Pabrik Rokok di Sumenep Mampu Pekerjakan Ribuan Orang, Diskop UKM Perindag Optimis Turunkan Angka Kemiskinan

- Redaksi

Senin, 10 Maret 2025 - 14:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

BATIK: Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep Moh. Ramli (Mufti Che - Seputar Jatim)

BATIK: Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep Moh. Ramli (Mufti Che - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Jumlah pabrik rokok di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus mengalami peningkatan.

Tahun ini, sudah ada 167 pabrik rokok yang sudah berizin. Itu pun lebih banyak jika dibandingkan di Tahun 2024 lalu, yang hanya 117 pabrik.

Sehingga, keberadaan pabrik rokok di Sumenep ini dinilai mampu membuka lapangan pekerjaaan bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk saat ini, sudah ada sekitar 4.768 orang yang berhasil direkrut menjadi pekerja di pabrik rokok, dengan penghasilan setiap bulannya berkisar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta.

Gaji tersebut disesuaikan dengan perolehan lentingan rokok yang diperoleh. Sebab, per 1000 lenting dihargai Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu.

Baca Juga :  Dinas PUTR Sumenep Lakukan Penandatanganan Swakelola dengan 13 Desa untuk Atasi Kekeringan dan Stunting

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep Moh. Ramli mengatakan, keberadaan pabrik rokok memiliki peranan penting dalam pengentasan kemiskinan di Kota Keris.

Sebab, dengan jumlah pabrik rokok yang terus meningkat mampu memberikan pendapatan pasti kepada masyarakat.

“Otomatis, mampu meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat. Di mana tenaga kerjanya hampir mencapai lima ribu orang. Ini cukup baik,” katanya, Senin, (10/3/2025).

Setiap bulannya, kata dia, mereka mendapatkan pendapatan pasti di kisaran Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Meski pekerjaan itu dianggap sebagai sampingan.

“Dan, pendapatan yang diterima sudah jauh di atas garis kemiskinan,” jelas mantan Kepala DPMD itu.

Lanjut ia menyampaikan, bahwa pekerjaan itu harus lebih prospek karena sudah pasti penghasilnya.

“Misalnya, bertani nominalnya belum jelas, bisa saja kena hama sehingga menurun penghasilannya. Nelayan saat dapat atau tidak. Kalau dipabrik sudah pasti kerja dibayar,” bebernya.

Maka dengan, keberadaan pabrik rokok ini, lanjut dia, sangat berdampak besar terhadap pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumenep.

Hal ini, kata dia, pemilik pabrik rokok patut diapresiasi, karena dinilai mampu menekan kemiskinan serta membuka peluang pekerjaan.

Dengan begitu, pemerintah memberikan fasilitas APHT (Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau) di Kecamatan Guluk-Guluk.

Baca Juga :  Sebanyak 6 Bus Mudik Gratis Disiapkan Bupati Sumenep untuk Warganya yang Ada di Jakarta

“Bagi masyarakat yang mau berusaha rokok disiapkan 11 pabrik bisa dipakai. Jika diasumsikan masing-masing pabrik menyerap 20 orang, maka sudah ada 220 pekerja,” tandasnya.

“Itu cukup bagus dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan,” pungkasnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Keramaian ke Peluang Usaha, BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Dukungan untuk Ekonomi Lokal
Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa
Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu
H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram
HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Karyawan Lewat JJS
Ketua PPR Sumenep Ajak Pengusaha Rokok Serap Tembakau Petani Lokal
BPRS Bhakti Sumekar Jadi Magnet Studi Banding Pemprov NTB
Tak Perlu Dana Besar, BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Investasi Emas Syariah

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 09:14 WIB

Dari Keramaian ke Peluang Usaha, BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Dukungan untuk Ekonomi Lokal

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Pembelian Perdana Dibuka, Harga Tembakau di Haswal Group Capai Rp70 Ribu

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:27 WIB

H. Mu’min Target Serap 1.000 Ton Tembakau Madura, Harga Tembus Rp72 Ribu per Kilogram

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

HUT ke-81 RI, BPRS Bhakti Sumekar Bangun Kekompakan Karyawan Lewat JJS

Senin, 27 Juli 2026 - 09:30 WIB

Ketua PPR Sumenep Ajak Pengusaha Rokok Serap Tembakau Petani Lokal

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB