Home / Tak Berkategori

Hujan, Produksi Garam Terhenti

- Redaksi

Selasa, 20 Oktober 2020 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petani panen garam di lahan pegaraman Kecamatan Kalianget, Sumenep, Jawa Timur. (Foto istimewa)

Petani panen garam di lahan pegaraman Kecamatan Kalianget, Sumenep, Jawa Timur. (Foto istimewa)

SUMENEP, seputarjatim.com- Hujan yang mengguyur Kabupaten Sumenep tiga minggu terakhir berdampak pada produksi garam.

Di Kecamatan Kalianget misalnya, para petani terlihat pasrah memungut sisa garam yang ada di lahan pegaraman milik mereka.

“Karena hujan ya pasti susut. Mungkin ini sudah akan memasuki musim hujan. Kita bersiap berhenti produksi garam,” terang Adi Pranoto, warga Desa Pinggir Papas, Kalianget, Sumenep, Selasa, 20/10/2020.

Sebelumnya menurut Adi, produksi garam telah berjalan selama 4 bulan. Akibat over stock garam tahun lalu, harga garam di pasaran saat ini juga terbilang murah.

“Per tonnya 300 ribu. Itu kotor. Petani masih mengeluarkan biaya angkut garam dari lahan ke jalan,” imbuhnya.

Yanto, petani garam lain mengaku telah bersiap untuk mengubah lahan garam miliknya menjadi tempat budidaya ikan bandeng dan mujaer.

Baca Juga :  Wartawan di Sumenep Dikeroyok Hingga Babak Belur

“Agar tetap menghasilkan. Jadi di musim hujan kita menyulap lahan garam jadi tambak ikan,” katanya.

Kabupaten Sumenep merupakan daerah penghasil garam terbesar di Indonesia. Selain produksi garam rakyat, pembuatan garam skala besar juga dilakukan oleh perusahaan BUMN PT Garam Persero. (Mg2/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selangkah Lagi ke Meja Hijau, Kejari Sumenep Genjot Berkas Korupsi DD Kades Pragaan Daya
Grup Hadrah Yonif TP 931/Kostrad Satria Jokotole Curi Perhatian di Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Rubaru
Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Perkuat Sinergi Pesantren dan TNI Cetak Generasi Religius, Disiplin, dan Cinta Tanah Air
Bupati Sumenep Ajak Insan Koperasi Bangun Ekonomi Kerakyatan yang Tangguh dan Modern
Sinergi TNI dan Damkar Padamkan Kebakaran Hebat di Guluk-Guluk
Asta Tinggi Terancam, GP Ansor Jatim dan TACB Kompak Desak Tambang Galian C Dihentikan Permanen
Kolaborasi TNI dan Ponpes Al-Islamiyah, Kemah HIMMAH ke-51 Cetak Santri Berkarakter dan Berjiwa Pemimpin
Sidang Tuntutan Korupsi BSPS Digelar, Akankah Penyebutan Nama Oknum DPRD Sumenep Ditindaklanjuti?

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:15 WIB

Selangkah Lagi ke Meja Hijau, Kejari Sumenep Genjot Berkas Korupsi DD Kades Pragaan Daya

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:32 WIB

Grup Hadrah Yonif TP 931/Kostrad Satria Jokotole Curi Perhatian di Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Rubaru

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:18 WIB

Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Perkuat Sinergi Pesantren dan TNI Cetak Generasi Religius, Disiplin, dan Cinta Tanah Air

Senin, 13 Juli 2026 - 14:28 WIB

Bupati Sumenep Ajak Insan Koperasi Bangun Ekonomi Kerakyatan yang Tangguh dan Modern

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:53 WIB

Sinergi TNI dan Damkar Padamkan Kebakaran Hebat di Guluk-Guluk

Berita Terbaru

HANGUS: Personel Yonif TP 931/Kostrad (Satria Jokotole) bersama tim Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten Sumenep, mengendalikan kebakaran yang melanda Dusun Gunung, Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

Sinergi TNI dan Damkar Padamkan Kebakaran Hebat di Guluk-Guluk

Sabtu, 11 Jul 2026 - 23:53 WIB