SPPG Batang-Batang Daya Bermasalah, Ketua IWO Sumenep Dampingi Aduan Kepala Sekolah ke Satgas MBG

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 00:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

TEGAS: Kepala MI Ar Rasyad Desa Kolpo, M. Saleh, saat diwawancarai media usai mengirim surat aduan SPPG Batang Batang Daya ke Satgas MBG yang didamping Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain R (kanan) (Mufti Che - Seputar Jatim)

TEGAS: Kepala MI Ar Rasyad Desa Kolpo, M. Saleh, saat diwawancarai media usai mengirim surat aduan SPPG Batang Batang Daya ke Satgas MBG yang didamping Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain R (kanan) (Mufti Che - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dugaan persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kian mengemuka.

Isu terkait kualitas makanan yang diduga tidak layak konsumsi serta distribusi yang bermasalah kini resmi dilaporkan ke Satuan Tugas (Satgas) MBG setempat, Kamis (9/4) kemarin.

Laporan tersebut diajukan oleh dua lembaga pendidikan, yakni Yayasan Taklimus Shibyan dan MI Ar Rasyad, terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang-Batang Daya yang berada di bawah naungan Yayasan Bakti Bunda Berjaya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu perwakilan kepala sekolah mendatangi Pemerintah Kabupaten Sumenep, dengan didampingi Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep, Imam Mustain Ramli.

Mereka meminta agar pemerintah daerah melalui Satgas MBG Sumenep, segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah tegas atas dugaan yang terjadi.

Kepala MI Ar Rasyad Desa Kolpo, M. Saleh, mengungkapkan bahwa persoalan distribusi dan kualitas makanan bukan terjadi sekali, melainkan berulang tanpa adanya perbaikan signifikan dari pihak penyelenggara.

“Kami melaporkan secara resmi ke Satgas MBG Kabupaten Sumenep karena persoalan ini sudah berulang kali, Distribusi kerap tidak tepat waktu, dan kondisi makanan yang diterima siswa kami dinilai tidak layak konsumsi, Seperti Kemarin Menu yang disajikan Ayam nya Basi dan Bau, itu secara keseluruhan, ada ratusan Siswa menunya sama.” ujarnya, usai menyerahkan Laporannya ke Satgas MBG di Kantor Pemkab Sumenenep, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga :  Tampil Mencolok di KPK, Haji Her Kooperatif Jalani Pemeriksaan

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak hanya mengganggu proses belajar, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi para siswa.

“Kami sangat khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan siswa. Jika makanan yang disajikan tidak memenuhi standar kelayakan, tentu ini menjadi ancaman serius yang tidak bisa dianggap sepele,” tegasnya.

Saleh juga menyinggung adanya kesepakatan kerja sama yang menurutnya tidak dijalankan secara optimal oleh pihak penyedia layanan.

“Dalam perjanjian kerja sama sudah jelas ada standar yang harus dipenuhi. Namun, yang terjadi di lapangan tidak sesuai harapan. Kami berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengisyaratkan bahwa pihaknya mempertimbangkan langkah lanjutan apabila tidak ada perbaikan konkret dalam waktu dekat.

“Kami mengutamakan kesehatan siswa. Jika kondisi ini tidak segera dibenahi, tentu kami akan mempertimbangkan opsi lain demi memastikan siswa mendapatkan makanan yang lebih layak,” bebernya.

Ia pun mendesak Satgas MBG Kabupaten Sumenep segera melakukan penelusuran lapangan, memverifikasi laporan, serta memberikan sanksi apabila ditemukan pelanggaran.

“Kami berharap Satgas MBG segera turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh, dan mengambil tindakan tegas jika terbukti ada pelanggaran. Jika harus di Laporkan ke BGN kami Mohon kepada Satgas MBG Sumenep Segera Laporkan Ke BGN, Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa,” pungkasnya.

Baca Juga :  MBG Bermasalah Lagi, Siswa di Batang-Batang Nyaris Terima Ayam Busuk

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Batang-batang Daya yang ada di bawah naungan Yayasan Bakti Bunda Berjaya belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan berimbang. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project
Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Sabtu, 26 September 2026 - 18:21 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI

Jumat, 25 September 2026 - 08:48 WIB

PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Berita Terbaru