oleh

Kakatua Jambul Kuning Mini, Daya Tarik Pulau Masakambing

SUMENEP, seputarjatim.com- Berada di Pulau terjauh, membuat eksotika hewan paruh bengkok ini tak banyak diketahui masyarakat luas. Keberadaan hewan yang berada di Pulau Masakambing ini digadang-gadang menjadi satu-satunya di dunia. Ya, Kakatua jambul Kuning Mini atau yang dalam bahasa latinnya disebut Cacatua Sulphures Abbotti menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Walau harus menempuh perjalanan jauh, rasa letih wisatawan akan tergantikan dengan eksotika berlibur di pulau yang menjadi habitat alami kakatua jambul kuning mini.

Daeng Usman, petugas BKSDA Jatim mengatakan, peningkatan pengunjung ke Pulau Masalambing mulai terlihat sejak akhir tahun 2018. Para wisatawan umumnya berangkat dari pelabuhan di Surabaya menggunakan kapal sewa. Namun beberapa ada yang melalui jalur panjang, yakni berlayar dari Pelabuhan Kalianget ke Pulau Masalembu, dan selanjutnya menyewa perahu nelayan untuk menuju ke Pulau Masakambing.

“Biasanya rombongan turis lengkap dengan guide nya. Para peneliti juga sering. Tapi wisawatan lokal juga banyak. Soalnya burung kakatua jambul kuning mini ini kan langka. Gak di sembarang tempat adanya,” terang Daeng Usman, saat dihubungi, Rabu, 18/03/2020.

Saat ini menurut Usman, warga di Pulau Masakambing juga telah menangkap peluang berkembangnya potensi dan perekonomian desa. “Saat wisatawan datang kesini, mereka bisa menginap di rumah warga. Makan dan minum mereka juga beli dari toko-toko disini. Jadi lumayan bisa menambah pendapatan warga pulau,” imbuhnya.

Di Pulau Masakambing, saat ini terdapat 20 pasang kakatua jambul kuning mini yang tinggal di lubang-lubang pohon. Setiap harinya Kakatua langka ini hidup berdampingan dengan masyarakat. Bila dulunya hewan tersebut dipandang sebagai hama, lambat laun warga mulai sadar dan ikut mencegah kepunahan Kakatua Jambul Kuning Mini.

“Kami biarkan sekarang. Hewan itu mau tinggal di pohon ini, atau pindah ke pohon lain tak masalah. Kasihan kalau diusik. Biar mereka berkembang biak. Justru akan memberi dampak positif ke Pulau kami,” terang Amir, salah seorang warga.

Pemerintah Kabupaten Sumenep menurut Amir juga telah mengupayakan jaringan listrik di Pulau Masakambing. Hal ini, menurut Amir sangat membantu mempercepat promosi keunggulan wisata Pulau Masakambing.

“Bayangkan kalau tidak ada listrik. Tentu wisatawan tidak akan tinggal lama disini,” pungkasnya. (mg3/red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *