Menkominfo Rudiantara Apresiasi Program ‘Sidoarjo,The Smart Investment City’

- Redaksi

Kamis, 18 Juli 2019 - 00:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Menkominfo Rudiantara temui Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, dalam acara Indonesia International Smart City Expo, di Jakarta, Rabu, 18/07/2019. (humas pemkab sidoarjo)

Menkominfo Rudiantara temui Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, dalam acara Indonesia International Smart City Expo, di Jakarta, Rabu, 18/07/2019. (humas pemkab sidoarjo)

Jakarta, seputarjatim.com– Indonesia International Smart City Expo dan Forum 2019 berlangsung selama 3 hari, 17 -19 Juli 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Komplek Senayan, Jakarta Pusat. Acara dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI H.M. Jusuf Kalla dan dihadiri, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkominfo Rudiantara, Gubernur, Walikota dan Bupati.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengapresiasi kepada Gubernur, Walikota dan Bupati yang sudah bekerja keras membangun daerahnya menuju kota cerdas. Peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak luput dari perhatian Wapres Jusuf Kalla.

“OPD punya peran besar dalam mengembangkan daerahnya menjadi kota cerdas atau smart city”, ujar Jusuf Kalla.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Provinsi Jawa Timur menunjuk tiga Kabupaten/Kota jadi peserta Indonesia International Smart City Expo dan Forum 2019, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kab Banyuwangi.

Menkominfo RI Rudiantara saat sesi diskusi forum mengatakan konsep kota cerdas atau smart city adalah tidak selalu terkait teknologi saja. Namun konsep kota cerdas adalah bagaimana seorang kepala daerah mampu memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

“Memberikan kemudahan layanan non perizinan dan pelayanan perizinan usaha menjadi indikator ukuran kota cerdas atau smart city”, kata Rudiantara.

Rudiantara mengapresiasi terobosan dari pemkab Sidoarjo yang sudah membangun jaringan FO sebagai sarana utama pendukung percepatan pelayanan perizinan usaha untuk menaikkan nilai investasi.

“Pemanfaatan teknologi untuk mempermudah dan mempercepat proses perizinan usaha seperti yang dilakukan pemkab Sidoarjo sudah tepat”, ujar Rudiantara saat mengunjungi booth pameran Sidoarjo.

Sidoarjo menjadi satu-satunya daerah yang sudah memiliki infrastruktur jaringan teknologi Fiber Optik (FO) dan data center yang dikelola secara mandiri dibawah Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga :  Silaturrahim Bersama Tomas, Cara Pemdes Jambu Bahas Keamanan Desa

Mengusung keunggulan infrastruktur teknologi informasi sebagai pendukung utama kinerja perangkat daerah, Sidoarjo menawarkan kemudahan dan kecepatan pelayanan mengurus perizinan usaha kepada para investor.

Dalam tiga tahun terakhir, nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Sidoarjo naik tiap tahunnya. Tahun 2016 investasi yang masuk sebesar 16,9  triliun rupiah, tahun 2017 sebesar 17,8 triliun rupiah, tahun 2018 naik mencapai 23,8 triliun rupiah kemudian tahun 2019 triwulan pertama 1,7 triliun rupiah. Investasi didominasi sektor perdagangan, kemudian disusul industri dan jasa.

Bupati Saiful Ilah mengatakan, dukungan sarana teknologi melalui pemanfaatan jaringan FO dikemas dalam konsep “Sidoarjo, The Smart Investment City”, atau Sidoarjo Kota Cerdas Investasi. Tujuannya untuk mendukung kecepatan dan kemudahan mengurus perizinan usaha sehingga akan banyak investor yang tertarik.

“Sidoarjo, The Smart Investment City” adalah program peningkatan kualitas layanan investasi di kabupaten sidoarjo. Peningkatan kualitas layanan tersebut dimulai dengan pengintegrasian layanan publik dalam satu gedung dengan memanfaatkan teknologi informasi jaringan fiber optik” Ujar Saiful Ilah.

