Home / Tak Berkategori

Polemik Pengelolaan Wisata Pelra

- Redaksi

Senin, 28 Desember 2020 - 15:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Warga Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, menyulap Pelra menjadi lokasi wisata. (SJ Foto)

Warga Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, menyulap Pelra menjadi lokasi wisata. (SJ Foto)

SUMENEP, seputarjatim.com- Memperindah desa menjadi niat puluhan pemuda di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Pelabuhan rakyat yang dulunya mangkrak, gelap, dan kerap dijadikan lokasi mesum mulai disulap menjadi lokasi wisata. Sejak bulan September tahun 2020, mereka bahu membahu membersihkan areal bentang pelabuhan, dan mulai memasang pagar bambu bagi pengunjung. Dana yang digunakan diperoleh dengan cara swadaya.

“Kami hanya mau mengelola desa. Biar hasilnya dinikmati masyarakat desa, banyak warga yang berdaya. Secara ekonomi juga akan berdampak,” tutur Syarkawi, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Lestari Lingkungan, Senin, 18/12/2020.

Selama ini menurut Syarkawi, lokasi pelabuhan rakyat identik dengan kriminalitas. Maka dengan dikelola secara profesional, bentang jembatan yang memiliki lebar 10 meter dan panjang 400 meter tersebut dapat dimanfaatkan lebih baik.

“Ada sisi ekonomi yang dapat masyarakat ambil. Selain itu, pesisir Kalianget yang juga dipenuhi tanaman mangrove bisa juga kami jadikan lokasi edukasi bagi pelajar,” imbuhnya.

Larangan PT Garam Persero

Memiliki ijin tertulis dari KSOP Kalianget dan Bappeda Sumenep, tak membuat usaha para pemuda Desa Kalianget Timur ini berjalan mulus.

Petugas satuan pengamanan (Satpam) perusahaan BUMN tersebut tiba-tiba mendatangi lokasi dan meminta warga menghentikan aktifitas perbaikan lokasi wisata.

“Ini kan aneh. Masa areal Pelra ini diklaim milik PT Garam. Sudah jelas tertulis di ijin KSOP mereka mengijinkan. Pemerintah Kabupaten melalui Bappeda juga memberi lampu hijau, tapi kenapa PT Garam melarang?” timpal Syarkawi kesal.

Baca Juga :  Hari Ini, KPU Sumenep Lantik Panitia Pemilihan Kecamatan

Tak diam begitu saja, saat ini para pemuda meminta digelarnya audiensi untuk mencari solusi kelanjutan pengelolaan Pelra menjadi objek wisata.

“Iya kami sedang mengupayakan adanya audiensi. Biar kami tahu, tanah mana yang milik PT Garam itu. Kami ini ingin membangun desa. Masa PT Garam yang notabene berada di Desa Kalianget Timur tidak mendukung itu. Lantas warga Desa apa yang akan didukungnya? Bukankah kami ini hidup berdampingan?” imbuh Syarkawi.

Sesuai dengan rencana, pengembangan pelabuhan rakyat menjadi destinasi wisata ini akan digarap warga secara bertahap.

“Ada lokasi bersantai, warung kita bangun, ada sarana edukasi, kebersihan di lokasi dan pantai kita jaga. Intinya kita tetap berbasis menjaga lingkungan hidup,” pungkas Syarkawi. (Mg1/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, DWP RSUDMA Sumenep Sabet Gold Lomba Lagu Daerah Nusantara
Kendala BPJS Tak Hambat Pelayanan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Pastikan Pasien Tetap Terlayani
Santri PP Mathla’ul Anwar Gelar Refleksi Kemerdekaan RI ke 81, Ibnu Hajar: Belajar adalah Perjuangan
Busana Adat Warnai HUT ke 81 RI di Sumenep, Pesan Persatuan Menguat
Rayakan HUT ke 81 RI, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Bergerak dan Berkarya
Jelang HUT RI ke 81, Paskibraka Sumenep 2026 Dikukuhkan di Pendopo Keraton
Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai
Hening di TMP Jokotole, Forkopimda Sumenep Kenang Jasa Pahlawan Jelang HUT RI ke-81

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, DWP RSUDMA Sumenep Sabet Gold Lomba Lagu Daerah Nusantara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Kendala BPJS Tak Hambat Pelayanan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Pastikan Pasien Tetap Terlayani

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:40 WIB

Santri PP Mathla’ul Anwar Gelar Refleksi Kemerdekaan RI ke 81, Ibnu Hajar: Belajar adalah Perjuangan

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:17 WIB

Busana Adat Warnai HUT ke 81 RI di Sumenep, Pesan Persatuan Menguat

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Rayakan HUT ke 81 RI, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Bergerak dan Berkarya

Berita Terbaru

KOMPAK: Jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama sejumlah pejabat dan peserta upacara mengenakan beragam pakaian adat Nusantara dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumenep (Dok. Seputar Jatim)

Pemerintahan

Busana Adat Warnai HUT ke 81 RI di Sumenep, Pesan Persatuan Menguat

Senin, 17 Agu 2026 - 18:17 WIB