Gegara Pupuk Bersubsidi Langka, Puluhan Petani Datangi Kantor DPRD Sampang

- Redaksi

Selasa, 20 Desember 2022 - 22:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Suasana hearing puluhan petani bersama anggota DPRD Sampang terkait kelangkaan pupuk bersubsidi. (Foto: Abdul Wahyd)

Suasana hearing puluhan petani bersama anggota DPRD Sampang terkait kelangkaan pupuk bersubsidi. (Foto: Abdul Wahyd)

SAMPANG, seputarjatim.com- Puluhan petani yang tergabung dalam Aliansi Petani Peduli Sampang mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Selasa (20/12/2022).

Kedatangan petani untuk mengadukan soal langkanya pupuk bersubsidi beberapa bulan terakhir.

Sejumlah petani yang dipimpin oleh Nidomuddin itu ditemui langsung oleh anggota Komisi II DPRD Sampang, Disperta-KP Sampang, Komisi Pengawas Pupuk dan Pastisida (KP3), Distributor, pihak Kios, dan dari Pupuk Indonesia (PI).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nidomuddin mengatakan, kedatangan dirinya bersama petani lainnya ke gedung DPRD kabupaten Sampang tersebut tidak lain hanya untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan kelangkaan pupuk bersubsidi di Kota Bahari.

“Kedatangan kami ke sini hanya meminta difasilitasi, bertemu dengan semua pihak yang berkecipung dalam alokasi Pupuk bersubsidi, karena saat ini ketersediaan pupuk sangat langka,” katanya

Baca Juga :  SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep

Sayangnya, meski sudah dipertemukan dan disampaikan segala aspirasi dirinya mengaku belum puas, sebab ada beberapa pertanyaan yang belum direspon, dijawab oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Sampang.

Pertanyaan tersebut terkait acuan dan sistem yang dipakai untuk pengalokasian pupuk. Kedua, pembagian alokasi pupuk yang dikelola oleh dinas. Karena pengalokasiannya di setiap kecamatan tidak sama, bahkan pengurangan alokasi pupuk dari 30 ribu ton menjadi 24 rb ton bukan alasan utama, asalkan sistem dan acuan dalam pembagian alokasinya tertata dengan baik.

“Buktinya pada tahun 2019 dengan total alokasi pupuk urea 19 rb ton, kelangkaan pupuk tidak parah seperti yang sekarang,” tambahnya.

Baca Juga :  Camat Nonggunong Sumenep Diduga Jadi Penyebab Desa Talaga Tak Dapat Bantuan CSR HCML: Kok Bisa Pak Camat Bersikap Seperti Itu!

Ditempat yang sama, Kepala Disperta-KP Sampang, Suyono tidak menepik adanya kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut. Menurutnya, kelangkaan itu karena ada realokasi dari Provinsi, sehingga membuat ketersediaan pupuk di Sampang berkurang.

“Perencanaan kita alokasi pupuk sudah cukup dengan alokasi awal. Cuma ketika ada realokasi, jatah pupuk masing-masing kecamatan kurang. Makanya terjadi kelangkaan,” katanya.

Kekurangan itu diakuinya sudah teratasi dengan cara meminta tambahan alokasi pupuk. Dan dalam waktu dua hari kedepan tambahan pupuk tersebut sudah bisa direalisasikan, namun lebih diperioritaskan kepada petani yang tanamannya tidak dipupuk sama sekali. (Why/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan
Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Siapkan Hadiah Rp100 Juta dan Sembako
Dugaan Tiru Rokok Ilegal Marbol Berujung Teror dan Perusakan, Kendaraan Ibu di Pamekasan Diambil
Dugaan Investasi MBG di Madura Tembus Rp7 Miliar, Istri Anggota DPR RI Jadi Terlapor
Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut
Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep
Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Siapkan Hadiah Rp100 Juta dan Sembako

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Dugaan Tiru Rokok Ilegal Marbol Berujung Teror dan Perusakan, Kendaraan Ibu di Pamekasan Diambil

Minggu, 20 September 2026 - 12:44 WIB

Dugaan Investasi MBG di Madura Tembus Rp7 Miliar, Istri Anggota DPR RI Jadi Terlapor

Berita Terbaru