembali digelar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (5/9) malam.
Festival yang masuk kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi panggung bagi para seniman untuk melestarikan sekaligus mengembangkan kesenian tradisional melalui kreativitas dan inovasi.
Bupati Sumenep Achmad, Fauzi Wongsojudo mengatakan, musik tong-tong merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki karakter kuat dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Madura.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, menurutnya, keberadaan festival harus dimanfaatkan para seniman sebagai ruang untuk menunjukkan kemampuan, memperkaya kreativitas, serta melahirkan aransemen musik yang lebih menarik tanpa meninggalkan ciri khas tong-tong.
“Para seniman musik tong-tong agar meningkatkan kreativitas dalam setiap penampilan melalui aransemen musik yang inovatif, menarik, dan tetap mempertahankan karakter khas musik tong-tong sebagai warisan budaya daerah,” katanya, Senin (7/9/2026).
Ia menilai, kreativitas dalam mengembangkan aransemen menjadi salah satu kunci untuk menjaga eksistensi musik tong-tong di tengah perkembangan zaman.
Inovasi diperlukan agar kesenian tradisional tersebut tetap hidup, berkembang, dan mampu menarik perhatian generasi muda. Perpaduan ritme, pola tabuhan, kekompakan antarpemain, hingga pengembangan komposisi musik dinilai dapat menciptakan pertunjukan yang semakin dinamis dan memiliki daya tarik.
“Pelaku musik tong-tong berkreativitas dalam aransemen menjadi bagian penting agar masyarakat semakin meminati musik tong-tong, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar inovasi yang dilakukan tidak menghilangkan identitas asli musik tong-tong. Menurutnya, pengembangan musik tradisional harus tetap berpijak pada nilai-nilai dan karakter budaya yang telah diwariskan.
“Seniman tong-tong berinovasi dan mengembangkan kualitas aransemen musiknya, jangan sampai kehilangan jati diri musik tong-tong. Kreativitas harus menjadi kekuatan untuk membuat budaya WBTB Sumenep semakin terkenal,” tegasnya.
Bupati berharap, festival tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para seniman untuk terus meningkatkan kualitas pertunjukan, menciptakan aransemen baru, sekaligus memperkenalkan musik tong-tong kepada masyarakat yang lebih luas.
“Para seniman menjadikan setiap festival sebagai ruang untuk berkreasi dan melahirkan aransemen serta pertunjukan yang semakin berkualitas,” pungkasnya.
Diketahui, Festival Musik Tong-tong se-Madura 2026 sendiri diikuti 27 peserta atau kelompok musik tong-tong yang berasal dari empat kabupaten di Pulau Madura.
Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama keluarga besar FKPPI Cabang 1327 Sumenep. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com