Selain itu juga untuk kelancaran pelayanan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang mengandalkan koneksi jaringan internet dan intranet.

Sejak diresmikan pada januari 2019, mal pelayanan publik melayani 168 jenis pelayanan, termasuk layanan perizinan online. Tiap hari melayani rata-rata 600 orang pemohon, sistem antrian sudah menggunakan online.

“Penggunaan teknologi informasi secara optimal oleh organisasi perangkat daerah dan pelaku usaha diharapkan menjadi pendorong terwujudnya “Sidoarjo The Smart Investment City”  atau sidoarjo kota cerdas investasi”, ujar Saiful Ilah.

Baca Juga :  Permudah Masyarakat dalam Pembelian Hewan Kurban, Bank BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Tabungan Kurban

Tahun ini sarana infrastruktur jaringan Fiber Optik (FO) yang sudah terpasang sepanjang 105 kilo meter berfungsi mengoptimalkan akses data dan informasi melalui internet dan intranet di seluruh kantor dinas dan kecamatan sampai ke desa.

“Tahun ini sudah terpasang jaringan FO sepanjang 105 km dari target yang akan dipasang sepanjang 140 km, target selesai tahun 2021”, kata Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo, Y. Siswojo

Selain mendukung peningkatan investasi di Sidoarjo,  jaringan FO juga bisa dimanfaatkan untuk ATCS, monitoring layanan publik serta berfungsi melindungi dan mengamankan data-data penting termasuk data para investor dan seluruh data yang dikelola oleh dinas atau OPD.

“Kebijakan Bupati Sidoarjo yang mengamanatkan bahwa “Tiap OPD (organisasi perangkat daerah) minimal harus mempunyai satu inovasi”, maka layanan pemerintahan mulai bertransformasi berbasis aplikasi teknologi informasi”, ujar Siswojo yang bulan depan sudah memasuki masa pensiun.

Saat ini jumlah aplikasi yang sudah dimiliki sidoarjo mencapai 60 aplikasi. Mulai dari aplikasi e- government  hingga  aplikasi  layanan  mengurus  ijin  usaha  dan  izin  lainnya.

Untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, pembangunan sarana free wifi sudah masuk ke desa-desa dan kelurahan. Tahun 2019 seluruh desa di 9 kecamatan sudah bisa mengakses free wifi. Tahun 2021 ditargetkan seluruh desa/kelurahan sebanyak 353 sudah terakses free wifi.

Ruang terbuka hijau seperti alun-alun dan taman-taman di tengah kota sudah terfasilitasi  free  wifi. Begitu  juga  layanan  Rumah  Sakit  Umum  Daerah (RSUD) sebanyak  50 ruangan sudah dipasang akses free wifi. (fah/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkada 2029 Mulai Dipersiapkan, Pemkab Sumenep Rancang Dana Cadangan Rp75 Miliar
SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
RAPBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan, Insentif Guru hingga Bantuan Perahu Nelayan Disiapkan
Hadapi Kekeringan, Khofifah Ajak Wabup Sumenep Gelar Shalat Istisqa, OMC Terus Dilakukan
Khofifah Indar Parawansa Bawa Paket Bantuan ke Sumenep, Rp50 Miliar Disiapkan untuk 50 Ribu Pelajar Jatim
Gubernur Jatim ke Sumenep Bawa Bantuan 1,5 Truk Aspal, Cukupkah untuk Jalan Berlubang?
Bahas APBD 2027, DPRD Sumenep Siapkan Arah Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Pilkada 2029 Mulai Dipersiapkan, Pemkab Sumenep Rancang Dana Cadangan Rp75 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51 WIB

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:03 WIB

RAPBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan, Insentif Guru hingga Bantuan Perahu Nelayan Disiapkan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Hadapi Kekeringan, Khofifah Ajak Wabup Sumenep Gelar Shalat Istisqa, OMC Terus Dilakukan

Berita Terbaru