Menu MBG Diduga Berbau Dua Kali, SPPG Lebeng Timur Janji Perbaikan, Publik Tagih Bukti Nyata

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKANAN: MBG di Lebeng Timur dibungkus diduga bau tak layak dikonsumsi (SC TikTok)

MAKANAN: MBG di Lebeng Timur dibungkus diduga bau tak layak dikonsumsi (SC TikTok)

SUMENEP, Seputar Jatim – Polemik menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga berbau di SPPG Lebeng Timur Yayasan Matlhabul Ulum kian memanas dan memicu kekhawatiran serius di kalangan para wali murid.

Kritik tak lagi sebatas soal rasa, melainkan telah bergeser pada isu keamanan pangan, tanggung jawab pengelola, serta lemahnya pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi siswa.

Peristiwa ini disebut telah terjadi dua kali. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait sistem kontrol kualitas dan pengawasan menu yang seharusnya menjamin asupan gizi siswa tetap aman dan layak konsumsi.

Keluhan mencuat setelah sejumlah siswa dilaporkan enggan menyantap makanan karena aroma tidak sedap.

Bagi wali murid, persoalan ini bukan insiden sepele, melainkan menyangkut risiko kesehatan anak-anak yang menerima makanan dari program resmi.

“Kalau makanan sudah berbau, itu bukan hal kecil. Harus ada evaluasi total,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga :  Pemerintah dan NU Kompak Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Lebeng Timur, Yayasan Matlhabul Ulum, Nur Kholis, mengakui adanya laporan tersebut, namun menegaskan makanan tidak dalam kondisi basi.

Ia mengaitkan aroma yang dipersoalkan dengan penggunaan saus yogurt yang memiliki cita rasa asam-manis.

“Sebenarnya itu bukan basi, mass. Itu rasa asam dan manis dari saus yogurt, memang rasanya seperti itu sehingga dikira basi. Bisa sampean ke dapur untuk penjelasan yang lebih lengkap, sekalian dijelaskan oleh ahli gizi kami,” ujarnya.

Lanjut Nur Kholis juga menyatakan pihaknya siap memberikan kompensasi atas kejadian tersebut.

“Saya siap mengganti kerugian terkait masalah itu. Sampean bisa tanyakan langsung kepada kepala sekolah,” tuturnya.

Kemudian, mengenai sertifikast dan kelengkapan standar keamanan pangan mencuat. Nur Kholis mengakui masih dalam proses.

“Sertifikasi sebagian sudah ada pak. Prosesnya bertahap dan masih menunggu antrean, tetapi surat keterangan sudah tersedia,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anniversary KanalNews.id Ke 3, Ribuan Warga Meriahkan JJS di Somber Rajeh
Gotong Royong Lintas Sektor di Kampung Ageng, DLH Sumenep Edukasi Warga Soal Budaya Bersih
Jelang Ramadan, Bupati Sumenep Sidak Pasar Anom, Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Terkendali
Kepala SPPG Batu Putih Buka Suara Soal Ulat di MBG, Namun Pengawasan Internal Dipertanyakan
Tak Layak Konsumsi, Wali Murid di Lebeng Timur Pilih Uang Ketimbang MBG Bau
Pemkab Sumenep Kampanyekan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal di HGN Ke 66
Aroma Limbah dan Kualitas MBG Diprotes, Pengelola SPPG Saronggi Dinilai Tutup Mata
Sulahuddin Salurkan Air Bersih untuk Warga Moncek Tengah, Respons Cepat Atasi Krisis Air

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 15:53 WIB

Menu MBG Diduga Berbau Dua Kali, SPPG Lebeng Timur Janji Perbaikan, Publik Tagih Bukti Nyata

Senin, 16 Februari 2026 - 18:17 WIB

Anniversary KanalNews.id Ke 3, Ribuan Warga Meriahkan JJS di Somber Rajeh

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:26 WIB

Jelang Ramadan, Bupati Sumenep Sidak Pasar Anom, Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Terkendali

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:51 WIB

Kepala SPPG Batu Putih Buka Suara Soal Ulat di MBG, Namun Pengawasan Internal Dipertanyakan

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:34 WIB

Tak Layak Konsumsi, Wali Murid di Lebeng Timur Pilih Uang Ketimbang MBG Bau

Berita Terbaru