SUMENEP, Seputar Jatim – Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menggelar Lomba Baca Puisi dan Lomba Pidato Bung Karno 2026 Merebut Piala Bupati, yang berlangsung mulai 9-10 Juni 2026, di Pendopo Keraton setempat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno yang setiap tahun dinantikan oleh pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum se-Madura.
Pada hari pertama, lomba baca puisi karya Bung Karno diikuti sebanyak 113 peserta dari berbagai daerah di Madura. Sementara itu, total keseluruhan peserta puisi dan pidato tercatat mencapai sekitar 176 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun lomba pidato bergaya Bung Karno dijadwalkan berlangsung pada Rabu (10/6/2026) besok, dengan peserta dari unsur Puskesmas, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sumenep, serta kategori umum se-Madura.
Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain R, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang edukasi kebangsaan yang telah konsisten digelar selama empat tahun berturut-turut.
“Ini menjadi ruang inspiratif bagi generasi muda Madura untuk belajar berani berbicara, berpikir kritis, dan memahami nilai perjuangan bangsa. Bukan hanya lomba, tetapi gerakan literasi kebangsaan yang terus kita hidupkan,” katanya, Selasa (9/6/2026).
Ia menambahkan, antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan, yang menunjukkan semakin kuatnya minat generasi muda terhadap literasi dan nilai-nilai perjuangan.
“Dari Madura, kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berani menyampaikan gagasan, cinta tanah air, dan menjunjung tinggi persatuan,” tambahnya.
Kegiatan yang memperebutkan Piala Bupati Sumenep ini juga menyediakan penghargaan berupa piala, piagam, serta uang pembinaan bagi para pemenang.
Sementara itu, Bupati Sumenep yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, memberikan apresiasi atas konsistensi IWO Sumenep dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Ia menilai, peningkatan jumlah peserta menjadi bukti bahwa kegiatan ini semakin diminati dan memiliki dampak positif bagi generasi muda.
Faruk juga menegaskan bahwa lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana meneladani nilai-nilai perjuangan Ir. Soekarno.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berkomitmen melestarikan bahasa daerah, khususnya Bahasa Madura, sebagai identitas budaya yang harus dijaga dan dibanggakan.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjangkau peserta yang lebih luas hingga tingkat Jawa Timur.
“Ini kegiatan yang tidak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga menjaga semangat perjuangan Bung Karno agar tetap hidup di generasi muda,” pungkasnya. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









