SUMENEP, Seputar Jatim – Konferensi pers pengungkapan temuan 27,83 kilogram kokain di pesisir Giligenting yang akan digelar di Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur, berujung gagal total.
Agenda yang semestinya menjadi momentum keterbukaan informasi itu justru menyisakan kekecewaan mendalam bagi puluhan jurnalis di Sumenep.
Konferensi pers yang rencananya dipimpin Kapolda Jatim, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, membuat sejumlah jurnalis dari berbagai platform media cetak, daring, elektronik hingga televisi merasa diterlantarkan karena telah memadati Aula Sanika Satyawada, sejak pagi tanpa ada kepastian.
Namun, setelah menunggu kurang lebih tiga jam, para jurnalis justru mendapat kabar bahwa Kapolda Jatim, sudah tidak berada di Mapolres Sumenep, alias telah meninggalkan lokasi tanpa memberikan kejelasan.
Situasi ini memicu kekecewaan sekaligus kemarahan. Kondisi tersebut membuat puluhan jurnalis memilih keluar dari aula setelah menunggu sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 13.30 WIB.
Bahkan, tidak ada pemberitahuan resmi, baik penundaan maupun pembatalan agenda, yang disampaikan kepada awak media. Ketiadaan informasi itu memperkuat kesan buruk terhadap pengelolaan agenda resmi tersebut.

Jurnalis Sumenep, Ach Syarif Hidayatullah, mengaku sangat kecewa dan menilai Polres Sumenep, tidak profesional dalam mengelola agenda resmi. Ia bahkan menyoroti lemahnya koordinasi dan komunikasi dari pihak humas.
“Kami datang ke sini sudah lebih dari tiga jam. Ini bukan sekadar menunggu, tapi kami merasa di-PHP dan benar-benar diterlantarkan tanpa kejelasan,” tegasnya, Selasa (14/4/2026)
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bagaimana fungsi kehumasan tidak berjalan maksimal dan terkesan abai terhadap keberadaan jurnalis yang sedang menjalankan tugas.
“Tiba-tiba Kapolda Jatim sudah pulang tanpa pemberitahuan. Ini sangat tidak menghargai kerja jurnalis yang sudah meluangkan waktu dan tenaga,” lanjutnya dengan nada kecewa.
“Kami meninggalkan banyak pekerjaan. Dalam waktu tiga jam ini, seharusnya kami sudah bisa menulis tiga berita. Tapi justru waktu kami terbuang sia-sia,” tambah jurnalis Jatim Kita itu.
Ia juga menilai sikap tersebut seolah mempermainkan media yang telah hadir untuk menjalankan fungsi kontrol publik.
“Kalau memang tidak ada konferensi pers, jangan undang media. Ini terkesan seperti PHP kami (mempermainkan kami, red)” pungkasnya tajam.
Sementara itu, saat puluhan wartawan mencoba mengonfirmasi ke bagian Humas Polres Sumenep, namun tidak ada petugas yang berada di ruangan.
Situasi ini semakin memperkeruh keadaan hingga akhirnya Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, turun langsung menemui jurnalis.
Namun, saat dikonfirmasi terkait batalnya konferensi pers dugaan pengungkapan temuan kokain tersebut, Kapolres Sumenep, justru menyatakan bahwa kedatangan Kapolda Jatim bukan untuk agenda rilis kasus itu.
Pernyataan ini memunculkan tanda tanya besar, mengingat seluruh persiapan konferensi pers telah terlihat jelas di lokasi.
“Bukan itu tujuan Kapolda ke sini, karena ada agenda kerja, bukan untuk merilis temuan itu. Dan temuan itu masih akan dilakukan uji laboratorium,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan, di mana banner konferensi pers telah terpasang jelas, lengkap dengan barang bukti yang diduga temuan 27,83 kilogram kokain, sebelum akhirnya diamankan kembali oleh anggota Polres Sumenep. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









