RSUD Sumenep Respon Isu Corona

62
×

RSUD Sumenep Respon Isu Corona

Sebarkan artikel ini
IMG 20200317 113917
RSUD Mohammad Anwar Sumenep menggelar konferensi pers membahas isu penyebaran virus corona, Selasa, 17/03/2020. (Didik/SJ Foto)

SUMENEP, seputarjatim.com- Untuk menjamin ketenangan di masyarakat, RSUD Mohammad Anwar Sumenep menggelar konferensi pers seputar isu penyebaran virus corona (covid-19) di ruang pertemuan rumah sakit, Selasa, 17/03/2020.

Hadir dalam konferensi pers tersebut Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim, Dandim, Kapolres, dan Direktur RSUD Mohammad Anwar. Dalam pidatonya, Bupati Busyro meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyebaran virus mematikan ini.

“Pemerintah daerah akan membahas penyediaan anggaran pencegahan virus corona sebesar 2,5 milyar,” tegas Bupati Busyro kepada wartawan.

Baca Juga :  Raih Penghargaan Desa Wisata 2022, Bupati Sumenep Komitmen Dukung Pengembangan Desa Wisata

Lebih lanjut menurut Busyro, masyarakat tetap diimbau beraktifitas dengan tetap mewaspadai faktor resiko penularan.

“Kita tidak perlu melarang masyarakat ke pasar, namun mereka tetap harus membekali diri dengan masker misalnya,” imbuh Busyro.

Pihak RSUD Mohammad Anwar Sumenep menjelaskan bila hingga saat ini status rumah sakit terbesar di Sumenep ini tidak menjadi rumah sakit rujukan penanganan virus corona.

“Sebenarnya kita sudah pernah menemukan dua warga dengan status orang dalam pengawasan corona. Kita langsung rujuk ke Surabaya,” terang dr Andre Wahyudi, dokter Spesialis Paru.

Baca Juga :  KH Fuad Amin Imron Meninggal Dunia

Sebagai langkah preventif corona, menurut Andre perlu digaungkan budaya sehat dan bersih di tengah masyarakat.

“Budaya cuci tangan, menjauhi keramaian, olahraga, dan terpenting makan makanan bergizi,” urai Andre.

Direktur RSUD Mohammad Anwar Sumenep, dr Erliyati mengaku siap melakukan pengawasan pasien yang masuk ke rumah sakit dan menunjukkan gejala virus corona.

“Kita akan intens berkoordinasi dengan puskesmas, dan semua kelompok masyarakat di bawah,” kata dr Erliyati. (mg3/red)

Tinggalkan Balasan